Market Watch

10 Jul 2026

BKDP 103 +33,77%
KONI 2.900 +25,00%
KOKA 170 +21,43%
NTBK 106 +17,78%
RBMS 66 +15,79%
DATA 2.320 +11,54%
FWCT 87 +11,54%
ASPI 535 +11,46%
DGIK 138 +10,40%
NANO 22 +10,00%
LMAX 112 +9,80%
CASH 202 +9,19%
KREN 12 +9,09%
KKES 61 +8,93%
PIPA 124 +8,77%
PLAN 38 +8,57%
BOGA 1.625 +8,33%
AEGS 40 +8,11%
NRCA 454 +8,10%
ELSA 650 +7,44%
SAGE 30 +7,14%
HOPE 160 +6,67%
MEDS 80 +6,67%
BIPP 64 +6,67%
BKDP 103 +33,77%
KONI 2.900 +25,00%
KOKA 170 +21,43%
NTBK 106 +17,78%
RBMS 66 +15,79%
DATA 2.320 +11,54%
FWCT 87 +11,54%
ASPI 535 +11,46%
DGIK 138 +10,40%
NANO 22 +10,00%
LMAX 112 +9,80%
CASH 202 +9,19%
KREN 12 +9,09%
KKES 61 +8,93%
PIPA 124 +8,77%
PLAN 38 +8,57%
BOGA 1.625 +8,33%
AEGS 40 +8,11%
NRCA 454 +8,10%
ELSA 650 +7,44%
SAGE 30 +7,14%
HOPE 160 +6,67%
MEDS 80 +6,67%
BIPP 64 +6,67%
Market Hari Ini 10 Jul 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Hutama Prayoga

Lanskap Pemodal AKRA: Free Float Terkerek, Pengendali Utama Makin Perkasa

Penambahan sebanyak 37,30 juta lembar tersebut mengerek rasio free float AKRA naik tipis sebesar 0,186 persen ke level 32,836 persen.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan kenaikan free float menjadi 32,836 persen per Mei 2026 seiring langkah perseroan menguras habis posisi saham treasuri.

Fasilitas kerja di PT AKR Corporindo Tbk (Foto: AKRA)
Fasilitas kerja di PT AKR Corporindo Tbk (Foto: AKRA)

Daftar Isi

  1. 01 Induk Pengendali dan Jajaran Direksi Kompak Menambah Saham
  2. 02 Pergerakan Harga AKRA

KABARBURSA.COM - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan kenaikan porsi saham publik (free float) menjadi 32,836 persen per akhir Mei 2026. Laporan registrasi efek terbaru menunjukkan kepemilikan pengendali utama bertambah kokoh, di tengah penyusutan jumlah pemegang saham kumulatif sebanyak 1.961 akun.

Manajemen AKRA dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat, 10 Juli 2026, menyampaikan jika perseroan mencatatkan kenaikan jumlah saham free float publik dari posisi bulan sebelumnya sebesar 6,55 miliar lembar saham kini bertambah menjadi 6,59 miliar lembar saham.

Penambahan sebanyak 37,30 juta lembar tersebut mengerek rasio free float AKRA naik tipis sebesar 0,186 persen ke level 32,836 persen.

Di saat bersamaan, posisi akun saham treasuri perseroan tercatat turun drastis 1,36 persen menjadi nol lembar dari posisi April 2026 yang sempat menampung 273 juta lembar saham.

Dinamika pelepasan saham treasuri dan pergerakan pasar ini turut mengubah lanskap kepemilikan umum. Jumlah total pemegang saham AKRA per akhir Mei 2026 menyusut menjadi 20.224 akun, berkurang sebanyak 1.961 nasabah dari posisi akhir April 2026 yang sempat menyentuh 22.185 akun.


Induk Pengendali dan Jajaran Direksi Kompak Menambah Saham

Adapun dalam keterbukaan itu disampaikan, porsi kepemilikan pemegang saham pengendali (PSP) AKRA kian gemuk. PT Arthakencana Rayatama selaku entitas pengendali utama memborong sebanyak 181.005.000 lembar saham baru sepanjang Mei 2026.

Aksi beli tersebut mendongkrak porsi kepemilikan langsungnya dari 63,71 persen menjadi 64,61 persen atau setara dengan 12,9 miliarlembar saham.

Sinyal optimistis internal juga ditunjukkan oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi perseroan yang kompak meningkatkan kepemilikan saham mereka.

Dua pemilik manfaat akhir perseroan mencatatkan penambahan volume saham cukup masif. Presiden Komisaris Soegiarto Adikoesoemo menambah 6 juta lembar saham sehingga kepemilikannya naik menjadi 0,754 persen, sementara Presiden Direktur Haryanto Adikoesoemo memborong 12 juta lembar saham baru hingga porsinya bertambah menjadi 1,119 persen.

Di sisi lain secara keseluruhan, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh atau total saham tercatat PT AKR Corporindo Tbk di Bursa Efek Indonesia tidak mengalami perubahan instrumen korporasi, yakni tetap kokoh bertahan di angka 20.073.474.600 lembar saham.

Pergerakan Harga AKRA

Mengutip data Stockbit, dalam kurun waktu satu pekan terakhir, harga saham AKRA mencatatkan kenaikan solid sebesar 5,18 persen. Grafik mingguan mengonfirmasi harga saham bergerak dinamis dari level terendah Rp1.250 hingga sempat mencapai titik tertinggi di level Rp1.340 per lembar saham.

Arah pergerakan naik ini terlihat semakin kokoh jika kita mengamati performa akumulatif dalam satu bulan ke belakang. Saham AKRA berhasil menorehkan pertumbuhan sebesar 7,32 persen. Sepanjang periode satu bulan tersebut, harga terendah saham terpantau berada pada level Rp1.195 per lembar saham, sementara level tertinggi berhasil menyentuh angka Rp1.340 per lembar saham.

Meskipun laju jangka pendek bergerak kencang, saham AKRA sempat mengalami tekanan koreksi yang cukup terasa dalam rentang waktu tiga bulan lalu.

Evaluasi grafik kuartalan menunjukkan harga saham menyusut sebesar 5,04 persen. Pada kurun waktu jangka menengah ini, harga saham berfluktuasi cukup lebar dengan titik nadir pada level Rp1.140 per lembar saham dan rekor tertinggi di angka Rp1.595 per lembar saham.

Namun, koreksi kuartalan tersebut langsung terkompensasi oleh performa jangka menengah yang lebih panjang.

Dalam rentang enam bulan terakhir, saham AKRA mengamankan pertumbuhan sebesar 6,88 persen dengan pergerakan harga dasar mulai dari level Rp1.100 per lembar saham.

Untuk performa sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (YTD) hingga periode Juli 2026 ini, investasi pada saham AKRA mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan sebesar 4,76 persen. Grafik tahun berjalan mencatatkan level tertinggi mutlak sempat menyentuh Rp1.595 per lembar saham.

Data perdagangan jangka panjang ikut menyajikan pertumbuhan nilai investasi yang sangat menarik secara historis. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, saham AKRA sukses meroket sebesar 14,29 persen.

Fluktuasi harga dalam 365 hari ke belakang bergerak dinamis dari level terendah Rp1.065 per lembar hingga menyentuh puncaknya di level Rp1.595 per lembar saham.

Meskipun performa investasi tiga tahun mencatatkan penyusutan tipis sebesar 8,97 persen dengan batas bawah Rp890 per lembar saham, saham AKRA langsung membalikkan keadaan pada grafik yang lebih panjang.

Investasi jangka panjang dalam rentang lima tahun terakhir menorehkan lompatan keuntungan yang sangat fantastis bagi para pemegang saham, yakni melesat hingga 113,59 persen. Pada masa lima tahun tersebut, level harga saham termurah sempat berada di angka Rp600 per lembar.

Terakhir, untuk jangka waktu satu dekade atau 10 tahun, saham AKRA mengonfirmasi posisi pertumbuhan yang konsisten di zona hijau dengan akumulasi kenaikan sebesar 2,72 persen. 

Data historis jangka panjang 10 tahun ini mencatatkan batas bawah absolut perseroan berada pada level Rp281 per lembar saham, sedangkan rekor batas atas tertinggi mutlak sukses bertahan pada level Rp1.865 per lembar saham. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait