KABARBURSA.COM - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) merealisasikan total anggaran belanja eksplorasi mencapai Rp45.913.933.703 selama kuartal II tahun 2026.
Alokasi dana tersebut terbagi ke dalam dua pos utama, yaitu pembiayaan operasional lapangan sebesar Rp34.931.354.562 dan penyerapan pos investasi senilai Rp10.982.579.141.
Manajemen TINS dalam keterbukaan informasi mnyampaikan, anggaran jumbo itu diserap untuk mendanai rangkaian aktivitas di wilayah konsesi darat maupun lepas pantai.
Pada wilayah perairan, TINS mengarahkan fokus kerja pada area lepas pantai perairan Bangka dan perairan Kundur. Operasional penambangan hulu di laut tersebut mencakup pelaksanaan survei batimetri, pengeboran eksplorasi, serta pengeboran pandu.
"Dengan menggunakan dua unit kapal bor dengan total meter bor sebanyak 4.056,1 meter," tulis manajemen TINS.
Sementara itu, ekspansi pencarian cadangan di daratan mencakup wilayah geografis Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Rangkaian aktivitas darat ini meliputi pemetaan topografi wilayah kerja, survei geofisika menggunakan metode ground magnetic, pengeboran eksplorasi timah jenis aluvial, serta pengeboran pandu baik untuk tipe primer maupun aluvial.
Adapun akumulasi volume pengeboran komoditas di darat mencatatkan angka yang jauh lebih besar dengan total kedalaman bor mencapai 13.224,95 meter.
Memasuki periode kuartal III 2026, TINS telah menyusun rencana strategis lanjutan untuk mengevaluasi sekaligus meneruskan program kerja dari bulan sebelumnya.
Target pengeboran di wilayah laut diproyeksikan bakal meningkat dengan rencana pengerahan kekuatan armada sebanyak tiga unit kapal bor dan empat unit ponton bor di perairan Bangka dan Kundur.
Pada saat yang sama, tim darat dipersiapkan untuk melanjutkan survei geofisika ground magnetic di daerah Belitung, melaksanakan survei topografi, serta melanjutkan pengeboran eksplorasi dan pandu di Pulau Bangka dan Belitung.
Pergerakan Saham TINS
Saham TINS ditutup menguat sebesar 3,72 persen atau meningkat 110 poin ke level Rp3.470 pada perdagangan terakhir pekan ini atau Jumat, 10 Juli 2026.
Tren penguatan itu terakumulasi secara konsisten dalam skala satu pekan terakhir dengan pertumbuhan positif sebesar 1,17 persen di kisaran harga 3.260 sampai 3.530.
Kinerja bulanan juga memperlihatkan performa solid lewat kenaikan sebesar 3,89 persen dengan area pergerakan harga di batas bawah 3,100 dan batas atas 3,780.
Sebaliknya, pergerakan saham TINS dalam rentang waktu jangka menengah terpantau masuk ke zona merah akibat tekanan koreksi. Pada periode tiga bulan terakhir, harga saham TINS mengalami penurunan sebesar minus 7,47 persen dengan fluktuasi pada rentang 2.650 hingga 4.190.
Pelemahan tipis juga terlihat pada basis enam bulan terakhir yang mencatatkan koreksi sebesar minus 0,57 persen, di mana pergerakan harga melebar dalam rentang terendah 2.650 menuju level tertinggi 4,720.
Meskipun sempat tertekan pada jangka menengah, kinerja saham TINS sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/YTD) masih mencatatkan rapor hijau dengan pertumbuhan sebesar 11,58 persen di kisaran harga 2.650 hingga 4,720.
Performa investasi jangka panjang emiten ini bahkan memperlihatkan lonjakan imbal hasil yang sangat masif bagi para pemegang saham historisnya. Dalam basis satu tahun terakhir, saham TINS melesat terbang sebesar 233,65 persen dengan pergerakan dari harga terendah 985 menuju level 4,720.
Lonjakan performa ini semakin menebal jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang. Pada periode tiga tahun terakhir, saham TINS membukukan keuntungan kumulatif mencapai 263,35 persen dalam rentang harga 520 sampai 4,720.
Sementara itu, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pertumbuhan investasi tercatat naik 112,88 persen pada rentang harga yang sama. Puncak pertumbuhan jangka panjang tecermin pada akumulasi periode 10 tahun terakhir, di mana saham TINS mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 399,28 persen, bergerak dari batas bawah historisnya di level 328 menuju level puncak di 4,720 per lembar saham.
Kinerja Kuartal I 2026
TINS sukses mencatatkan kinerja keuangan positif pada kuartal I 2026. Merujuk laporan yang dipublikasikan, emiten tambang ini sukses mencetak laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,5 triliun.
Angka tersebut melonjak jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp116.859 juta.
Catatan positif laba tersebut tidak lepas dari kinerja penjualan dan pendapatan yang membukukan Rp5,47 triliun. Angka omzet tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal I tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,10 triliun,.
Beralih ke pos neraca keuangan berjalan, total aset TINS per 31 Maret 2026 terkerek naik menjadi Rp15,23 triliun dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp13,64 triliun.