Logo
>

Sesi I: IHSG ke Level 7.321, Support Kunci Mulai Diuji

IHSG jatuh 3,49 persen ke 7.321 pada sesi I setelah sempat menyentuh 7.156, sementara area support 7.290 menjadi zona krusial yang menentukan arah pergerakan indeks pada sesi kedua.

Ditulis oleh Yunila Wati
Sesi I: IHSG ke Level 7.321, Support Kunci Mulai Diuji
IHSG kembali bergerak turun ke level 7.321, dan mulai menguji support kunci. (Foto: Dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada sesi pertama perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Hingga akhir sesi I, indeks tercatat berada di level 7.321,07 atau turun 264,61 poin setara 3,49 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.585,69.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG dibuka di level 7.374,31 dan sempat menyentuh titik tertinggi di 7.374,31 sebelum tekanan jual membawa indeks turun hingga menyentuh level terendah intraday di 7.156,68. Pergerakan tersebut menunjukkan dominasi tekanan jual sejak awal perdagangan hingga menjelang penutupan sesi pertama.

Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan pada seluruh pasar tercatat mencapai sekitar 311,53 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp13,94 triliun dan frekuensi sekitar 1,61 juta kali transaksi. Pada pasar reguler, volume perdagangan tercatat sekitar 308,46 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp13,83 triliun.

Analisis Teknikal IHSG

Secara teknikal, posisi IHSG saat ini berada di bawah sejumlah level pivot harian yang menjadi referensi pergerakan jangka pendek. Berdasarkan perhitungan pivot klasik, level pivot berada di 7.595,36 dengan resistance pertama di 7.690,64 dan resistance kedua di 7.795,59.

Sementara itu, area support pertama berada di kisaran 7.490,40 dan support kedua di 7.395,13. Pergerakan indeks yang berada di bawah area support tersebut menempatkan indeks mendekati support berikutnya di sekitar 7.290,17.

Perhitungan pivot berbasis Fibonacci juga menunjukkan struktur yang relatif serupa. Level pivot berada di 7.595,36 dengan resistance pertama di 7.671,85 dan resistance kedua di 7.719,10. Pada sisi bawah, area support pertama berada di 7.518,87 dan support kedua di sekitar 7.471,62.

Sementara itu, pendekatan Camarilla menunjukkan pivot di area yang sama yaitu sekitar 7.595 dengan resistance pertama di 7.604,04 dan resistance berikutnya di 7.622,40. Area support menurut metode ini berada di kisaran 7.567,33 hingga 7.530,62.

Dengan posisi indeks saat ini di sekitar 7.321, IHSG berada di bawah sebagian besar area support yang dihitung dari berbagai metode pivot tersebut. Posisi ini menunjukkan tekanan jual yang relatif kuat pada sesi pertama perdagangan.

Struktur Pergerakan Harga

Struktur pergerakan harga pada grafik harian juga menunjukkan bahwa indeks telah bergerak turun secara tajam sejak pertengahan Februari setelah sebelumnya berada di area atas kisaran 9.000. Dalam beberapa pekan terakhir, indeks bergerak membentuk rangkaian koreksi yang membawa harga turun secara bertahap menuju area 7.300.

Pergerakan intraday pada sesi pertama menunjukkan bahwa tekanan jual sempat membawa indeks turun hingga mendekati area 7.150 sebelum terjadi sedikit stabilisasi menjelang akhir sesi pertama.

Jika melihat struktur teknikal jangka pendek, area 7.290 hingga 7.300 menjadi salah satu zona yang sedang diuji oleh pergerakan indeks saat ini. Zona tersebut berada tidak jauh dari level support ketiga pada pivot klasik yang berada di sekitar 7.290.

Apabila indeks mampu bertahan di atas area tersebut pada sesi kedua, pergerakan intraday berpotensi bergerak kembali menuju area 7.390 hingga 7.490 yang merupakan zona support sebelumnya sekaligus menjadi area reaksi harga pada sesi pertama.

Namun apabila tekanan jual berlanjut dan indeks kembali menembus area 7.290 secara konsisten, maka ruang pergerakan ke bawah masih terbuka menuju area terendah intraday yang terbentuk sebelumnya di sekitar 7.156.

Pergerakan pada sesi kedua akan menjadi penentu apakah area support tersebut mampu menahan tekanan jual atau justru menjadi titik lanjutan koreksi yang lebih dalam. Dengan volatilitas yang masih tinggi pada sesi pertama, arah pergerakan indeks pada paruh kedua perdagangan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika transaksi yang terjadi di sekitar area support saat ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79