KABARBURSA.COM -- Pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata PT Nitrasanata Dharma Tbk atau JEC (JECX) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ketiga tahun 2026 dengan meraup dana segar senilai Rp609,98 miliar pada Selasa, 7 Juli 2026, melalui skema Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).
Aksi korporasi emiten berkode saham JECX tersebut mendapat respons luar biasa dari pasar modal yang tercermin dari terjadinya kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat.
Langkah melantainya JECX di bursa saham menjadi momentum strategis bagi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendanai ekspansi medis, termasuk membidik pasar turis mancanegara.
Korporasi melepas sebanyak 487.983.500 lembar saham biasa atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham, yang mengantarkan nilai kapitalisasi pasar emiten kesehatan mata ini langsung menembus angka Rp4,07 triliun saat perdana diperdagangkan.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A M M Hutauruk menyampaikan apresiasi mendalam atas kelancaran seluruh proses IPO yang melibatkan dukungan hingga 555.699 investor pasar modal.
Johan menegaskan bahwa dana publik ini akan dikelola secara ekspansif guna mengukuhkan posisi tawar korporasi sebagai pelopor layanan kesehatan mata terintegrasi yang andal di dalam negeri.
"Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, para investor, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, lembaga dan profesi penunjang pasar modal, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Melalui IPO ini, Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien dan didukung oleh pengalaman serta keahlian JEC di bidang kesehatan mata," kata Johan dalam keterangan resminya, pada Selasa, 7 Juli 2026.
Manajemen mengalokasikan dana segar dari hasil penerbitan saham baru tersebut untuk memperkuat struktur keuangan internal, melakukan pelunasan pada sebagian pinjaman perbankan, membiayai modal kerja, serta mempercepat pengembangan entitas anak usaha.
Salah satu fokus investasi utama yang menjadi motor pertumbuhan masa depan perseroan adalah penyelesaian proyek rumah sakit JEC BALI Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur yang dirancang dengan konsep Blue Hospital berstandar global demi menangkap ceruk pasar pariwisata medis internasional.
Sikap Optimis
Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek David Agus menilai rekam jejak JEC yang telah mengakar selama lebih dari empat dekade menjadi daya tarik fundamental utama di mata para pemodal ekuitas.
David optimistis strategi ekspansi fisik dan adopsi teknologi medis mutakhir perseroan akan mampu merespons tingginya ceruk pasar layanan subspesialis mata nasional secara optimal.
"Kami melihat IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk sebagai momentum penting bagi Perseroan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan rekam jejak JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade, jaringan fasilitas yang terus berkembang, serta strategi ekspansi yang terarah, Perseroan memiliki posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan industri layanan kesehatan mata di Indonesia," ujar David memberikan analisisnya mengenai prospek saham JECX.
Hingga saat ini, emiten baru sektor kesehatan tersebut telah mengoperasikan lima rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik utama yang tersebar kuat di wilayah Jadetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Ke depan, emiten ini berkomitmen mempercepat penetrasi pasar berbasis continuum of care dengan mengintegrasikan transformasi digital, pemenuhan standar mutu keselamatan pasien internasional melalui sertifikasi JCI Enterprise, guna mempertahankan dominasi pasarnya di industri kesehatan tanah air.
PT Nitrasanata Dharma Tbk atau yang dikenal sebagai JEC Eye Hospitals and Clinics, yang berawal dari Klinik Mata Jakarta pada tahun 1984 dan kemudian berkembang menjadi Jakarta Eye Center pada tahun 1993.
Perseroan kini hadir dengan identitas JEC Eye Hospitals & Clinics sebagai representasi transformasi yang telahberkembang menjadi jaringan layanan kesehatan mata terintegrasi dengan jangkauan nasional melalui 5 rumah sakit spesialis mata dan 11 klinik utama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Jadetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Sebagai penyedia layanan kesehatan mata dengan rekam jejak selama lebih dari 40 tahun, JEC menawarkan layanan komprehensif yang mencakup antara lain layanan kornea, lensa dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, layanan mata anak dan mata juling, myopia control, okuloplasti dan rekonstruksi, neuro-oftalmologi, infeksi dan imunologi mata, dry eye, trauma okuli, low vision, laboratorium, optik, serta layanan rawat inap pada fasilitas tertentu. (*)