Logo
>

IHSG Volatil, Analis Tekankan Strategi Buy on Weakness

Di tengah volatilitas pasar dan tekanan sentimen global, sejumlah analis merilis strategi trading berbasis level teknikal dan disiplin manajemen risiko.

Ditulis oleh Syahrianto
IHSG Volatil, Analis Tekankan Strategi Buy on Weakness
Pendekatan yang disarankan berkisar antara strategi buy on weakness hingga day trade dengan disiplin pada level teknikal. (Foto: Kabarbursa.com/Desty Luthfiani)

KABARBURSA.COM – Sejumlah analis pasar modal merilis strategi perdagangan saham di tengah tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih dibayangi sentimen global. Pendekatan yang disarankan berkisar antara strategi buy on weakness hingga day trade dengan disiplin pada level teknikal.

Berdasarkan riset MNC Sekuritas, pergerakan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih berada dalam fase koreksi.

Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa secara teknikal indeks masih berada dalam struktur gelombang korektif.

“IHSG saat ini berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah, sehingga perlu dicermati area 7.140 hingga 7.391 sebagai potensi area koreksi berikutnya,” tulis Herditya dalam riset hariannya, Senin, 9 Maret 2026. 

Dalam kondisi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham dengan strategi buy on weakness, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Saham AADI ditutup di level 10.300 dengan area buy on weakness pada kisaran 9.350 hingga 10.175. Target harga diproyeksikan berada di 10.950 hingga 11.425 dengan batas risiko (stop loss) di bawah 9.225.

Untuk BBCA, saham bank besar tersebut ditutup di level 7.000. Area akumulasi berada pada kisaran 6.600 hingga 6.700 dengan target harga di 7.275 sampai 7.575 serta stop loss di bawah 6.375.

Sementara itu, saham CUAN berada di level penutupan 1.320. Area pembelian disarankan pada kisaran 1.040 hingga 1.220 dengan target harga di 1.475 hingga 1.745 dan stop loss di bawah 995.

Adapun saham MBMA ditutup pada level 715. Strategi buy on weakness direkomendasikan pada rentang 630 sampai 685 dengan target harga di 750 hingga 790 dan batas risiko di bawah 605.

Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pergerakan IHSG masih berpotensi berada dalam tekanan jangka pendek seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyampaikan bahwa indeks berpotensi kembali menguji area support psikologis.

“Pada perdagangan terakhir, IHSG melemah 1,62 persen ke level 7.585 dengan net foreign sell sekitar Rp307 miliar. IHSG berpotensi kembali menguji support pada level 7.500,” tulis Reza dalam riset Sapa Mentari

Ia menilai sentimen eksternal seperti konflik geopolitik dan kondisi pasar global masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan pasar domestik.

BRIDS kemudian merilis sejumlah saham pilihan untuk strategi day trade. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direkomendasikan buy dengan area masuk pada kisaran 2.940 hingga 2.980. Target harga berada di 3.010 hingga 3.150 dengan stop loss di bawah 2.900.

Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga masuk dalam daftar rekomendasi buy. Area pembelian berada pada kisaran 26.500 sampai 26.975 dengan target harga di 27.300 hingga 28.125 serta batas risiko di bawah 26.000.

Selanjutnya, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) direkomendasikan untuk strategi day trade dengan area pembelian di kisaran 1.280 hingga 1.350. Target harga berada pada rentang 1.395 hingga 1.445 dengan stop loss di bawah 1.215.

Berbeda dengan tiga saham lainnya, BRIDS memberikan rekomendasi sell pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Saham tersebut terakhir berada di level 3.620 dengan potensi pelemahan menuju area 3.450. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.