Logo
>

IHSG Dibuka Menguat ke 7.001, Saham Energi dan Infrastruktur Pimpin Kenaikan

Total volume transaksi di awal sesi hari ini  mencapai 3,60 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp159,18 miliar

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Dibuka Menguat ke 7.001, Saham Energi dan Infrastruktur Pimpin Kenaikan
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat usai naik 11,66 poin atau 0,17 persen ke level 7.001 pada perdagangan Selasa, 7 April 2026.

Total volume transaksi di awal sesi hari ini  mencapai 3,60 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp159,18 miliar dari 36,37 ribu transaksi.

Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor infrastruktur yang naik 1,01 persen, diikuti sektor energi yang menguat 0,74 persen serta sektor siklikal yang naik 0,85 persen.

Sektor keuangan juga mencatatkan kenaikan 0,16 persen dan sektor properti menguat 0,31 persen. Sementara itu, sektor teknologi mengalami pelemahan 0,38 persen, diikuti sektor industrial yang turun 0,65 persen dan sektor non-siklikal yang terkoreksi 0,22 persen.

Pada level saham, pergerakan bervariasi dengan sejumlah emiten mencatatkan lonjakan signifikan. PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) yang bergerak di sektor perdagangan otomotif melonjak 29,46 persen ke harga 145.

PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) dari sektor energi juga mencatatkan penguatan 23,96 persen ke level 119. Sementara itu, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang bergerak di sektor pertambangan nikel menguat 18,30 persen ke level 2.650.

Penguatan juga terjadi pada PT Voksel Electric Tbk (VOKS) di sektor kabel dan infrastruktur energi yang naik 16,67 persen ke level 294. Adapun PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) dari sektor industri plastik mencatatkan kenaikan 10,71 persen ke level 93.

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan jual. PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) yang bergerak di sektor transportasi logistik turun 10,62 persen ke level 202. PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) dari sektor properti melemah 9,09 persen ke level 300, sementara PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) di sektor industri dasar terkoreksi 7,79 persen ke level 710.

Selanjutnya, PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) yang bergerak di sektor perdagangan ritel turun 5,56 persen ke level 51, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melemah 5,49 persen ke level 775.

MNC Sekuritas menyampaikan jika posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian wave (v), wave [c], wave A pada label hitam sehingga IHSG masih berpotensi melemah.

"IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745 - 6.849," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.

Namun di satu sisi, MNC Sekuritas melihat best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru. Hal ini membuka peluang IHSG mengarah ke penguatan di 7.323 - 7.450.

Adapun MNC Sekuritas menetapkan support IHSG hari ini berada di kisaran 6.917 - 6.846. Sementara untuk resistance indeks berada di area 7.207 - 7.302. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".