KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, di zona merah setelah tekanan jual terus mendominasi hingga sesi akhir. IHSG ditutup turun 76,16 poin atau melemah 1,23 persen ke level 6.130,19.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat bergerak cukup volatil. Indeks dibuka di level 6.201,80 lalu sempat menyentuh titik tertinggi harian di 6.286,87 sebelum akhirnya turun hingga level terendah 6.124,79.
Nilai transaksi seluruh pasar tercatat mencapai Rp18,10 triliun dengan volume perdagangan sekitar 248,82 juta lot dan frekuensi transaksi mencapai 1,96 juta kali. Sementara di pasar reguler, nilai transaksi tercatat Rp15,49 triliun dengan volume sekitar 227,79 juta lot.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham berkapitalisasi besar yang masih berada dalam fase distribusi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup turun 100 poin atau melemah 3,15 persen ke level 3.070.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bahkan anjlok 10 persen ke level 432. Tekanan juga terlihat pada saham-saham properti dan batu bara yang gagal mempertahankan penguatan awal sesi.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 2,92 persen ke level 166. Sementara saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dan saham-saham lapis dua lain juga bergerak melemah mengikuti sentimen pasar yang memburuk.
Di sektor properti, tekanan cukup besar terlihat pada saham PT BSA Logistic Indonesia Tbk (WBSA) yang ambles 13,16 persen ke level 660. Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) juga jatuh 12,23 persen ke level 610.
Meski IHSG tertekan, sejumlah saham grup energi dan petrokimia masih mampu bertahan di zona hijau. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melesat 7,65 persen ke level 1.900.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 5,07 persen ke level 1.555. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) ikut menguat 4,47 persen ke level 3.740.
Sementara saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih ditutup naik 3,91 persen ke level 505. Pergerakan saham-saham grup Prajogo Pangestu terlihat masih menjadi penahan tekanan IHSG di tengah derasnya aksi jual pasar.
Secara umum, perdagangan hari ini menunjukkan investor mulai lebih defensif terhadap aset berisiko. Pelemahan rupiah, tekanan geopolitik global, dan lonjakan harga minyak mulai memicu kekhawatiran baru terhadap aliran dana asing dan stabilitas pasar domestik.
Tekanan terhadap saham perbankan besar juga membuat IHSG sulit keluar dari zona merah. Pasar kini mulai menunggu apakah indeks mampu bertahan di atas area psikologis 6.100 atau justru melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.