Logo
>

NCKL Bakal Buyback Saham Rp1 Triliun Usai RUPST 2026

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menyiapkan aksi buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun setelah RUPST 30 Juni 2026

Ditulis oleh Hutama Prayoga
NCKL Bakal Buyback Saham Rp1 Triliun Usai RUPST 2026
NCKL berencana melakukan buyback saham hingga Rp1 triliun. (Foto: Dok. Harita Nickel)

KABARBURSA.COM - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) berencana melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham dalam  waktu 12 bulan terhitung setelah tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan (RUPST) pada 30 Juni 2026.

Manajemen NCKL dalam keterbukaan informasi, Jumat, 22 Mei 2026 menyampaikan, biaya yang akan dikeluarkan dalam buyback saham sebanyak-banyaknya Rp1 triliun.

"Termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham," tulis manajemen NCKL.

Adapun saat ini, Perseroan masih dalam periode buyback  saham 2025 yang sebelumnya telah disetujui melalui RUPST 2025, dengan periode pelaksanaan pada 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026.

Meski demikian, manajemen NCKL menyatakan RUPS yang akan datang tidak akan beririsan dengan periode buyback saham2025, mengingat periode tahap 2025 telah berakhir pada tanggal 18 Juni 2026.

"Dengan demikian, pada saat RUPST  30 Juni 2026, periode pembelian kembali saham 2025 telah berakhir dan tidak terdapat irisan periode antara kedua program Pembelian kembali saham tersebut," terang manajemen.

Manajemen NCKL menyampaikan, alasan  melakukan buyback usai mempertimbangkan bahwa harga pasar saham NCKL saat ini belum mencerminkan nilai Perseroan yang sesungguhnya.

Manajemen menegaskan, pelaksanaan buyback ini  tidak akan berdampak terhadap pendapatan Perseroan. Selain itu, tidak terdapat pula perubahan signifikan atas laba bersih dan laba per saham Perseroan atas pelaksanaan pembelian kembali saham tersebut," sebut manajemen.

"Dikarenakan tidak terdapat dampak pada pendapatan Perseroan atas pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan, maka tidak terdapat perubahan signifikan atas  proforma laba per saham Perseroan," jelas manajemen.

Adapun sumber dana yang digunakan untuk pelaksanaan buyback saham sepenuhnya menggunakan dana internal Perseroan, dan bukan merupakan dana hasil penawaran umum ataupun dana yang berasal dari pinjaman atau utang dalam bentuk apapun.

"Serta tidak akan mempengaruhi kemampuan keuangan Perseroan secara signifikan untuk memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo," terang manajemen.

Adapun pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat, 22 Mei 2026, saham NCKL ditutup menguat 4,91 persen atau 40 poin ke level Rp855. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.