KABARBURSA.COM - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) sukses membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,06 triliun pada tahun 2025. Angka ini meningkat 9,4 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp1,89 triliun pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat 15,0 persen YoY menjadi Rp717,5 miliar, dengan margin laba bruto membaik menjadi 34,8 persen dari sebelumnya 33,1 persen.
"Peningkatan margin ini mencerminkan efisiensi biaya produksi serta perbaikan bauran produk ke arah produk dengan margin yang lebih tinggi," tulis manajemen OMED dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat, 27 Maret 2026.
Sementara itu, OMED membukukan laba usaha sebesar Rp390,9 miliar atau tumbuh 12,2 persen YoY, dengan margin usaha sebesar 18,9 persen.
Laba tahun berjalan OMED meningkat 13,9 persen YoY menjadi Rp368,9 miliar dibandingkan Rp324,0 miliar pada tahun sebelumnya. Beriringan dengan itu, laba per saham (EPS) OMED meningkat menjadi Rp13,57 dari Rp11,89.
Memasuki tahun 2026, manajemen menyatakan OMED mempertahankan pandangan yang konstruktif terhadap
prospek pertumbuhan industri alat kesehatan nasional meskipun dihadapkan pada tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan potensi tekanan harga energi.
OMED sendiri menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2026 atau tumbuh di kisaran 10–15 persen YoY. Selain itu, Perseroan juga menargetkan margin laba bruto berada pada kisaran awal 30 persen dan penjualan ekspor mencapai USD1,0–1,5 juta.
"Target tersebut akan didukung oleh penguatan distribusi domestik, pengembangan produk dengan margin lebih tinggi, ekspansi pasar ekspor, serta peningkatan efisiensi operasional yang berkelanjutan," tulis manajemen. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.