KABARBURSA.COM – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) resmi meluncurkan layanan jaringan internet kabel (fixed broadband) generasi terbaru bernama Starlite Super dan Starlite Prime.
Emiten berkode saham WIFI tersebut menghadirkan ekspansi konektivitas digital berkinerja tinggi melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE). Langkah korporasi ini bertujuan menyediakan akses data kelas dunia yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia pada Rabu, 15 Juli 2026.
Momentum peluncuran dua produk internet segmen retail ini berjalan beriringan dengan pencapaian prestisius perseroan di tingkat internasional. SURGE baru saja dianugerahi penghargaan WBBA Gigacity Champion dalam ajang Broadband Development Summit APAC 2026 di Bangkok, Thailand. Apresiasi global yang diterima manajemen pada Selasa, 14 Juli 2026 tersebut diberikan atas keberhasilan perseroan memangkas kesenjangan digital nasional.
Perseroan merancang produk Starlite Super sebagai pelopor layanan internet kabel pertama di tanah air yang mengadopsi teknologi Wi-Fi 7. Layanan premium ini mampu menghasilkan kecepatan transfer data hingga 2.000 Mbps atau setara 2 Gbps. Manajemen menawarkan keunggulan teknologi canggih tersebut dengan harga berlangganan yang bersaing sebesar Rp250.000 per bulan.
Inovasi teknologi mutakhir pada produk komersial baru ini dihadirkan demi mendukung kelancaran berbagai aktivitas digital berat harian pengguna. Starlite Super diklaim andal untuk memfasilitasi kebutuhan bermain gim daring tanpa jeda, penayangan video kualitas 8K, hingga integrasi perangkat pintar. Perseroan ingin membuktikan bahwa fasilitas digital berspesifikasi tinggi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat luas.
Pilihan produk kedua yang diperkenalkan oleh emiten infrastruktur digital ini adalah paket internet Starlite Prime. Produk ini menyasar segmen keluarga modern yang mengedepankan efisiensi biaya bulanan tanpa mengorbankan kualitas kecepatan akses. Pengguna Starlite Prime dapat menikmati kecepatan jaringan hingga 500 Mbps dengan biaya berlangganan Rp168.000 setiap bulan.
Kehadiran dua varian baru ini sekaligus memperlengkap struktur ekosistem produk internet kabel yang dimiliki oleh SURGE saat ini. Sebelumnya, perusahaan telah memasarkan produk Internet Rakyat (IRA) yang memanfaatkan teknologi 5G FWA pada frekuensi 1,4 GHz. Paket internet ramah kantong tersebut telah dinikmati oleh pelanggan retail dengan tarif Rp100.000 per bulan.
Manajemen menegaskan ketersediaan layanan komersial Starlite Super dan Starlite Prime sudah dapat diakses oleh publik per 15 Juli 2026. Area pemasaran awal difokuskan pada wilayah yang telah terjangkau oleh bentangan kabel serat optik FTTH milik Starlite. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi resmi Starlite di telepon pintar atau situs internet perusahaan.
Perseroan berkomitmen penuh untuk terus memperluas wilayah cakupan infrastruktur jaringan serat optik secara berkala dan berkelanjutan. Penambahan titik layanan baru di berbagai daerah akan diumumkan oleh manajemen kepada publik secara transparan. Langkah ekspansi geografis ini didukung oleh kapasitas jaringan serat optik berkapasitas tinggi milik anak usaha, WEAVE.
Demi meningkatkan daya saing produk di pasar domestik, SURGE menyertakan empat komitmen pelayanan utama bagi seluruh calon pelanggan baru. Kedua paket internet Starlite dipastikan bebas kuota batasan pemakaian wajar atau Fair Usage Policy (FUP). Pengguna tidak akan mengalami penurunan kecepatan akses internet meskipun telah melakukan aktivitas unduh data masif.
Perusahaan juga membebaskan biaya instalasi awal serta alat penangkap sinyal internet bagi pelanggan baru. Kebijakan berupa 100 persen gratis pemasangan dan sewa modem ini diterapkan tanpa adanya pungutan tersembunyi. Pengelolaan operasional jaringan serta proses administrasi pelanggan dapat diakses secara ringkas dalam satu genggaman aplikasi pintar.
Direktur Solusi Sinergi Digital atau Surge, Shannedy Ong, mengatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia berhak mendapatkan fasilitas internet berkelas dunia. “Melalui Starlite Super dan Starlite Prime, perseroan berupaya mendefinisikan ulang standar konektivitas data kabel nasional,” ujarnya dalam rilis resmi korporasi di Jakarta pada Rabu, 15 Juli 2026.
Shannedy menjelaskan era digital baru ini akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berinovasi, dan bertumbuh. Pihaknya mempercayai bahwa pemanfaatan teknologi tercanggih di bidang telekomunikasi tidak boleh menjadi monopoli atau kemewahan segelintir orang saja. Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur digital kelas dunia yang inklusif serta ekonomis.
Manajemen menargetkan kehadiran konektivitas internet murah berkecepatan tinggi mampu mendorong percepatan transformasi ekonomi digital nasional secara menyeluruh. Visi jangka panjang perseroan adalah mewujudkan kedaulatan digital yang merata dari wilayah perkotaan hingga ke pelosok pedesaan.
Program kerja strategis ini dijalankan demi mendukung visi besar pemerintah menuju perwujudan Indonesia Emas.(*)