KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG naik 13,75 poin atau 0,23 persen ke level 6.055,72.
Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.053,65 hingga 6.063,05 dengan nilai transaksi mencapai Rp153,31 miliar dari 3,60 juta lot saham yang diperdagangkan dalam lebih dari 51 ribu kali transaksi.
Meski indeks bergerak di zona hijau, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp153,02 miliar di seluruh pasar dan Rp160,43 miliar di pasar reguler.
Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin sektor teknologi yang naik 0,57 persen, diikuti sektor bahan baku 0,57 persen, kesehatan 0,51 persen, keuangan 0,45 persen, properti 0,37 persen, infrastruktur 0,11 persen, dan energi 0,04 persen. Sementara itu, sektor industri melemah paling dalam sebesar 0,75 persen, disusul transportasi 0,16 persen, barang konsumsi primer (non-cyclical) 0,02 persen, dan barang konsumsi siklikal (cyclical) 0,10 persen.
Di jajaran top gainers, saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) melonjak 24,69 persen ke Rp404 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang menguat 20,28 persen ke Rp510, PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) naik 11,56 persen ke Rp965, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) bertambah 8,72 persen ke Rp22.450, serta PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat 7,32 persen ke Rp660.
Sebaliknya, saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) menjadi top loser setelah turun 4,49 persen ke Rp298. Pelemahan juga dialami PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) yang terkoreksi 4,17 persen ke Rp23, PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) turun 4,08 persen ke Rp141, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) melemah 3,96 persen ke Rp97, serta PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) turun 3,23 persen ke Rp600.
Baca Juga
Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai IHSG pada perdagangan sebelumnya masih menguat tipis 0,04 persen ke level 6.041, namun kenaikan tersebut disertai tekanan volume penjualan yang masih dominan. Namun, kenaikan tersebut masih diiringi tekanan jual dengan volume transaksi yang cenderung mengecil.
“Hari ini, IHSG masih berlanjut menguat 0,04 persen ke 6,041 namun masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang mengecil. Pada label hitam, kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] pada pola triangle, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6,137-6,254. Cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 5,974-6,020,” tulis Herditya dalam risetnya.
MNC Sekuritas menempatkan area support IHSG pada level 5.839 dan 5.607. Sementara itu, level resistance berada di kisaran 6.286 hingga 6.599.
Di tengah proyeksi tersebut, MNC Sekuritas juga menyoroti sejumlah saham yang dinilai menarik diperhatikan berdasarkan analisis teknikal.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI tercatat menguat 1,07 persen ke level 2.830. Meski masih diwarnai tekanan jual, pergerakan saham ini dinilai tetap bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20.
“BBRI menguat 1,07 persen ke 2,830 dan masih didominasi oleh tekanan jual, namun pergerakan BBRI masih mampu berada di atas MA20. Kami memperkirakan, posisi BBRI saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave 4,” ujar Herditya.
Selain BBRI, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) juga masuk dalam daftar yang menarik diperhatikan. BULL terkoreksi 1,62 persen ke level 364 dan masih menghadapi tekanan jual sehingga belum mampu menembus MA200.
“BULL terkoreksi 1,62 persen ke 364 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakan BULL belum mampu menembus MA200. Kami memperkirakan, posisi BULL sedang berada pada bagian dari wave [C] dari wave {B},” tulisnya.
Untuk saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Herditya melihat koreksi yang terjadi masih relatif terbatas karena harga tetap bertahan di atas MA20.
“BUMI terkoreksi 0,67 persen ke 148 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun koreksi BUMI masih bertahan di atas MA20. Kami memperkirakan, posisi BUMI saat ini sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (A),” katanya.
Sementara itu, saham PT Timah Tbk (TINS) dinilai masih menunjukkan tren yang cukup positif. TINS menguat 0,57 persen ke level 3.500 dengan volume pembelian yang masih mendominasi meski mulai mengecil.
“TINS menguat 0,57 persen ke 3,500 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun cenderung mengecil, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20. Saat ini, posisi TINS diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” kata Herditya.(*)