Logo
>

Pendapatan Melonjak, Laba 2025 DAAZ Justru Tergerus

Pendapatan DAAZ naik 32,3 persen, namun beban pokok tumbuh lebih tinggi hingga menekan laba bruto dan laba bersih, di tengah kenaikan aset dan liabilitas sepanjang 2025.

Ditulis oleh Yunila Wati
Pendapatan Melonjak, Laba 2025 DAAZ Justru Tergerus
Meskin catatkan pendapatan naik, namun laba bersih DAAZ Justru Tergerus. Foto: Dok DAAZ)

KABARBURSA.COM – Kinerja keuangan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) sepanjang 2025 memperlihatkan perbedaan arah antara pertumbuhan pendapatan dan perolehan laba bersih. Di satu sisi, emiten ini mencatat lonjakan pendapatan hingga dua digit, namun di sisi lain laba bersih justru mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, DAAZ membukukan pendapatan sebesar Rp13,41 triliun atau tumbuh 32,3 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp10,13 triliun. Kenaikan ini menunjukkan ekspansi aktivitas usaha yang lebih besar sepanjang tahun berjalan.

Namun peningkatan pendapatan tersebut diikuti oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi. Sepanjang 2025, beban pokok tercatat mencapai Rp12,51 triliun atau meningkat 37,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini melampaui pertumbuhan pendapatan, sehingga menekan margin usaha perusahaan.

Dampaknya terlihat pada laba bruto yang justru mengalami penurunan menjadi Rp902,27 miliar dari sebelumnya Rp1,03 triliun. Secara tahunan, laba bruto menyusut 12,2 persen, yang artinya ada tekanan pada efisiensi biaya dan struktur margin.

Tekanan tersebut berlanjut hingga level profitabilitas yang lebih dalam. Laba sebelum pajak DAAZ tercatat sebesar Rp392,56 miliar, turun 45,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp718,29 miliar. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp36,85 miliar, laba tahun berjalan tercatat Rp355,72 miliar atau menurun 41,6 persen secara tahunan.

Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp263,73 miliar, anjlok 42,1 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp455,43 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang tetap tinggi, yang menunjukkan adanya tekanan konsisten pada seluruh lapisan laba.

Total Aset Naik Lima Persen

Dari sisi neraca, total aset DAAZ tercatat sebesar Rp6,32 triliun atau meningkat 23,1 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp5,13 triliun. Kenaikan aset ini diikuti oleh pertumbuhan ekuitas menjadi Rp2,18 triliun atau naik sekitar 5 persen dibandingkan Rp2,07 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, total liabilitas meningkat lebih tinggi, yaitu menjadi Rp4,14 triliun atau naik 35,3 persen dibandingkan 2024. Struktur liabilitas didominasi oleh kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp2,12 triliun, menunjukkan peningkatan kebutuhan pendanaan jangka pendek dalam struktur keuangan perusahaan.

Pada saat yang sama, posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp841,92 miliar atau meningkat 14,7 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp734,19 miliar. Kenaikan ini mencerminkan adanya tambahan likuiditas, meskipun pertumbuhan liabilitas terjadi dalam skala yang lebih besar.

Secara keseluruhan, laporan keuangan DAAZ sepanjang 2025 memperlihatkan peningkatan aktivitas usaha yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan, namun diiringi tekanan biaya yang lebih tinggi sehingga berdampak pada penurunan laba di berbagai level. 

Struktur neraca juga menunjukkan ekspansi aset dan liabilitas secara bersamaan dengan kenaikan kas yang tetap terjaga dalam periode tersebut.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79