Logo
>

Harga Minyak Turun, Sinyal Perang AS-Iran Akan Segera Berakhir

Harga minyak dunia turun setelah Trump beri sinyal perang AS-Iran segera berakhir, namun risiko pasokan masih membayangi pasar.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Harga Minyak Turun, Sinyal Perang AS-Iran Akan Segera Berakhir
Harga minyak turun usai Trump sinyalkan perang Iran segera berakhir, tapi gangguan pasokan global masih jadi risiko. Foto: Dok. KabarBursa

KABARBURSA.COM — Harga minyak dunia mulai turun setelah muncul sinyal meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Presiden AS Donald Trump soal rencana mengakhiri perang dalam waktu dekat langsung direspons pasar.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 2 April 2026, harga minyak Brent untuk kontrak Juni tercatat turun USD2,91 (Rp49.179) atau sekitar 2,8 persen ke level USD101,06 per barel (Rp1,70 juta). Sempat menyentuh titik terendah di USD98,35 per barel (Rp1,66 juta), sebelum kembali menguat tipis.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk Mei turun USD1,96 (Rp33.124) atau sekitar 1,9 persen ke USD99,42 per barel (Rp1,68 juta), setelah sempat berada di level USD96,50 per barel (Rp1,63 juta).

Penurunan ini terjadi setelah Trump menyampaikan bahwa konflik dengan Iran tidak akan berlangsung lama. “Kami siap keluar dari perang ini cukup cepat,” ujar Trump.

Ia menegaskan Amerika Serikat telah memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Bahkan sehari sebelumnya, Trump memberi sinyal perang bisa dihentikan dalam dua hingga tiga pekan, meski tanpa kesepakatan formal.

Pernyataan ini langsung memicu koreksi harga minyak. Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak bahkan sempat turun lebih dari USD3 per barel (Rp50.700).

Pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa konflik tidak akan berlarut-larut hingga pertengahan Mei, periode ketika permintaan bensin di Amerika Serikat biasanya meningkat.

Analis SEB menilai ada tekanan politik di balik sikap tersebut. “Risiko terhadap harga bensin AS, sentimen konsumen, dan pada akhirnya pemilu membuat konflik berkepanjangan menjadi mahal secara politik,” tulis mereka.

Kenaikan harga energi sebelumnya memang mulai terasa di dalam negeri AS. Harga bensin sempat menembus USD4 per galon (Rp67.600) untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Namun, situasi di lapangan belum sepenuhnya mereda. Sinyal dari kedua pihak masih saling bertolak belakang.

Trump mengklaim Iran telah meminta gencatan senjata, tetapi akan dipertimbangkan jika Teheran menghentikan blokade di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membantah klaim tersebut.

Sejak akhir Februari, Iran membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS dan Israel. Langkah ini mengganggu ekspor minyak dari Timur Tengah dan mendorong harga energi global naik.

Meski ada peluang gencatan senjata, pemulihan pasokan diperkirakan tidak akan berlangsung cepat. “Pembersihan antrean kapal akan memakan waktu, dengan produksi dan ekspor kembali normal secara bertahap, bukan langsung,” tulis analis ING.

Kepala International Energy Agency, Fatih Birol, juga mengingatkan gangguan pasokan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Ia menilai gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah justru berpotensi meningkat pada April, terutama bagi pasar Eropa yang sangat bergantung pada jalur tersebut.

Dengan kondisi ini, pasar masih berada dalam fase tarik-menarik antara harapan damai dan risiko gangguan pasokan. Harga minyak boleh turun, tetapi ketidakpastian belum benar-benar hilang.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).