KABARBURSA.COM – Porsi kepemilikan saham publik yang masuk dalam kategori free float pada PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatatkan penurunan tipis pada periode laporan bulanan registrasi efek terbaru.
Berdasarkan dokumen resmi yang dirilis perseroan, rasio saham free float bank swasta tersebut kini berada di level 13,96 persen dari modal disetor.
Penyusutan tipis ini disebabkan oleh adanya perpindahan atau penambahan kepemilikan saham di luar klaster investor publik murni.
Kendati terjadi koreksi pada porsi saham mengambang di pasar, pergerakan harga saham NISP di lantai bursa terpantau tetap bergerak di zona hijau secara harian.
"Persentase saham free float NISP pada bulan ini tercatat sebesar 13,96 persen," tulis manajemen Bank OCBC NISP dalam laporan registrasi pemegang efek teranyar, Kamis, 9 Juli 2026.
"Rasio tersebut mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sempat berada pada level 13,97 persen," lanjut manajemen dalam dokumen keterbukaan informasi publik tersebut.
Bila dipreteli secara volume, jumlah saham free float NISP menyusut dari semula 3.172.759.437 lembar saham menjadi sebesar 3.171.646.937 lembar saham.
Penurunan ini selaras dengan adanya akumulasi kepemilikan oleh kelompok Afiliasi dari Pengendali dengan porsi kepemilikan di bawah 5 persen.
Kelompok afiliasi tersebut mencatatkan kenaikan jumlah saham dari 5.710.952 lembar menjadi 6.823.452 lembar saham.
Di samping menyusutnya porsi free float, emiten perbankan terafiliasi Singapura ini juga mencatatkan penurunan pada basis jumlah pemegang sahamnya. Total akun investor yang menggenggam saham tanpa warkat (scripless) berkurang sebanyak 186 pihak, dari semula 19.345 menjadi 19.159 investor.
Alhasil, total kumulatif pemegang saham NISP ikut melandai ke level 19.427 pihak dari bulan lalu yang sebanyak 19.613 pihak.
"Untuk pemegang saham pengendali mayoritas tidak mengalami perubahan performa," papar manajemen Bank OCBC NISP dalam rincian struktur pemegang saham.
"OCBC Overseas Investments Pte. Ltd selaku pengendali tunggal masih mengunci kepemilikan sebesar 19.521.391.224 lembar saham atau setara 85,08 persen," tambah perseroan dalam lampiran resmi.
Dari aspek kepemilikan manajemen korporasi, jajaran direksi dan komisaris NISP tercatat memiliki total gabungan saham yang stagnan di porsi 5.526.362 lembar atau setara 0,024 persen.
Presiden Direktur NISP Parwati Surjaudaja menggenggam porsi terbesar di internal manajemen dengan kepemilikan 3.334.420 lembar. Disusul oleh Presiden Komisaris Pramukti Surjaudaja yang mengantongi sebanyak 451.942 lembar saham.
Sebagai informasi tambahan mengenai stuktur ekuitas perusahaan, modal ditempatkan dan disetor penuh Bank OCBC NISP secara keseluruhan mencapai 22.945.296.972 lembar saham.
Dari total modal tersebut, jumlah saham yang belum dicatatkan (unlisted) hanya sebesar 229.520.940 lembar atau 1,00 persen.
Sementara itu, porsi saham yang telah tercatat dan aktif diperdagangkan di bursa menguasai hingga 22.715.776.032 lembar saham atau setara 99,00 persen.
Kinerja Saham NISP Hari ini
Di lantai bursa, pergerakan saham NISP pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026 terpantau bergerak fluktuatif namun kokoh bertahan di zona hijau.
Hingga pukul 15.00 WIB mendekati waktu penutupan pasar, harga saham NISP bertengger pada level Rp1.200 per lembar saham.
Posisi ini mencerminkan kenaikan tipis sebesar 5 poin atau menguat 0,42 persen dibandingkan harga penutupan hari sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan riil pada sore hari ini, saham NISP dibuka pada level harga Rp1.195 per lembar.
Sepanjang jam perdagangan bergulir, saham bank ini sempat menyentuh level tertinggi (high) pada posisi Rp1.205 dan tertekan ke level terendah (low) di angka Rp1.185 per lembar.
Volume transaksi yang tercatat di bursa untuk saham NISP mencapai 1,14 juta lot perdagangan dengan nilai total omset atau nilai transaksi (value) berada pada kisaran Rp1,4 miliar.
Performa pergerakan harga rata-rata (average) saham NISP sepanjang perdagangan hari ini terkunci pada level Rp1.196 per lembar saham.
Melihat rekam jejak perdagangan dalam beberapa hari terakhir, pergerakan saham NISP menunjukkan konsolidasi yang cukup dinamis di kisaran level Rp1.190 hingga Rp1.205 per lembar saham.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, yakni Rabu, 8 Juli 2026, saham NISP sempat terkoreksi minus 0,83 persen atau melemah 10 poin ke level Rp1.195 setelah sebelumnya melonjak ke level Rp1.205 pada Selasa, 7 Juli 2026.
Nilai transaksi pada 8 Juli kemarin tercatat cukup masif mencapai Rp3,05 miliar dengan volume 25,59 ribu lot, yang diwarnai oleh aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) senilai Rp2,27 miliar.
Kendati demikian, tren pemulihan harian pada sore ini membuktikan bahwa daya serap pasar domestik terhadap saham NISP masih relatif solid untuk mengompensasi tekanan jual tersebut.
Jika ditarik lebih jauh ke awal pekan pada Senin, 6 Juli 2026, saham ini juga sempat menguat 0,42 persen di level Rp1.190 dengan nilai transaksi Rp2.31 miliar.(*)