Market Watch

10 Jul 2026

MMIX 785 +23,62%
JAST 94 +22,08%
ARTO 1.200 +18,23%
SOCI 354 +15,69%
NTBK 90 +15,38%
NSSS 710 +14,52%
AHAP 103 +13,19%
DEWA 332 +11,41%
RAJA 4.350 +10,97%
SOSS 1.105 +9,95%
TFCO 735 +9,70%
LMAX 102 +9,68%
PGLI 210 +9,38%
VKTR 545 +9,00%
ALII 745 +8,76%
YPAS 655 +8,26%
JARR 1.920 +7,87%
BMSR 304 +7,80%
YELO 74 +7,25%
PJHB 166 +7,10%
BWPT 78 +6,85%
BRPT 1.600 +6,67%
NICK 1.040 +6,67%
BFIN 805 +6,62%
MMIX 785 +23,62%
JAST 94 +22,08%
ARTO 1.200 +18,23%
SOCI 354 +15,69%
NTBK 90 +15,38%
NSSS 710 +14,52%
AHAP 103 +13,19%
DEWA 332 +11,41%
RAJA 4.350 +10,97%
SOSS 1.105 +9,95%
TFCO 735 +9,70%
LMAX 102 +9,68%
PGLI 210 +9,38%
VKTR 545 +9,00%
ALII 745 +8,76%
YPAS 655 +8,26%
JARR 1.920 +7,87%
BMSR 304 +7,80%
YELO 74 +7,25%
PJHB 166 +7,10%
BWPT 78 +6,85%
BRPT 1.600 +6,67%
NICK 1.040 +6,67%
BFIN 805 +6,62%
Market Hari Ini 10 Jul 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Yunila Wati

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, BUVA hingga VKTR Masuk Radar

IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan peluang melanjutkan penguatan setelah ditutup naik 0,67 persen. BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR menjadi saham rekomendasi perdagangan Jumat.

IHSG diprediksi sideways dengan peluang lanjut menguat. BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR masuk rekomendasi saham perdagangan 10 Juli 2026.

IHSG diprediksi berpeluang menyentuh level 6.000, meskipun jalan menuju ke sana masih cukup berat. Sejumlah saham menjadi rekomendasi analis untuk diperdagangkan hari ini. (Foto: KabarBursa)
IHSG diprediksi berpeluang menyentuh level 6.000, meskipun jalan menuju ke sana masih cukup berat. Sejumlah saham menjadi rekomendasi analis untuk diperdagangkan hari ini. (Foto: KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Saham-saham Apa Saja yang Menarik?

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG memasuki perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, dengan peluang melanjutkan penguatan, meski ruang geraknya diperkirakan belum sepenuhnya lepas dari fase sideways. 

Setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya, indeks mampu berbalik arah dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. IHSG berakhir di level 5.912,4 atau menguat 0,67 persen. 

Penguatan terjadi setelah indeks sebelumnya sempat turun hingga 5.839. Munculnya volume pembelian kemudian membawa pasar kembali naik dan menutup perdagangan mendekati area 5.900.

Pemulihan tersebut menjadi perhatian karena area koreksi minimal di sekitar 5.840 telah tercapai. Namun secara teknikal, IHSG masih menghadapi sejumlah batas yang membuat perdagangan Jumat diperkirakan berlangsung dalam rentang yang cukup lebar.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 5.800–6.000. Penguatan indeks masih tertahan di sekitar moving average lima hari atau MA5, sementara Stochastic RSI berpotensi membentuk Death Cross. 

Pada saat yang sama, histogram MACD masih bertahan di area positif. IHSG masih memiliki peluang menguat, tetapi pergerakannya tetap berhadapan dengan potensi koreksi jangka pendek.

Dari pendekatan gelombang, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian wave b dari wave (b) dari wave [iv] dalam skenario teknikal yang digunakan. Dalam skenario tersebut, indeks masih memiliki ruang melanjutkan kenaikan untuk menguji area 6.083 hingga 6.203.

Meski demikian, area koreksi 5.752–5.797 tetap perlu dicermati apabila tekanan jual kembali meningkat. Sementara level support yang lebih bawah berada di 5.486 dan 5.317. Untuk resistance, pasar menghadapi level 6.007 sebelum bergerak menuju resistance berikutnya di 6.286.

Artinya, perdagangan Jumat akan berlangsung dengan level 6.000 sebagai salah satu area penting. IHSG yang ditutup pada 5.912 hanya berjarak sekitar 88 poin dari level psikologis tersebut. Kemampuan indeks mempertahankan volume pembelian akan menjadi bagian penting dari pergerakan berikutnya.

Dari sisi sektoral, penguatan pada perdagangan Kamis tidak terjadi merata. Sektor barang baku menjadi kelompok dengan kenaikan terbesar setelah melesat 2,1 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan mencatat koreksi terdalam sebesar 1,24 persen.

Saham-saham Apa Saja yang Menarik?

Di tengah kondisi tersebut, MNC Sekuritas menempatkan empat saham dalam daftar rekomendasi perdagangan, yakni BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR. Keempat saham datang dengan karakter pergerakan yang berbeda menjelang perdagangan Jumat.

BUVA menjadi salah satu saham yang mencatat penguatan pada data perdagangan terakhir. Saham tersebut berada di level Rp855, naik Rp30 atau 3,64 persen. BUVA dibuka pada Rp815, sempat menyentuh harga tertinggi Rp860 dan terendah Rp810, dengan harga rata-rata Rp843.

Aktivitas transaksinya mencapai sekitar Rp103,1 miliar dengan volume 1,22 juta lot dan frekuensi 16.285 kali. Namun aliran investor asing memperlihatkan tekanan jual lebih besar, dengan foreign buy sekitar Rp17,5 miliar dan foreign sell Rp22,9 miliar. Dengan demikian, selisih transaksi asing menunjukkan net sell sekitar Rp5,4 miliar.

ICBP bergerak lebih terbatas. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk berada di Rp6.675 atau naik Rp50 setara 0,75 persen. Saham ini dibuka di Rp6.625, mencapai level tertinggi Rp6.675 dan terendah Rp6.575, dengan harga rata-rata Rp6.606.

Nilai transaksi ICBP tercatat sekitar Rp171 miliar dengan volume 25.870 lot dan frekuensi 1.583 kali. Dari sisi investor asing, pembelian tercatat Rp4,1 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp8,4 miliar. Angka tersebut menunjukkan tekanan net sell asing sekitar Rp4,3 miliar.

Berbeda dari BUVA dan ICBP yang menguat, KLBF datang dari posisi terkoreksi. Berdasarkan data perdagangan 9 Juli, saham PT Kalbe Farma Tbk ditutup di Rp725 atau turun Rp15 setara 2,03 persen. KLBF dibuka di Rp740, sempat naik ke Rp745, kemudian turun hingga Rp720, dengan harga rata-rata Rp727.

Nilai transaksi KLBF mencapai sekitar Rp32,95 miliar dengan volume 453.120 lot dan frekuensi 5.810 kali. Investor asing mencatat pembelian Rp13,89 miliar dan penjualan Rp22,53 miliar, sehingga net foreign sell mencapai Rp8,64 miliar. Data ini menempatkan KLBF sebagai saham rekomendasi yang memasuki perdagangan Jumat setelah mengalami tekanan harga dan arus jual asing.

Sementara itu, VKTR mencatat pergerakan paling agresif di antara empat saham tersebut. Saham VKTR berada di level Rp545, melonjak Rp45 atau 9 persen. Saham dibuka di Rp500, menyentuh harga tertinggi Rp550 dan terendah Rp500, dengan harga rata-rata Rp532.

Aktivitas perdagangan VKTR juga cukup besar. Volume mencapai 365.640 lot dengan nilai transaksi sekitar Rp19,5 miliar dan frekuensi 6.150 kali. Berbeda dari tiga saham lainnya, data transaksi asing VKTR menunjukkan foreign buy Rp4,6 miliar dan foreign sell Rp2,2 miliar. Dengan demikian, saham ini mencatat net foreign buy sekitar Rp2,4 miliar.

Perbedaan data keempat saham tersebut membentuk peta perdagangan yang beragam. BUVA naik 3,64 persen tetapi masih mencatat tekanan jual asing. ICBP menguat tipis 0,75 persen dengan foreign sell lebih besar daripada foreign buy. KLBF turun 2,03 persen dan membukukan net foreign sell Rp8,64 miliar. Sementara VKTR melonjak 9 persen disertai selisih beli bersih asing sekitar Rp2,4 miliar.

Perdagangan Jumat akhirnya akan dimulai dengan dua kemungkinan yang berjalan beriringan. IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan menuju area 6.007 dan, dalam skenario lanjutan, menguji 6.083–6.203. Namun sinyal Stochastic RSI yang berpotensi membentuk Death Cross membuat risiko pergerakan sideways dan koreksi tetap terbuka.

Dengan IHSG berada di 5.912,4, perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan indeks mendekati kembali level 6.000. Di tengah situasi itu, BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR masuk radar perdagangan dengan momentum harga dan aliran dana asing yang berbeda-beda.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait