KABARBURSA.COM - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5.
Dengan rasio tersebut, nilai nominal saham RAJA akan dipecah menjadi Rp5 dari nominal sebelumnya yang sebesar Rp25 per lembar.
Aksi korporasi ini akan mengubah postur modal saham RAJA secara signifikan. Jumlah total saham RAJA sebelum pelaksanaan stock split tercatat sebanyak 4,22 miliar lembar saham.
Setelah implementasi nilai nominal baru tersebut berjalan penuh, jumlah akumulasi saham perseroan akan melesat tajam menjadi 21,13 miliar lembar saham.
Manajemen juga telah merinci batas waktu perdagangan saham untuk seluruh segmen pasar. Berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaan stock split RAJA:
- Tanggal akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di seluruh pasar: 15 Juli 2026.
- Tanggal mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler serta pasar negosiasi: 16 Juli 2026.
- Tanggal mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru khusus pada pasar tunai: 20 Juli 2026.
Alasan Stock Split
Melalui keterbukaan informasi pada 13 Mei 2026, manajemen RAJA menyampaikan aksi stock split ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa harga saham Perseroan saat ini telah berada pada level yang relatif tinggi, yaitu sebesar Rp.4.170 per saham (berdasarkan harga penutupan per 12 Mei 2026).
Manajemen RAJA menyebut hal tersebut mengakibatkan nilai investasi minimum untuk satu lot saham Perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor.
Adapun tujuan dan manfaatnya adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan. Penambahan jumlah saham beredar setelah pelaksanaan pemecahan saham diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan volume transaksi saham Perseroan, sehingga likuiditas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia menjadi lebih baik.
2. Meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor. Pemecahan saham akan mengakibatkan penurunan harga nominal per saham sehingga harga saham Perseroan menjadi lebih terjangkau, khususnya bagi investor ritel, tanpa mengurangi nilai kapitalisasi pasar Perseroan.
3. Memperluas basis pemegang saham Perseroan. Dengan harga saham yang lebih terjangkau, Perseroan mengharapkan adanya peningkatan partisipasi investor, sehingga jumlah pemegang saham menjadi lebih luas dan beragam.
4. Mendukung terciptanya perdagangan saham yang lebih teratur, wajar, dan efisien. Peningkatan likuiditas dan partisipasi investor diharapkan dapat mendukung terciptanya mekanisme perdagangan saham yang mencerminkan kondisi pasar yang lebih teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di bidang pasar modal.
5. Memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Dalam jangka panjang, peningkatan likuiditas dan basis investor diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap persepsi pasar serta mendukung peningkatan nilai Perseroan bagi seluruh pemegang saham.
Pergerakan Saham
Saham RAJA ditutup melemah sebesar 1,38 persen atau turun 60 poin ke level Rp4.290 pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026.
Performa investasi jangka panjang justru memperlihatkan pemandangan yang bertolak belakang dengan koreksi harian. Berdasarkan evaluasi data historis lima tahun terakhir di Stockbit, saham RAJA mencatatkan lonjakan keuntungan kumulatif yang sangat masif, yaitu melesat hingga 2,003 persen.
Pada masa setengah dekade tersebut, titik nadir harga saham perseroan berada di harga Rp161 per lembar, jauh di bawah rekor tertinggi historisnya di level Rp8.475 per lembar saham.
Apresiasi nilai investasi jangka panjang ini juga sejalan dengan komparasi data 10 tahun atau satu dekade ke belakang. RAJA membukukan pertumbuhan kumulatif sebesar 1.962 persen.
Data bursa mencatat harga dasar saham terendah dalam 10 tahun berada di level Rp55 per lembar saham, dengan batas atas tertinggi bertahan di level Rp8.475 per lembar saham.
Untuk rentang waktu tiga tahun terakhir, RAJA juga tetap mempertahankan rapor hijau tebal dengan mencatatkan kenaikan sebesar 349,21 persen. Fluktuasi harga bergerak dari level terendah Rp820 hingga menyentuh batas atas Rp8.475 per lembar saham.
Sementara itu, grafik kinerja investasi satu tahun ke belakang memperlihatkan kenaikan solid sebesar 72,29 persen, dengan rentang pergerakan dari level harga Rp2.310 sampai level Rp8.475 per lembar saham.
Pergerakan RAJA dalam beberapa periode waktu terakhir cenderung bergerak acak dan dinamis. Saham ini berhasil membukukan lonjakan signifikan sebesar 30,00 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Rentang pergerakan bulanan bergerak dari harga dasar Rp3.300 hingga menyentuh level tertinggi Rp4.420 per lembar saham.
Untuk pergerakan dalam sepekan terakhir, tren akumulasi beli juga masih terjaga dengan kenaikan total sebesar 8,88 persen.
Grafik mingguan mengonfirmasi harga RAJA bergerak dinamis dari level terendah Rp3.920 hingga batas atas Rp4.420 per lembar saham.
Sementara itu, pada evaluasi tiga bulan terakhir, laju pergerakan terpantau mulai melandai dengan kenaikan tipis sebesar 1,18 persen dalam rentang harga Rp2.580 hingga Rp5.100 per lembar saham.
Sebaliknya, tekanan jual yang cukup masif baru terlihat saat mengamati grafik performa jangka menengah enam bulan terakhir yang amblas sebesar 47,04 persen.
Tren penurunan ini ikut memengaruhi rapor investasi saham RAJA sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (YTD) hingga periode Juli 2026.
Nilai saham perseroan tercatat masih mengalami penyusutan sebesar 29,67 persen dari posisi pembukaan awal tahun buku. Grafik tahun berjalan mencatatkan titik terendah pada level Rp2.580 per lembar saham, sedangkan rekor tertinggi berada pada level Rp8.475 per lembar saham. (*)