Logo
>

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.199, Saham HDFA hingga TALF Pimpin Kenaikan

Penguatan IHSG terjadi setelah indeks sempat bergerak di rentang 6.187 hingga 6.209 pada awal sesi perdagangan.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.199, Saham HDFA hingga TALF Pimpin Kenaikan
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, di tengah mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau. Berdasarkan data perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 37,78 poin atau 0,61 persen ke level 6.199,83.

Penguatan IHSG terjadi setelah indeks sempat bergerak di rentang 6.187 hingga 6.209 pada awal sesi perdagangan. Total volume transaksi tercatat mencapai 7,98 juta lot dengan nilai perdagangan sekitar Rp399,18 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 61,87 ribu kali.

Secara sektoral, penguatan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur yang naik 2,00 persen. Kenaikan sektor ini diikuti sektor properti sebesar 1,22 persen, cyclical 1,18 persen, industrial 1,00 persen, basic industry 0,86 persen, transportasi 0,87 persen, keuangan 0,81 persen, non-cyclical 0,42 persen, teknologi 0,41 persen, dan kesehatan 0,26 persen.

Sementara itu, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang bergerak di zona merah dengan pelemahan 0,43 persen.

Di jajaran top gainers, saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) memimpin penguatan setelah naik 21,11 persen ke level 109. Emiten sektor keuangan itu diikuti PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) yang melonjak 17,65 persen ke posisi 160.

Selain itu, saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) turut menguat 13,33 persen ke level 136. Saham properti PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) juga naik 12,18 persen menjadi 875, sedangkan PT Tunas Alfin Tbk (TALF) menguat 10,90 persen ke level 865.

Di sisi lain, tekanan jual masih terjadi pada sejumlah saham lapis kecil. Saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menjadi top loser setelah turun 14,58 persen ke level 246. Pelemahan juga terjadi pada saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) yang terkoreksi 12,84 persen menjadi 950.

Saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) turun 12,66 persen ke posisi 3.310. Kemudian saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) melemah 11,35 persen ke level 125, serta PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) yang turun 10,88 persen menjadi 1.515.

Analis MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebut IHSG sebelumnya menguat 1,10 persen ke level 6.162 dengan dukungan volume pembelian. Namun, secara mingguan indeks masih terkoreksi 8,35 persen dan disebut masih berada dalam tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG saat ini masih menjadi bagian dari wave A pada wave (2), dengan area koreksi lanjutan berpotensi menguji level 5.899 sebagai area support. Adapun level support IHSG diproyeksikan berada di 5.996 dan 5.899, sementara area resistance berada di 6.318 hingga 6.459.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".