KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, semakin mendekati level 6.000. Beberapa emiten yang mencatatkan saham perdananya, yaitu Niramas Utama Tbk (JELI) dan Nitrasana Darma Tbk (JECX), terbang dengan antrean beli yang sangat tebal.
IHSG menutup sesi I di level 5.943,53, menguat 27,46 poin atau 0,46 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 5.916,07. Walau begitu, perjalanan indeks tidak terlalu mulus. Dibuka di level 5.933,57, indeks sempat bergerak naik hingga menyentuh 5.954,35.
Namun, sesaat kemudian indeks tertekan dan membawanya turun ke titik terendah 5.890,44, sebelum akhirnya berbalik naik dan mengakhiri sesi pertama di 5.943,53. Posisi penutupan sesi I itu berada di atas level pembukaan sekaligus lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Kehadiran dua emiten baru memberikan warna sendiri pada aktivitas transaksi. Aktivitas berlangsung ramai, baik di pasar regular maupun di pasar tunai.
Di pasar reguler, volume perdagangan mencapai sekitar 122,43 juta lot dengan nilai transaksi Rp4,79 triliun dan frekuensi sekitar 997,45 ribu kali. Jika seluruh pasar dihitung, volume transaksi mencapai sekitar 126,79 juta lot, dengan nilai perdagangan Rp5,05 triliun dan frekuensi sekitar 997,82 ribu kali.
Saham-saham dengan Aktivitas Tinggi
Kenaikan IHSG ini ikut mendorong pergerakan sejumlah saham. Salah satunya Nusatama Berkah Tbk (NTBK). Pada sesi pagi, sahamnya berada di level Rp85. Angka ini menguat 18 poin atau 26,87 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp67.
Pergerakan NTBK berlangsung dalam rentang yang cukup lebar. Saham dibuka di Rp72, sempat mencapai harga tertinggi Rp87, dan menyentuh titik terendah Rp70. Volume perdagangan tercatat sekitar 7,53 juta lot dengan nilai transaksi Rp60,3 miliar, sedangkan harga rata-rata berada di Rp80. NTBK bertahan di Rp85, dua poin di bawah level tertinggi sesi pagi.
Kenaikan lebih tinggi secara persentase terlihat pada Trimitra Propertindo (LAND). Saham ini melesat 34,62 persen ke Rp70, bertambah 18 poin dari posisi sebelumnya Rp52.
LAND dibuka di Rp53, yang juga menjadi level terendahnya, kemudian bergerak naik hingga Rp70 sebagai harga tertinggi sekaligus harga terakhir.
Volume perdagangan LAND mencapai sekitar 3,82 juta lot dengan nilai transaksi Rp25,2 miliar dan harga rata-rata Rp66. Pada order book, antrean beli di harga Rp70 mencapai 205.261 lot. Total antrean bid yang terlihat sekitar 527.506 lot, sementara sisi penawaran pada tampilan tersebut kosong.
Saham Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga masuk dalam barisan saham yang menguat tajam. APLN berada di Rp128, naik 22 poin atau 20,75 persen dari posisi sebelumnya Rp106. Saham ini dibuka di Rp107, sempat mencapai harga tertinggi Rp138, dan menyentuh level terendah Rp105.
Volume transaksi APLN tercatat sekitar 1,86 juta lot dengan nilai perdagangan Rp23,7 miliar. Harga rata-rata transaksi berada di Rp128, sama dengan harga terakhir yang terlihat pada data perdagangan sesi pagi.
Antrean Beli JELI dan JECX Menggendut
Sementara itu, menjalani debut di lantai bursa pagi ini, JELI dan JECX langsung mencatatkan kenaikan sekitar 25 persen. Sekilas pergerakannya hampir sama, tetapi orderbook memperlihatkan perbedaan cukup besar pada jumlah lot dan frekuensi antrean beli.
JELI berada di level Rp1.125, naik 225 poin atau 25 persen dari harga sebelumnya Rp900. Dalam data yang ditampilkan, saham ini dibuka di Rp1.125 dan bertahan pada level tersebut. Harga pembukaan, tertinggi, terendah, terakhir, hingga harga rata-rata seluruhnya sama-sama tercatat di Rp1.125.
Volume transaksi JELI mencapai sekitar 3,85 ribu lot dengan nilai perdagangan sekitar Rp433 juta. Angka transaksi itu berhadapan dengan antrean beli yang jauh lebih besar. Pada harga Rp1.125 saja terdapat bid sekitar 2.632.933 lot dengan frekuensi 48.177 kali.
Jika seluruh level yang terlihat pada orderbook dijumlahkan, total antrean beli JELI mencapai sekitar 2.810.681 lot dengan total frekuensi 59.382 kali. Sementara itu, sisi penawaran pada tampilan yang diberikan terlihat kosong.
JECX memperlihatkan pola harga yang hampir serupa. Saham ini diperdagangkan di Rp1.560, naik 310 poin atau 24,80 persen dari posisi sebelumnya Rp1.250. Harga pembukaan, tertinggi, terendah, terakhir, dan rata-rata seluruhnya tercatat di level Rp1.560.
Volume transaksi JECX mencapai sekitar 3,89 ribu lot dengan nilai perdagangan sekitar Rp607 juta. Namun, antrean belinya lebih besar dibandingkan JELI. Pada harga Rp1.560 terdapat bid sekitar 5.441.297 lot dengan frekuensi 16.253 kali.
Secara keseluruhan, total antrean beli JECX yang terlihat mencapai sekitar 5.472.259 lot dengan frekuensi 19.351 kali. Seperti JELI, sisi penawaran pada tampilan order book juga terlihat kosong.
Secara keseluruhan, perjalanan JELI di sesi pertama ini unggul tipis, terutama jika dilihat dari sisi persentase kenaikan. JELI naik tepat 25 persen, sedangkan JECX menguat 24,80 persen. Selisih keduanya hanya 0,20 poin persentase.
Dari sisi volume transaksi pun angkanya berdekatan, yakni sekitar 3,85 ribu lot pada JELI dan 3,89 ribu lot pada JECX.
Perbedaan terbesar muncul pada antrean beli. Total bid JECX mencapai sekitar 5,47 juta lot, sedangkan JELI sekitar 2,81 juta lot. Artinya, dalam tampilan order book tersebut, jumlah lot yang mengantre di sisi beli JECX hampir dua kali lipat dibandingkan JELI.
Sebaliknya, JELI mencatat frekuensi antrean yang jauh lebih tinggi. Total frekuensi bid JELI mencapai 59.382 kali, sedangkan JECX 19.351 kali. Pada harga teratas masing-masing, JELI mencatat 48.177 frekuensi di Rp1.125, sementara JECX mencatat 16.253 frekuensi di Rp1.560.
IHSG menguat 0,46 persen setelah sempat turun ke bawah 5.900, sementara NTBK, LAND, dan APLN mencatat kenaikan dua digit. Di tengah pergerakan itu, JELI dan JECX menjalani hari pertama perdagangan dengan lonjakan hampir identik.
JELI sedikit lebih tinggi dari sisi persentase kenaikan dan mencatat frekuensi bid lebih banyak. JECX, sebaliknya, memiliki jumlah lot antrean beli yang jauh lebih besar. Keduanya sama-sama bertahan pada satu level harga dalam data yang terlihat, tetapi struktur antrean pada debut pagi mereka menunjukkan pola yang berbeda.(*)