KABARBURSA.COM - PT IndonesianParadise Property Tbk (INPP) bertekad melakukan optimalisasi portofolio dan mengamankan arus kas masa depan.
INPP mencatat kenaikan Pendapatan Neto sebesar 32,9 persen Year on Year (YoY) menjadi Rp1,74 triliun pada tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh berlanjutnya proses handover apartemen Antasari Place, kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025, serta peluncuran Citadines pada September 2025.
Per 31 Desember 2025, kas dan setara kas INPP melonjak 113,3 persen menjadi Rp771,39 miliar. Peningkatan ini didukung oleh aksi korporasi strategis termasuk penerbitan obligasi sebesar Rp500 miliar, serta arus kas masuk dari kehadiran mitra strategis pada salah satu aset Perseroan.
Keberhasilan Perseroan dalam menjaga profil leverage yang rendah mencerminkan disiplin alokasi modal yang sangat ketat. Fokus pada pertumbuhan recurring income yang kini mencapai 70 persen dari total pendapatan memberikan prediktabilitas arus kas yang kuat.
Arus kas ini diinvestasikan kembali ke proyek-proyek masa depan untuk memastikan ekspansi didukung oleh fundamental operasional yang nyata.
Proyek-proyek mendatang pada Kuartal II tahun 2026, antara lain akan dioperasikannya 23 Semarang Shopping Center di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Selain itu, sebagai pilar pertumbuhan jangka panjang, saat ini INPP juga tengah dalam tahap pengembangan Fase 1 88 Plaza, yang merupakan proyek kompleks retail dan ruko yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Berdasarkan rincian pendapatan, kontribusi terbesar terhadap total pendapatan berasal dari segmen perhotelan dengan porsi 36 persen. Segmen komersial berkontribusi 34 persen, sementara penjualan properti menyumbang 30 persen terhadap total pendapatan Perusahaan.
“Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten selama lima tahun berturut-turut sambil melipatgandakan cadangan kas, INPP kini siap tumbuh secara konservatif di tengah situasi yang penuh tantangan ini," ujar Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo. dalam keterangannya dikutip Sabtu, 21 Maret 2026.
"Didukung Net DER rendah 0,21x dan basis recurring income yang solid, kami sangat siap mengakselerasi proyek-proyek ikonik baru demi nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tambahnya. (*)