KABARBURSA.COM – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana memperluas jangkauan operasional bisnisnya dengan menambah kegiatan usaha baru berupa Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Provider/NAP).
Emiten infrastruktur telekomunikasi ini akan mengeksekusi ekspansi strategis tersebut secara tidak langsung melalui entitas anak usahanya. Langkah korporasi tersebut diambil guna menangkap peluang pasar konektivitas digital yang terus bertumbuh pesat di Indonesia.
Untuk merealisasikan rencana ekspansi ini, perseroan diperkirakan membutuhkan alokasi investasi awal sebesar Rp47,4 miliar. Seluruh kebutuhan dana untuk pengembangan portofolio baru tersebut akan didanai sepenuhnya menggunakan kas internal perusahaan.
“Manajemen memastikan alokasi permodalan mandiri ini tidak akan mengganggu stabilitas likuiditas harian maupun kelangsungan pengeluaran operasional inti grup,” tulis keterangan dalam prospektus, Kamis, 16 Juli 2026.
Realisasi perluasan bidang usaha jasa penyedia akses internet komersial ini masih harus melewati sejumlah tahapan pemenuhan regulasi pasar modal. Manajemen WIFI diwajibkan mengantongi persetujuan resmi dari para pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis bursa, agenda RUPS pengesahan usaha baru tersebut akan diselenggarakan pada 24 Agustus 2026.
Sebelum pelaksanaan RUPS, manajemen juga telah menjadwalkan rangkaian agenda penyampaian informasi penting kepada publik dan pemegang saham. Otoritas bursa mencatat pemanggilan resmi RUPS melalui situs web bursa dan perseroan akan diterbitkan pada 31 Juli 2026.
Apabila terdapat perubahan informasi material, perusahaan diberikan batas waktu pembaruan hingga dua hari sebelum pelaksanaan rapat yakni 20 Agustus 2026.
Selanjutnya, ringkasan risalah hasil keputusan RUPS akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat pada 27 Agustus 2026. Kepatuhan terhadap lini masa regulasi ini dijalankan demi memberikan transparansi penuh bagi para investor publik. Manajemen berharap seluruh pemegang saham memberikan dukungan penuh terhadap diversifikasi bisnis yang dinilai prospektif ini.
Berdasarkan studi kelayakan independen, proyek penambahan jasa gerbang akses internet ini diproyeksikan memberikan kontribusi keuangan positif yang menjanjikan. “Tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return/IRR) dari proyek ini diperkirakan mampu menyentuh level 18,65 persen. Angka proyeksi pengembalian modal tersebut dinilai berada di atas rata-rata biaya modal industri telekomunikasi saat ini,” lanjut keterangan dalam prospektus tersebut.
Kehadiran lini bisnis NAP ini akan menjadi pelengkap bagi ekosistem infrastruktur menara telekomunikasi yang menjadi bisnis inti TBIG. Perusahaan dapat memanfaatkan jaringan serat optik dan menara eksisting secara vertikal untuk menyalurkan kapasitas internet grosir. Strategi integrasi aset ini diyakini mampu meningkatkan nilai utilisasi infrastruktur sekaligus menciptakan efisiensi pos pengeluaran modal.
Manajemen menegaskan diversifikasi ke segmen NAP ini sangat krusial untuk menjaga pertumbuhan pendapatan jangka panjang perusahaan. Hal ini didorong oleh terus meningkatnya permintaan kapasitas data berkecepatan tinggi dari perusahaan penyedia jasa internet retail domestik. Penyediaan gerbang akses internet independen akan memposisikan perseroan sebagai mitra infrastruktur digital hulu yang strategis.
“Rencana penambahan kegiatan usaha ini juga telah melalui proses kajian mendalam terkait aspek risiko operasional dan persaingan pasar,” sambung pernyataan dalam dokumen.
Perseroan optimistis rekam jejak yang kuat dalam mengelola ribuan menara telekomunikasi menjadi modal utama keberhasilan bisnis baru ini. Langkah mitigasi risiko teknis telah disiapkan secara matang guna menjamin kualitas keandalan layanan internet grosir.
Tren Pergerakan Harga Saham TBIG di Lantai Bursa
Aktivitas perdagangan saham berkode emiten TBIG memperlihatkan dinamika pergerakan harga yang cukup variatif dalam kurun waktu tujuh hari bursa terakhir. Pada penutupan perdagangan Rabu, 15 Juli 2026, harga saham perseroan parkir di level Rp1.455 per lembar. Saham infrastruktur telekomunikasi ini mencatatkan kenaikan tipis sebesar 15 poin atau menguat 1.04 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Total nilai transaksi harian untuk saham perseroan pada pertengahan Juli tersebut dilaporkan menyentuh angka Rp1,01 miliar. Kuantitas volume perdagangan harian ditutup pada posisi 6,95 ribu lembar saham melalui frekuensi transaksi sebanyak 303 kali. Fluktuasi harga saham bergerak di rentang batas bawah Rp1.430 hingga batas atas Rp1.520 sepanjang jam perdagangan.
Arah apresiasi pasar ini melanjutkan tren pertumbuhan positif yang terjadi pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Saham perusahaan mencatatkan penguatan harian sebesar 1,05 persen hingga bertengger pada level harga Rp1.440 per lembar saham. Performa perdagangan hari itu mencatat nilai transaksi sebesar Rp533,35 juta dengan volume 3,72 ribu lembar efek.
Sebelumnya, bursa mencatat saham perseroan bergerak konsisten di zona hijau sejak awal pekan perdagangan penuh di pertengahan Juli. Nilai penutupan saham harian pada Senin, 13 Juli 2026 tercatat berada di posisi Rp1.425 per lembar saham. Pergerakan tersebut mencerminkan kenaikan tipis sebesar 0,35 persen dari penutupan akhir pekan sebelumnya di level Rp1.420.
Penguatan kumulatif ini berhasil membalikkan koreksi minor yang sempat menekan saham perseroan pada awal Juli 2026. Otoritas bursa melaporkan saham perusahaan sempat melemah berturut-turut pada perdagangan tanggal 7 dan 8 Juli. Nilai koreksi harian masing-masing tercatat sebesar minus 1,06 persen serta minus 1,07 persen secara tahunan harian.(*)