KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menuntaskan perdagangan hari ini dengan apresiasi optimis di zona hijau.
Keberhasilan ini sekaligus mengompensasi tekanan pasar yang sempat membayangi laju indeks di paruh pertama jam perdagangan perdagangan.
Berdasarkan data riil bursa pada penutupan pasar Kamis, 9 Juli 2026, IHSG terparkir menguat sebesar 0,67 persen atau bertambah 39,07 poin hingga bertengger di level 5.912,44.
Indeks melaju fluktuatif sepanjang hari dengan batas bawah harian (low) menyentuh level 5.839,67 dan sempat melonjak ke level tertinggi harian (high) di posisi 5.912,44 jelang bel penutupan berbunyi.
Pasar saham domestik dibuka pada level awal Rp5.865,77 mengacu pada harga penutupan hari sebelumnya (prev) di angka 5.873,37.
Total volume transaksi yang berputar sepanjang hari ini mencatatkan angka akumulasi 234,61 juta lot saham dengan total nilai transaksi finansial (value) yang menembus kisaran Rp10.194,8 miliar.
Meskipun laju indeks komposit finis dengan semringah, fenomena menarik justru terjadi pada jajaran pergerakan harga saham sektoral.
Gerak Saham Top Gainers dan Top Losers Hari ini
Saham pendatang baru PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang mencatatkan pencatatan perdana saham harian tampil gemilang memimpin barisan jajaran top gainer. Saham emiten alat kesehatan diagnostik ini langsung melesat naik batas atas maksimal sebesar 35,00 persen ke level harga Rp162 per lembar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 6,90 ribu kali perdagangan.
Namun, nasib berbalik 180 derajat justru harus dialami oleh salah satu emiten yang baru saja melaksanakan hajatan IPO kemarin. Saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang mencatatkan listing perdana satu hari lalu, sore ini justru terjerembab menempati posisi puncak barisan top loser.
Saham JECX terperosok dalam hingga terkena batasan Auto Reject Bawah (ARB) dengan ambles sebesar minus 14,87 persen ke level harga Rp1,660 per lembar saham pada nilai omset Rp35,82 miliar.
Mengekor di belakang penguatan kilat PRDL pada klaster pemenang harian, saham PT PT Niramas Utama Tbk (JELI) ikut melonjak tajam sebesar 24,91 persen ke posisi Rp1.755 dengan nilai omset masif mencapai Rp4,61 miliar.
Disusul oleh saham MMIX yang menanjak 23,62 persen ke level Rp785, saham JAST naik 22,08 persen ke posisi Rp94, serta saham bank digital ARTO yang ikut menghijau 18,23 persen menuju level harga Rp1.200 per lembar saham.
Sebaliknya pada klaster saham-saham yang tertekan sore ini, penurunan JECX langsung dibayangi oleh saham BAPA yang anjlok minus 14,51 persen ke posisi Rp330.
Kemudian disusul oleh pelemahan saham BKDP yang ambruk minus 14,44 persen ke level Rp77, saham PBSA terkoreksi minus 12,57 persen ke harga Rp730, serta emiten kesehatan MEDS yang ikut terperosok melandai minus 10,71 persen hingga menyentuh level harga Rp75 per lembar saham pada akhir sesi harian bursa.
Perdagangan Dibuka dengan Pelemahan Indeks
IHSG dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. Berdasarkan data perdagangan hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 5.858,47 atau turun 14,90 poin setara 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG sempat dibuka di level 5.865,77, bergerak ke level tertinggi 5.870,64 dan terendah 5.853,62. Hingga pukul 09.00 WIB, nilai transaksi pasar mencapai Rp276,79 miliar dengan volume perdagangan 4,53 juta lot dalam 72,31 ribu kali transaksi.
Aktivitas investor asing masih mencatatkan jual bersih. Nilai pembelian asing tercatat Rp3,45 triliun, sementara penjualan mencapai Rp4,14 triliun sehingga menghasilkan net foreign sell sebesar Rp689,33 miliar di seluruh pasar atau Rp674,26 miliar di pasar reguler.
Pergerakan sektor saham masih bervariasi. Sektor industrial menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,31 persen. Sementara sektor basic industry menguat 0,04 persen dan sektor energi naik tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, tekanan terjadi pada sejumlah sektor. Sektor kesehatan terkoreksi 0,52 persen, diikuti sektor keuangan 0,45 persen, infrastruktur 0,38 persen, consumer cyclical 0,32 persen, transportasi 0,32 persen, consumer non-cyclical 0,23 persen, properti 0,06 persen, dan teknologi 0,03 persen.
Dari daftar top gainers, saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memimpin penguatan setelah melesat 35 persen ke level 162 pada hari pertama pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. PRDL resmi melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) pada Kamis, 9 Juli 2026 dengab harga 120 per lembarnya.
Posisi berikutnya ditempati PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang menguat 28,75 persen ke level 206, disusul PT Niramas Utama Tbk (JELI) naik 24,91 persen ke level 1.755, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menguat 24,55 persen ke level 685, serta PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) yang naik 19,48 persen ke level 92.
Penguatan JELI masih berlanjut setelah emiten produsen makanan dan minuman tersebut resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 7 Juli 2026. Sementara itu, BACH yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi juga melanjutkan penguatan setelah resmi mencatatkan saham perdana pada Rabu, 8 Juli 2026.
Di sisi lain, daftar top losers dipimpin PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang turun 14,87 persen ke level 1.660. Emiten yang baru melaksanakan IPO pada Selasa, 7 Juli 2026 tersebut menjadi saham dengan pelemahan terdalam pada awal perdagangan.
Pelemahan juga dialami PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang turun 14,51 persen ke level 330, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) melemah 11,38 persen ke level 740, PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) terkoreksi 11,11 persen ke level 80, serta PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) yang turun 9,63 persen ke level 244.(*)