Logo
>

IOTF Masuk Fase Sepi atau Lagi Kumpul Peluru Jelang RUPST?

RUPST IOTF digelar 2 Juni 2026 saat saham bergerak volatile sepanjang Mei dengan antrean offer masih mendominasi struktur perdagangan pasar.

Ditulis oleh Yunila Wati
IOTF Masuk Fase Sepi atau Lagi Kumpul Peluru Jelang RUPST?
Salah satu fokus utama RUPST IOTF ialah persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025. (Foto: dok IOTF)

KABARBURSA.COM PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 2 Juni 2026. Agenda rapat akan membahas kinerja perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 di tengah pergerakan saham yang mulai melandai sepanjang Mei 2026.

Emiten teknologi berbasis Internet of Things (IoT) ini dikenal lewat platform fleet management system bernama Fox Logger. Bisnis utama IOTF bergerak di bidang sistem pelacakan kendaraan, pemantauan armada, dan layanan digital berbasis IoT untuk mendukung efisiensi operasional perusahaan transportasi maupun logistik.

IOTF berdiri dengan fokus menyediakan sistem tracking kendaraan yang terintegrasi dengan teknologi digital dan pemantauan real-time. Perusahaan mengklaim telah melayani pelanggan di sekitar 60 kota besar di Indonesia dengan dukungan layanan pelanggan selama 24 jam.

Manajemen menyebut, perusahaan mulai beroperasi sejak 2015 dan mengembangkan Fox Logger sebagai solusi pemantauan kendaraan berbasis IoT. IOTF juga memiliki visi menjadi perusahaan nomor satu di Indonesia untuk kategori fleet management dari sisi produk dan layanan.

Saat ini, IOTF didukung sekitar 50 karyawan dan berfokus pada pengembangan layanan tracking system berbasis teknologi terbaru. Segmen bisnis ini masih berkaitan erat dengan tren digitalisasi sektor logistik dan transportasi nasional.

Agenda RUPST IOTF

Dari sisi agenda korporasi, RUPST IOTF pada 2 Juni 2026 diperkirakan akan membahas sejumlah agenda rutin tahunan. Salah satu fokus utama ialah persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025.

Selain itu, rapat tahunan emiten biasanya juga membahas penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik, perubahan susunan pengurus bila ada, hingga pemaparan perkembangan bisnis perseroan. Hingga saat ini, rincian lengkap mata acara rapat belum dipublikasikan lebih detail dalam data yang beredar di pasar.

Volatilitas Pergerakan Saham

Di tengah agenda RUPST tersebut, saham IOTF justru bergerak cukup volatile sepanjang Mei 2026. Berdasarkan data perdagangan, saham ini sempat menyentuh area tertinggi 68 pada awal Mei sebelum perlahan turun hingga area 57 pada akhir bulan.

Pada perdagangan 29 Mei 2026, IOTF ditutup di level 57 atau turun 3,39 persen. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp252,73 juta dengan volume 43,89 ribu lot dan frekuensi 373 kali transaksi.

Tekanan harga dalam beberapa pekan terakhir terlihat terjadi setelah saham ini sempat mengalami lonjakan transaksi besar pada pertengahan Mei. Pada 13 Mei 2026 misalnya, nilai transaksi mencapai Rp2,22 miliar dengan frekuensi melonjak hingga 9.100 kali.

Namun pada hari yang sama, arus dana asing justru mencatat net sell sekitar Rp294,57 juta. Tekanan asing juga sempat terlihat pada 11 Mei dengan net foreign sell Rp135,82 juta dan 12 Mei sebesar Rp50,35 juta.

Meski demikian, pola transaksi mulai berubah memasuki paruh kedua Mei. Asing kembali melakukan akumulasi bertahap dengan net foreign buy Rp193,77 juta pada 20 Mei dan Rp103,04 juta pada 22 Mei.

Momentum akumulasi itu sempat mendorong saham bergerak dari area 56 menuju 60. Namun tekanan jual kembali muncul mendekati akhir bulan sehingga harga kembali turun ke level 57.

Tekanan Jual Masih Tinggi

Dari sisi struktur perdagangan, orderbook IOTF pada akhir Mei memperlihatkan ketimpangan antrean jual yang masih cukup tebal. Total antrean bid tercatat sekitar 64.219 lot dengan frekuensi 242 kali, sementara antrean offer mencapai 184.355 lot dengan frekuensi 518 kali.

Area bid terbesar terlihat berada di harga 57 dengan antrean sekitar 21.684 lot. Sementara sisi offer cukup padat mulai level 63 hingga 67.

Antrean jual terbesar berada di harga 63 sebanyak 15.486 lot. Selain itu, offer 66 mencapai 8.393 lot dan offer 67 sekitar 9.289 lot.

Struktur tersebut menunjukkan area 57 mulai menjadi titik penjagaan jangka pendek pasar. Namun tekanan suplai di atas harga saat ini masih cukup tebal sehingga ruang kenaikan saham terlihat belum sepenuhnya longgar.

Secara historis selama Mei 2026, area 60–62 juga beberapa kali menjadi titik gagal bertahan harga. Saham sempat menyentuh 66 pada 13 Mei, tetapi tidak mampu mempertahankan momentum kenaikan dan perlahan terkoreksi kembali.(*)

SEO Description:
 

SEO Keywords:
 

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79