KABARBURSA.COM - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) akan membagikan dividen usai disetujui lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dividen tunai yang diambil dari tahun buku 2025 ini berjumlah USD172,29 juta. Dengan ini, investor akan mendapatkan dividen sebesar Rp125,6 per saham.
PGAS telah menetapkan jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 4 Juni 2026, sedangkan ex dividen dijadwalkan pada 5 Juni 2026.
Sementara untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 7 Juni 2026 dan ex dividen pada 9 Juni 2026.
Adapun daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen tunai ditetapkan pada 8 Juni 2026. Sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 24 Juni 2026.
Sebelumnya diberitakan, PGAS membukukan pendapatan sebesar USD3,9 miliar sepanjang 2025, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya di tengah dinamika industri energi.
Kinerja ini ditopang pertumbuhan bisnis inti perusahaan pada segmen midstream dan downstream berbasis infrastruktur gas bumi.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan perusahaan terus menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan strategis.
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah, dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.
Dari sisi operasional, volume niaga gas bumi PGN mencapai 836 BBTUD sepanjang 2025. Sementara itu, volume transmisi gas meningkat 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD, seiring meningkatnya penyerapan dari pelanggan industri dan pembangkit listrik.
Kinerja juga didukung oleh segmen infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17 persen, yang berkontribusi terhadap keandalan pasokan gas untuk sektor industri dan pembangkit listrik.
Di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.
Perusahaan juga memperluas infrastruktur gas dengan menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi jargas sepanjang 2025.
Dari sisi profitabilitas, PGN membukukan laba operasi sebesar USD519,6 juta, sementara laba bersih tercatat USD215,4 juta.
Pencapaian ini dipengaruhi penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu yang bersifat non-cash, sehingga tidak berdampak pada arus kas operasional perusahaan. (*)