Logo
>

Sektor Batu Bara Loyo, Laba PKPK Justru Meroket 206 Persen

Sebanyak 97,73 persen pendapatan PKPK pada 2025 berasal dari tambang batubara TRIOP. Laba naik 250 persen meski harga batubara masih tertekan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Sektor Batu Bara Loyo, Laba PKPK Justru Meroket 206 Persen
Aktivitas PT Paragon Karya Perkasa Tbk di sektor tambang. Foto: dok PKPK.

KABARBURSA.COM – PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) kini semakin bergantung pada bisnis tambang batu bara setelah 97,73 persen pendapatan perseroan pada 2025 berasal dari anak usaha tambang PT Tri Oetama Persada (TRIOP). Ketergantungan ini terjadi di tengah kondisi harga batubara yang disebut masih kurang kondusif. 

Dalam paparan publik tahunan dalam keterbukaan informasi publik, Selasa, 26 Mei 2026, PKPK mencatat pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp749,37 miliar pada 2025 atau meningkat 206,09 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp244,82 miliar. 

Namun, lonjakan pendapatan tersebut hampir sepenuhnya ditopang bisnis tambang batu bara melalui TRIOP. Emiten yang bergerak di sektor energi ini menyebut kontribusi pendapatan dari TRIOP mencapai Rp732,37 miliar atau setara 97,73 persen dari total pendapatan konsolidasian. Sementara bisnis jasa konstruksi hanya menghasilkan pendapatan sekitar Rp17 miliar sepanjang 2025. 

“Sedangkan dari entitas anak Perseroan yaitu PT Tri Oetama Persada (TRIOP) yang bergerak di bidang pertambangan batu bara memberikan kontribusi yang sangat positif yaitu sebesar 97,73 persen dari total pendapatan atau sebesar Rp 732,37 miliar,” tulis perseroan dalam paparan publik tahunan, Selasa, 26 Mei 2026. 

Sekadar informasi, TRIOP merupakan entitas anak yang bergerak di bidang pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah dengan kepemilikan tidak langsung PKPK sebesar 69,96 persen. 

Sepanjang 2025, produksi batu bara TRIOP tercatat sebesar 1.092.244,42 metrik ton dengan volume penjualan mencapai 1.075.920,41 metrik ton. Penjualan tersebut menghasilkan pendapatan sebesar USD43,64 juta atau setara Rp732,37 miliar dengan harga rata-rata ICI 4 sebesar USD40,56 per metrik ton. 

Perseroan menyebut realisasi produksi tersebut sesuai dengan target RKAB yang telah ditetapkan meskipun industri batu bara menghadapi tekanan harga.

“Capaian ini menunjukkan konsistensi Perseroan dalam menjaga performa produksi di tengah kondisi harga batu bara yang kurang kondusif. Strategi efisiensi yang diterapkan secara disiplin sepanjang tahun, termasuk optimalisasi stripping ratio, dan pengendalian biaya operasional, menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja tetap optimal,” tulis perseroan. 

Di tengah tekanan harga komoditas, perusahaan tambang ini tetap membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp55,74 miliar atau naik 250,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp15,89 miliar. 

Kinerja Saham PKPK di Bursa

Saham perusahaan di sektor batu bara ini menguat 5,56 persen ke level Rp3.040 pada perdagangan Selasa siang, 26 Mei 2026. Saham sempat menyentuh level tertinggi Rp3.200 dan terendah Rp2.810 dengan nilai transaksi sekitar Rp4,6 miliar.

Dalam satu minggu terakhir, saham PKPK tercatat naik 3,40 persen. Secara year to date (YTD), saham perseroan melonjak 131,18 persen, sedangkan dalam enam bulan meningkat 230,43 persen dan naik 310,81 persen dalam satu tahun terakhir.

Dalam periode tiga tahun, saham PKPK tercatat menguat 880,65 persen, sementara dalam lima tahun melonjak lebih dari 4.120 persen. Dari sisi valuasi, PKPK diperdagangkan pada price to earnings (PE) ratio tahunan 65,39 kali dengan market capitalization sekitar Rp3,64 triliun.

Perseroan membukukan laba bersih trailing twelve months (TTM) sebesar Rp56 miliar dengan pendapatan per saham Rp740,07 dan current earnings per share (EPS) sebesar 46,49.

Secara kuartalan, pertumbuhan pendapatan PKPK tercatat naik 239,91 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan laba bersih melonjak hingga 18.159,48 persen.

Untuk 2026, perseroan menargetkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,74 triliun atau tumbuh 399,48 persen dibandingkan realisasi 2025. Target tersebut didukung persetujuan RKAB TRIOP sebesar 3 juta metrik ton yang diperkirakan menghasilkan pendapatan Rp3,29 triliun, serta kontribusi dari entitas anak yang baru diakuisisi, PT Deli Pratama Angkutan Laut, sebesar Rp450,98 miliar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.