KABARBURSA.COM – Porsi saham publik (free float) milik emiten pertambangan logam Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), mencatatkan lonjakan signifikan hingga berhasil menembus separuh dari total saham yang disetor penuh perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) yang berakhir pada periode Juni 2026, struktur kepemilikan saham publik perseroan memperlihatkan pergeseran peta investor yang kian likuid.
Lonjakan porsi free float ini sekaligus menempatkan posisi BRMS berada jauh di atas ambang batas minimal 15 persen yang dipersyaratkan oleh regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di saat yang sama, basis investor ritel yang mengoleksi saham BRMS juga tercatat mengalami pertumbuhan organik yang solid di sepanjang bulan Juni.
Rasio Free Float Terbang dan Investor SID Melesat
Merujuk pada dokumen laporan bulanan yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek (BAE) PT Ficomindo Buana Registrar, berikut adalah detail perubahan struktur dan peta kepemilikan saham publik teranyar milik BRMS.
Jumlah saham publik free float BRMS melesat tinggi menyentuh level 51,44 persen per akhir Juni 2026. Posisi ini mengalami lompatan besar dibandingkan dengan porsi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 45,66 persen.
Secara riil, jumlah volume saham free float yang berputar di pasar melonjak dari 64.735.213.000 lembar saham menjadi 72.928.278.149 lembar saham dari total 141.784.040.338 lembar saham yang tercatat di bursa.
Daya tarik pasar retail terhadap BRMS terbukti menguat setelah jumlah pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) melesat sebanyak 7.447 akun baru. Total akun investor ber-SID di saham BRMS pun kini menggemuk menjadi 117.737 akun dari posisi bulan sebelumnya yang hanya 110.290 akun.
Menguliti Pemegang Saham Kakap dan Kendali Grup Bakrie
Di samping besarnya porsi kepemilikan masyarakat di bawah 5 persen, laporan resmi efek ini juga merangkum komposisi investor jangkar yang mengunci kepemilikan di atas 5 persen (porsi 40,16 persen total saham) serta penegasan posisi pengendali korporasi.
Emirates Tarian Global Ventures SPC adalah nama yang pertama. Entitas berstatus pemodal asing ini masih kokoh menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 35.592.738.434 lembar saham atau setara 25,103 persen.
Yang kedua Glas Trust (Singapore) Ltd. Kustodian asing ini menggenggam kepemilikan sebesar 10.784.607.811 lembar saham atau setara 7,606 persen.
Adapun Sugiman Halim adalah nama investor individu yang menguasai di atas 5 persen. Investor lokal perorangan kawakan ini tercatat menguasai 10.568.888.888 lembar saham atau setara 7,454 persen.
Meskipun porsi saham publik mendominasi pasar, naskah dokumen LBRE menegaskan status kepengendalian perusahaan tidak berubah. Pemilik manfaat tingkat akhir (ultimate beneficial owner) dari BRMS dipegang oleh taipan Nirwan Dermawan Bakrie.
Kendali individu tersebut dijalankan secara tidak langsung melalui induk usaha pertambangan batubara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang menguasai total 28.490.231.967 lembar saham atau setara 20,09 persen kepemilikan total pada BRMS per 30 Juni 2026.
Melalui surat konfirmasi resminya, Direktur BUMI Donny I. Maramis merinci bahwa porsi 20,09 persen saham pengendali tersebut dititipkan di bawah kustodian beberapa pihak. Porsi penitipan terbesar ditempatkan di Glas Trust Ltd sebesar 10,78 miliar lembar (7,61 persen), disimpan langsung atas nama PT Bumi Resources Tbk sebesar 4,46 miliar lembar (3,15 persen), serta ditaruh di PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebanyak 4,37 miliar lembar saham (3,08 persen). Sisa saham pengendali lainnya didelegasikan ke beberapa sekuritas domestik terpercaya.
Saham BRMS Parkir di Level 505 dengan Transaksi Jumbo
Sentimen positif dari melesatnya porsi free float ini langsung direspons meriah oleh pasar keuangan pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 10 Juli 2026.
Berdasarkan data pergerakan pasar terbaru, saham BRMS sukses ditutup menguat di level Rp505 per lembar saham, naik signifikan dengan apresiasi sebesar 13 poin atau melesat 2,64 persen dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya (previous close) yang berada di level Rp492 per lembar saham.
Sepanjang jam perdagangan hari Jumat kemarin, pergerakan saham emiten barang baku ini terbilang sangat atraktif dan fluktuatif. Saham BRMS dibuka (open) pada level Rp498 dan sempat menyentuh area terendah di Rp494 per lembar saham.
Namun, dorongan beli yang masif berhasil menerbangkan harga saham BRMS hingga sempat menyentuh level tertinggi (high) harian di Rp520 per lembar saham sebelum akhirnya mengalami konsolidasi dan parkir di area rata-rata (average price) Rp505 pada saat bel penutupan bursa berbunyi.
Aksi borong saham publik ini juga dikonfirmasi oleh catatan nilai transaksi yang tergolong jumbo di lantai bursa. Total volume perdagangan BRMS mencapai 3,36 juta lot dengan total nilai transaksi keseluruhan (value) menembus Rp169,37 miliar yang terekam lewat frekuensi transaksi sebanyak 18,39 ribu kali.
Menariknya, aktivitas pasar didominasi oleh aliran dana asing dengan nilai beli bersih asing (foreign buy) yang mendominasi di angka Rp67,44 miliar, berbanding terbalik dengan nilai jual asing (foreign sell) yang hanya tercatat sebesar Rp36,84 miliar.(*)