KABARBURSA.COM – Saham PT Netciti Bakti Tbk dengan kode emiten NTBK sukses memimpin lonjakan cuan di Bursa Efek Indonesia setelah mencatatkan imbal hasil mingguan fantastis sebesar 112,00 persen pada periode perdagangan 6 hingga 10 Juli 2026.
Meroketnya harga saham NTBK hingga parkir di level 106,00 per lembar saham ini terjadi di tengah aksi buru saham lapis kedua oleh para investor yang agresif memanfaatkan strategi rotasi sektor sepanjang pekan.
Emiten NTBK menjadi bintang di jajaran papan perdagangan. Saham NTBK meroket tajam dengan mencatatkan imbal hasil mingguan mencapai 112,00 persen. Lonjakan fantastis ini sukses mengunci posisi harga NTBK di level 106,00 per lembar saham pada penutupan pekan.
Apresiasi harga yang luar biasa ini sekaligus memperbaiki rekam jejak jangka panjang perusahaan di lantai bursa. Meski performa tahun berjalan masih tertahan di zona merah minus 15,87 persen, momentum pekan ini menjadi titik balik krusial.
Saham NTBK kini memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar 286,21 miliar setelah mendapat dorongan lonjakan harian sebesar 17,78 persen.
Posisi kedua pencetak keuntungan terbesar ditempati oleh PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk dengan kode emiten LMAX. Saham LMAX berhasil membukukan kenaikan harga mingguan sebesar 57,75 persen. Rapor hijau tersebut membawa harga saham LMAX bertengger di level 112,00 per lembar saham.
Kenaikan jangka pendek ini menjadi angin segar bagi para pemodal yang mengoleksi saham digital tersebut. Maklum saja, kinerja tahun berjalan LMAX sebenarnya masih tertekan cukup dalam di zona merah minus 43,72 persen. Namun dengan nilai kapitalisasi pasar yang kini mencapai 72,80 miliar, LMAX mulai memperlihatkan sinyal pemulihan tren yang cukup kuat.
Berikutnya pergerakan PT Shield On Service Tbk (SOSS). Saham SOSS mengamankan posisi ketiga setelah mencetak keuntungan mingguan sebesar 45,39 persen. Harga saham SOSS kini sukses bertengger di area premium pada tingkat 1.105,00 per lembar saham.
Berbeda dengan dua emiten di atas, SOSS memiliki rekam jejak jangka panjang yang relatif lebih stabil. Kinerja tahun berjalan emiten ini tetap bertahan di zona positif sebesar 2,31 persen. Kepercayaan pemodal yang tinggi menempatkan kapitalisasi pasar SOSS berada di angka jumbo sebesar 1.076,85 miliar.
Geliat saham dengan harga terjangkau juga terlihat jelas pada pergerakan PT Koka Indonesia Tbk dengan kode emiten KOKA. Saham KOKA menjadi salah satu motor penggerak perdagangan harian setelah mencetak lonjakan harga sebesar 21,43 persen dalam sehari.
Aksi beli masif dari investor ritel berhasil mengantar return mingguan KOKA ke level 25,93 persen. Saham konstruksi ini sekarang parkir di level 170,00 per lembar saham dengan kapitalisasi pasar 486,43 miliar.
Sementara itu, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk dengan kode emiten KKES memperlihatkan konsistensi yang luar biasa. Saham KKES mencatatkan keuntungan mingguan sebesar 38,64 persen hingga parkir di level 61,00 per lembar saham. Pada perdagangan harian terakhir, KKES melaju optimis dengan kenaikan 8,93 persen.
Daya tarik utama KKES terletak pada performa akumulasi jangka panjangnya yang sangat impresif. Rapor tahun berjalan emiten kimia ini sukses meroket hingga 103,33 persen di atas angin. Pertumbuhan konsisten ini membuat nilai kapitalisasi pasar KKES kini kokoh berada di level 91,50 miar.
Daftar emiten pencetak untung pekan ini semakin lengkap dengan kehadiran PT Sekar Bumi Tbk dengan kode emiten SKBM. Saham SKBM menorehkan pertumbuhan mingguan yang solid sebesar 37,21 persen. Rapor positif tersebut membawa harga saham SKBM mendarat di posisi 590,00 per lembar saham dengan nilai kapitalisasi pasar menembus 1.020,76 miliar.
Selanjutnya, saham PT Saptausaha Gemilangindah Tbk dengan kode emiten SAGE ikut meramaikan jajaran portofolio hijau bursa. SAGE membukukan return mingguan sebesar 30,43 persen hingga mengunci harga di level 30,00 per lembar saham. Meskipun kinerja tahun berjalannya masih minus 14,29 persen, nilai kapitalisasi pasar SAGE terpantau terjaga di level 241,01 miliar.
Emiten hewani PT Estika Tata Tiara Tbk dengan kode emiten BEEF juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. BEEF mengantongi pertumbuhan mingguan sebesar 30,39 persen hingga berakhir di level 266,00 per lembar saham. Dana investor yang masuk membuat nilai kapitalisasi pasar BEEF merangkak naik ke angka 2,159,99 miliar.
Dua posisi terakhir di jajaran sepuluh besar ditutup oleh saham SINI dan LAND yang bergerak kompak di zona hijau.
PT Singaraja Putra Tbk dengan kode emiten SINI mencetak cuan mingguan 28,98 persen hingga harganya mencapai 7.900,00 per lembar saham dengan kapitalisasi pasar 3.799,90 miliar. Sedangkan PT Trimitra Propertindo Tbk dengan kode emiten LAND menguntit di belakang dengan return mingguan 26,00 persen di level harga 63,00 per lembar saham.(*)