Market Watch

05 Jul 2026

KOKA 135 +35,00%
FUTR 220 +34,97%
ECII 153 +34,21%
RMKO 390 +25,00%
COCO 290 +25,00%
ASPI 414 +24,70%
DEPO 286 +24,35%
MDIA 71 +20,34%
CSMI 82 +18,84%
PADI 89 +12,66%
RGAS 188 +11,24%
VISI 950 +11,11%
TRUS 600 +10,09%
LUCY 715 +10,00%
PSDN 110 +10,00%
BTEK 11 +10,00%
BAPA 378 +9,88%
CASH 191 +9,77%
UDNG 1.410 +9,73%
NINE 79 +9,72%
PPGL 194 +9,60%
SAGE 23 +9,52%
IFSH 1.335 +9,43%
RCCC 93 +9,41%
KOKA 135 +35,00%
FUTR 220 +34,97%
ECII 153 +34,21%
RMKO 390 +25,00%
COCO 290 +25,00%
ASPI 414 +24,70%
DEPO 286 +24,35%
MDIA 71 +20,34%
CSMI 82 +18,84%
PADI 89 +12,66%
RGAS 188 +11,24%
VISI 950 +11,11%
TRUS 600 +10,09%
LUCY 715 +10,00%
PSDN 110 +10,00%
BTEK 11 +10,00%
BAPA 378 +9,88%
CASH 191 +9,77%
UDNG 1.410 +9,73%
NINE 79 +9,72%
PPGL 194 +9,60%
SAGE 23 +9,52%
IFSH 1.335 +9,43%
RCCC 93 +9,41%
Market Hari Ini 06 Jul 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Hutama Prayoga

Prospek IHSG Pekan Ini: Potensi Rebound di Tengah Tren Bearish

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, pergerakan IHSG mampu untuk rebound dari level support pentingnya pada 5.560 - 5.735. Menurut mereka, potensi penguatan lanjutan cukup terbuka.

IHSG diprediksi menguat pada pekan ini (6-10 Juli 2026) menuju target resistance 6.135. Namun, waspadai tren bearish jika indeks gagal tembus level psikologis 6

Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com/Fadli)
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (Foto: KabarBursa.com/Fadli)

Daftar Isi

  1. 01 Fokus Pekan Ini
  2. 02 IHSG Dibuka Menguat

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada pekan ini periode 6-10 Juli 2026. Pergerakan indeks disertai dengan berbagai sentimen di dalam negeri maupun mancanegara.

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, pergerakan IHSG mampu untuk rebound dari level support pentingnya pada 5.560 - 5.735. Menurut mereka, potensi penguatan lanjutan cukup terbuka.

"Ditambah dengan indikator MACD yang kembali positif dengan target penguatan di resistance 5.940 - 6.135," tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Senin, 6 Juli 2026.

Akan tetapi, secara jangka menengah, IHSG dinilai masih mempunyai trend yang bearish. BRI Danareksa menyebut jika pekan ini IHSG belum mampu menembus level psikologis 6000, maka ada potensi trend bearish.

"Akan berlanjut dengan level support pada 5.734 - 5.560," tulis mereka.

Adapun PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham sepanjang pekan lalu periode 29 Juni—3 Juli 2026 ditutup melemah.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan perubahan terjadi pada  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu ditutup merosot sebesar 0,35 persen.

"Sehingga berada pada level 5.875,780 dari 5.896,134 pada pekan sebelumnya," ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 3 Juli 2026.

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami pelemahan sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Selain itu, Kautsar menyampaikan rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan ikut terkapar sebesar 16,71 persen dari1,73 juta kali transaksi pada minggu sebelumnya menjadi 1,44 juta kali transaksi pekan ini.

Rata-rata volume transaksi harian Bursa juga mengalami koreksi ditutup di 17,54 miliar lembar atau menurun  30,35 persen menjadi dari 25,18 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

"Rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar.

Fokus Pekan Ini

BRI Danareksa memandang fokus pasar pada pekan ini tertuju pada ekonomi Amerika Serikat (AS) yang hanya menciptakan 57 ribu lapangan kerja pada Juni 2026. Catatan ini jauh di bawah konsensus 110 ribu dan lebih rendah dari revisi Mei sebesar 129 ribu, menandai pertumbuhan tenaga kerja terlemah dalam empat bulan terakhir.

"Revisi turun sebesar 74 ribu pekerjaan untuk April dan Mei memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum dalam beberapa bulan terakhir," sebut BRI Danareksa.

Adapun, pertumbuhan lapangan kerja masih ditopang sektor jasa profesional (+36 ribu), bantuan sosial (+25 ribu), dan kesehatan (+22 ribu),sementara sektor rekreasi dan perhotelan justru kehilangan 61 ribu pekerjaan akibat lemahnya perekrutan musiman.

"Pelemahan pasar tenaga kerja berpotensi mengurangi tekanan inflasi dari sisi tenaga kerja, sehingga memperkecil urgensi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat," terang BRI Danareksa.


Di sisi lain, perhatian juga akan tertuju terkait asksi BEI yang mengevaluasi Papan Pemantauan Khusus (PPK). Hal ini dinilai dapat meningkatkan likuiditas.

Evaluasi itu nantinya akan menghapus tiga kriteria, yakni free float rendah, likuiditas perdagangan rendah, dan suspensi akibat aktivitas perdagangan, serta menyesuaikan kriteria lainnya.

BRI Danareksa menilai, perubahan ini akan mengarahkan PPK lebih berfokus pada kondisi fundamental emiten, seperti ekuitas negatif, PKPU, atau permasalahan keuangan lainnya, dibanding faktor teknis perdagangan.

BEI juga berencana menyamakan mekanisme auto rejection PPK dengan papan reguler serta menambah periode non-cancellation secara bertahap, sehingga proses price discovery diharapkan menjadi lebih efisien.

"Penghapusan kriteria suspensi juga berpotensi meningkatkan peluang saham kembali memenuhi syarat indeks MSCI, mengingat status PPK akibat suspensi sebelumnya menjadi salah satu faktor yang membatasi inklusi saham dalam indeks MSCI," sebut BRI Danareksa.

IHSG Dibuka Menguat

Adapun diberitakan sebelumnya, IHSG dibuka menguat pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, di tengah dominasi saham-saham sektor bahan baku dan energi.

Berdasarkan data perdagangan hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 5.889,93 atau menguat 14,15 poin setara 0,24 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.906,79 dan terendah di 5.888,75.

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp252,10 miliar dengan volume perdagangan 4,70 juta lot dari 49.520 kali transaksi. Di pasar reguler, nilai transaksi tercatat sebesar Rp252,09 miliar dengan volume 4,69 juta lot.

Pergerakan sektoral didominasi penguatan. Sektor bahan baku (basic industry) memimpin kenaikan sebesar 1,51 persen, diikuti sektor energi yang naik 0,89 persen dan sektor transportasi sebesar 0,79 persen.

Sektor properti juga menguat 0,33 persen, disusul sektor barang konsumsi siklikal 0,29 persen, infrastruktur dan teknologi masing-masing 0,18 persen, serta sektor barang konsumsi nonprimer 0,11 persen.

Sebaliknya, tekanan masih terjadi pada sektor industri yang turun 0,61 persen, sektor kesehatan melemah 0,31 persen, dan sektor keuangan terkoreksi tipis 0,09 persen. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait