KABARBURSA.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis daftar 37 emiten yang masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Pengumuman penting ini dikeluarkan oleh otoritas bursa pada Selasa, 14 Juli 2026.
Penentuan klasifikasi ini mengacu pada metodologi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat (scrip) dan tanpa warkat (scripless). Hal tersebut disampaikan oleh pihak Bursa Efek Indonesia dalam pengumuman resminya pada Selasa, 14 Juli 2026. Data kepemilikan saham agregat dari seluruh emiten tersebut dihitung secara riil per tanggal 30 Juni 2026.
Otoritas bursa menegaskan bahwa pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan. Ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal tetap menjadi acuan utama bagi seluruh emiten tersebut. Pernyataan tertulis BEI menekankan pentingnya informasi ini untuk menjaga keterbukaan informasi bagi para investor di pasar saham.
Berdasarkan data resmi bursa, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) tercatat menjadi emiten dengan tingkat konsentrasi tertinggi mencapai 99,99 persen secara agregat. Posisi selanjutnya diikuti oleh PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan persentase kepemilikan saham terkonsentrasi sebesar 99,96 persen. Dua emiten lain, yakni PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), masing-masing mencatatkan angka 99,95 persen.
Selain itu, terdapat sejumlah emiten yang memiliki persentase kepemilikan terkonsentrasi di atas 99,90 persen. PT Golden Flower Tbk (POLU) menguasai 99,94 persen, disusul PT Soho Global Health Tbk (SOHO) sebesar 99,93 persen. PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan 99,92 persen, sedangkan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) berada di angka 99,91 persen.
Pihak regulator bursa kembali memperjelas dalam rilisnya pada Selasa, 14 Juli 2026 bahwa publikasi data kepemilikan ini bersifat reguler. Evaluasi berkala terus dilakukan untuk memberikan gambaran peta kepemilikan saham publik secara transparan. Langkah ini diharapkan mampu membantu pemodal dalam mengambil keputusan investasi secara objektif dan cermat.
Divisi pengawasan transaksi BEI menyatakan pemantauan pergerakan saham harian tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Pengumuman HSC ini menjadi instrumen monitoring rutin demi perlindungan investor publik. Informasi tersebut menjadi peta sebaran likuiditas saham beredar di masyarakat saat ini.
Emiten sektor pertambangan dan teknologi mencatat persentase agregat yang sangat dominan. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menguasai kepemilikan sebesar 99,58 persen. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatat 99,42 persen, sementara PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) berada di posisi 99,41 persen. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menjadi salah satu emiten teknologi besar dengan kepemilikan terkonsentrasi 93,83 persen.
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mencatatkan kepemilikan saham terkonsentrasi sebesar 99,24 persen secara agregat. Emiten kesehatan PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) memiliki tingkat konsentrasi sebesar 99,84 persen. Untuk sektor infrastruktur, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menguasai persentase sebesar 96,64 persen. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) mencatatkan angka kepemilikan terkonsentrasi tinggi sebesar 97,02 persen.
Sektor perbankan turut mendominasi daftar HSC yang dirilis oleh otoritas bursa pertengahan Juli ini. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mencatat tingkat kepemilikan saham terkonsentrasi sebesar 99,78 persen. Sementara itu, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menguasai persentase kepemilikan agregat sebesar 99,14 persen. PT Bank Mega Tbk (MEGA) dan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) masing-masing mencatatkan 95,68 persen dan 94,79 persen.
Emiten lainnya yang masuk dalam radar pengawasan konsentrasi saham tinggi ini mencakup industri logistik dan pelayanan. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) tercatat menguasai kepemilikan agregat sebesar 97,62 persen. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) memiliki persentase terkonsentrasi sebesar 98,90 persen. Perusahaan penyedia jasa kebersihan, PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING), mencatatkan angka konsentrasi sebesar 98,40 persen.
Perusahaan asuransi dan investasi energi ikut melengkapi daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi tersebut. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) mencatatkan persentase kepemilikan terkonsentrasi sebesar 99,21 persen. Emiten pertambangan batu bara PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) memiliki tingkat konsentrasi sebesar 98,62 persen. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga masuk dalam kelompok ini dengan angka kepemilikan sebesar 98,50 persen.
Sektor barang konsumen dan perdagangan ritel tidak luput dari daftar konsentrasi kepemilikan yang tinggi. PT Siantar Top Tbk (STTP) mencatatkan persentase kepemilikan saham terkonsentrasi agregat sebesar 94,95 persen. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) menguasai kepemilikan saham sebesar 98,06 persen. Perusahaan properti PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mencatatkan angka konsentrasi sebesar 98,03 persen.
Beberapa emiten sektor kesehatan dan industri hiburan juga tercatat dalam dokumen resmi otoritas pasar modal tersebut. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menguasai kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi sebesar 96,70 persen. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencatatkan persentase agregat kepemilikan sebesar 97,21 persen. Di sektor media, PT MD Entertainment Tbk (FILM) memiliki tingkat konsentrasi saham sebesar 92,98 persen.
Sektor agribisnis dan infrastruktur telekomunikasi menutup daftar panjang kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi periode ini. PT FAP Agri Tbk (FAPA) mencatatkan persentase kepemilikan saham terkonsentrasi sebesar 99,77 persen. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) memiliki tingkat kepemilikan saham terkonsentrasi sebesar 95,65 persen. Emiten perbankan digital PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatatkan 92,71 persen saham terkonsentrasi.
Dua emiten terakhir yang menggenapkan daftar 37 entitas bisnis ini bergerak di sektor perdagangan produk fotografi dan perhotelan. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) mencatatkan persentase kepemilikan saham terkonsentrasi sebesar 95,08 persen. Sementara itu, PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) memiliki tingkat kepemilikan saham agregat sebesar 95,00 persen. Seluruh data persebaran saham ini menjadi perhatian publik untuk mencermati aspek likuiditas perdagangan di pasar modal.