Market Watch

13 Jul 2026

BKDP 133 +29,13%
TAMA 196 +26,45%
VKTR 650 +25,00%
ATAP 555 +24,44%
LAND 77 +22,22%
BIPP 73 +15,87%
RODA 67 +13,56%
MPOW 102 +12,09%
SAGE 33 +10,00%
BTEK 11 +10,00%
GPSO 312 +9,86%
KKES 67 +9,84%
AGII 3.180 +9,66%
NANO 24 +9,09%
SKRN 408 +8,51%
TFCO 720 +8,27%
TNCA 146 +8,15%
TOOL 70 +7,69%
SQMI 57 +7,55%
FWCT 90 +7,14%
BAPI 16 +6,67%
SMLE 115 +6,48%
BLTA 34 +6,25%
ASMI 17 +6,25%
BKDP 133 +29,13%
TAMA 196 +26,45%
VKTR 650 +25,00%
ATAP 555 +24,44%
LAND 77 +22,22%
BIPP 73 +15,87%
RODA 67 +13,56%
MPOW 102 +12,09%
SAGE 33 +10,00%
BTEK 11 +10,00%
GPSO 312 +9,86%
KKES 67 +9,84%
AGII 3.180 +9,66%
NANO 24 +9,09%
SKRN 408 +8,51%
TFCO 720 +8,27%
TNCA 146 +8,15%
TOOL 70 +7,69%
SQMI 57 +7,55%
FWCT 90 +7,14%
BAPI 16 +6,67%
SMLE 115 +6,48%
BLTA 34 +6,25%
ASMI 17 +6,25%
Market Hari Ini 13 Jul 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Hutama Prayoga

Ledakan Volume Transaksi VKTR Buka Jalan Reli Baru, ke Mana Arah Selanjutnya?

BRI Danareksa menyebut, validitas dari tembusnya area batas atas tersebut diperkuat secara signifikan oleh lonjakan harga yang disertai dengan peningkatan volume perdagangan secara masif

Saham VKTR melonjak 20 persen ke level Rp625 pada Senin pagi setelah sukses menembus batas penting Rp550 dan mengonfirmasi pola pembalikan arah teknikal.

Proyek kendaraan listrik. (Foto: Dok. VKTR)
Proyek kendaraan listrik. (Foto: Dok. VKTR)

Daftar Isi

  1. 01 Pergerakan Saham
  2. 02 Kinerja Kuartal I 2026

KABARBURSA.COM - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dinilai tengah menunjukkan pembalikan arah yang kuat.  BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, pergerakan harga saham VKTR sukses menembis batas atas penting di level Rp550.

VKTR sendiri sebenarnya dibuka tidak bergerak di level Rp520 pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026. Namun, saham ini langsung melonjak 20 persen ke harga Rp625 pada pukul 09:30 WIB.

BRI Danareksa menyebut, validitas dari tembusnya area batas atas tersebut diperkuat secara signifikan oleh lonjakan harga yang disertai dengan peningkatan volume perdagangan secara masif.

Aktivitas pergerakan ini secara teknikal membuka peluang kelanjutan tren penguatan harga ke depan menuju area target perlawanan atau resistance berikutnya.

"Lonjakan harga disertai peningkatan volume memperkuat validitas breakout, sekaligus membuka peluang kelanjutan penguatan menuju area Rp616–Rp656," tulis BRI Danareksa dalam risetnya.

Perusahaan sekuritas itu menyampaikan, posisi harga VKTR saat ini telah menembus kurva rata-rata bergerak 20 hari atau Moving Average 20 (MA20).

"Volume meningkat saat breakout, mengindikasikan partisipasi beli yang lebih kuat," sebut BRI Danareksa.

Lebih jauh, catatan positif itu juga ditopang oleh indikatorMoving Average Convergence Divergence (MACD) yang kini berada dalam kondisi bullish. BRI Danareksa memandang, mencerminkan akselerasi momentum dari saham VKTR.

Berdasarkan pemetaan tingkat teknikal terkini, BRI Danareksa mencatat saham VKTR memiliki area pertahanan atau support terdekat pada rentang harga Rp550 hingga Rp557.

Untuk target jangka pendek, saham ini akan menguji area resistance pertama pada level harga Rp616 per lembar saham. Jika momentum pembelian terus berlanjut, target kenaikan berikutnya akan menuju area resistance kedua pada kisaran harga Rp648 hingga Rp656.

Kendati begitu, investor patut mencermati batasan risiko penurunan yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas apabila harga saham bergerak turun dan ditutup di bawah level harga Rp550.

Pergerakan Saham

Tren penguatan saham VKTR sudah terlihat dalam skala satu pekan terakhir yang tercatat naik tajam sebesar 22,64 persen dari batas terendah sepekan di Rp498 per lembar saham.

Indikator pergerakan harga skala jangka menengah juga memperlihatkan pemulihan yang konsisten berlanjut dari zona bawah.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham VKTR membukukan pertumbuhan positif sebesar 4,00 persen dengan rentang fluktuasi pergerakan harga berada di kisaran Rp448 hingga level tertinggi Rp710 per lembar.

Kendati demikian, performa jangka menengah komparatif di atas periode tersebut terpantau masih tertahan di zona merah akibat tekanan jual masa lalu.

Kinerja tiga bulan terakhir mencatatkan koreksi sebesar minus 32,99 persen pada rentang Rp448 hingga Rp1.090, sedangkan periode enam bulan terakhir terkoreksi minus 33,33 persen pada rentang Rp448 sampai Rp1.340.

Akumulasi penurunan pada paruh pertama tahun ini menyebabkan performa tahun berjalan atau year to date (YTD) saham VKTR masih membukukan rapor minus sebesar 23,08 persen. Sepanjang periode berjalan tahun ini, saham bergerak fluktuatif pada rentang harga Rp448 hingga batas tertinggi Rp1.340 per lembar.

Kondisi sebaliknya justru terlihat nyata pada data komparatif jangka panjang. Dalam basis satu tahun terakhir, saham VKTR menorehkan lonjakan luar biasa sebesar 664,71 persen dari level terendah Rp79 ke level Rp1.340, serta meroket 407,81 persen pada skala tiga tahun terakhir dari harga Rp60 per lembar saham.

Kinerja Kuartal I 2026

VKTR sukses mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026. Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, emiten ini meraup laba bersih sebesar Rp10,55 miliar atau naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp5,33 miliar.

Kinerja laba bersih tersebut tidak lepas dari performa penjualan dan pendapatan usaha VKTR yang melesat menjadi Rp344,99 miliar. Angka ini meningkat dibanding tiga bulan perta 2025 yang sebesar Rp218,07 miliar.

Peningkatan tersebut mampu mengerek laba bruto VKTR yang naik menjadi Rp64,42 miliar. Beban pokok penjualan dan pendapatan usaha VKTR juga ikut meningkat menjadi  Rp280,56 miliar.

Dari sisi profitabilitas saham, laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk berada pada level Rp0,08 per lembar saham.

Adapun total aset VKTR pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp1,83 triliun yang didominasi oleh piutang usaha pihak ketiga bersih senilai Rp237,45 miliar.

Pindah ke sisi liabilitas, total kewajiban VKTR pada kuartal I 2026 mencapai Rp573,44 miIiar, menyusut dibanding akhir Desember 2025 yang sebesar Rp553,02 miliar.

Sementara itu, ekuitas VKTR pada kuartal I 2026 mencapai Rp1,8 triliun atau meningkat dibanding periode serupa tahun lalu di angka Rp1,7 triliun. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait