Logo
>

Penjualan MPPA Tumbuh 1,9 Persen pada 2025, Rugi Bersih Ikut Melebar

Adrian Suherman, selaku CEO MPPA meyampaikan, FY 2025 mencerminkan kemajuan berkelanjutan kami dalam memperkuat fundamental MPPA

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Penjualan MPPA Tumbuh 1,9 Persen pada 2025, Rugi Bersih Ikut Melebar
Penjualan MPPA Tumbuh 1,9 Persen pada 2025 (Foto: Dok. MPPA)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat pertumbuhan pendapatan yang resilien serta peningkatan laba kotor sepanjang 2025. Di samping itu, Perseroan mengalami peningkatan rugi bersih.

    Momentum positif dari inisiatif rebranding MPPA yang diluncurkan pada 28 Agustus 2025 turut memperkuat keterlibatan pelanggan serta relevansi merek, sehingga menjadi fondasi yang lebih kuat bagi fase pertumbuhan Perseroan berikutnya.
     

    Merujuk laporan keuangan yang diterbitkan, pada 2025, MPPA meraup penjualan bersih sebesar Rp7,2 triliun atau meningkat 1,9 persen secara year on year (yoy). Manajemen menyebut peningkatan ini didukung oleh permintaan pelanggan yang stabil serta pelaksanaan inisiatif strategis Perseroan yang konsisten sepanjang tahun.

    Laba kotor MPPA sepanjang tahun lalu ikut naik sebesar 2,8 persen menjadi Rp1,27 triliun. Manajemen menyampaikan catatan ini ditopang oleh perbaikan bauran penjualan serta peningkatan relevansi penawaran produk terhadap kebutuhan pelanggan.

    Laba operasi emiten ritel ini tetap positif sebesar Rp26 miliar, meskipun lebih rendah dibandingkan  2024 yang sebesar Rp33,92 miliar. Perolehan ini seiring Perseroan terus melakukan investasi pada inisiatif operasional untuk memperkuat daya saing jangka panjang.

    Investasi tersebut antara lain difokuskan pada inovasi format ritel baru serta penyegaran penawaran produk agar tetap selaras dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

    Namun, MPPA mencatat rugi bersih periode berjalan sebesar Rp152 miliar, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang senilai Rp118,1 miliar. Catatan ini terutama dipengaruhi oleh beban non-operasional.

    Adrian Suherman, selaku CEO MPPA meyampaikan, FY 2025 mencerminkan kemajuan berkelanjutan kami dalam memperkuat fundamental MPPA.

    "Kami mencatat pertumbuhan penjualan yang moderat dan peningkatan margin melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta perbaikan strategi merchandising. Kami terus berinvestasi pada inisiatif yang mendukung transformasi jangka panjang," ujar dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 17 Februari 2026.

    Adrian menyebut respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan MPPA. Menurutnya, upaya ini akan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

    Terkait prospek ke depan, manajemen menyatakan MPPA tetap berfokus pada percepatan strategi yang berorientasi pada pelanggan, dengan memastikan produk segar serta kebutuhan keluarga tetap tersedia dengan harga terjangkau, sekaligus selaras dengan preferensi konsumen di masing-masing wilayah.

    Disampaikan, Perseroan akan terus memperkuat produktivitas gerai, menyempurnakan assortments, serta meningkatkan eksekusi operasional dan keunggulan layanan di seluruh jaringan melalui pendekatan ritel terintegrasi.

    Didukung oleh penguatan kapabilitas rantai pasok, peningkatan keterlibatan digital, serta ekspansi selektif termasuk ke wilayah underserved, MPPA berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang baru. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.