KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) merombak susunan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. Meski terjadi penyegaran pada jajaran direksi, pemegang saham tetap mempertahankan Kuntjara sebagai Direktur Utama.
Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama RUPSLB yang dihadiri pemegang saham dengan tingkat kehadiran mencapai 66,26 persen dari total saham perseroan. Selain perubahan susunan pengurus, rapat juga menyetujui perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) bagi pegawai organik dan terampil.
Dalam susunan kepengurusan terbaru, Kuntjara kembali dipercaya memimpin perseroan sebagai Direktur Utama.
Sementara itu, tiga posisi direktur lainnya diisi oleh Rija Judaswara sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan, Syailendra Ogan sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko, serta Verly Widiantoro sebagai Direktur Teknik dan Produksi.
Adapun susunan Dewan Komisaris terdiri atas Yudha Permana Jayadikarta sebagai Komisaris Utama, Indriani Widiastuti sebagai Komisaris, serta Andrianto dan Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Komisaris Independen.
Manajemen menilai penyegaran kepengurusan dilakukan untuk memperkuat strategi bisnis sekaligus meningkatkan kelincahan perusahaan dalam merespons dinamika industri konstruksi dan memperkokoh fundamental usaha.
Menanggapi keputusan pemegang saham yang kembali memberikan mandat kepadanya, Kuntjara mengatakan kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan.
"Kepercayaan untuk kembali memimpin WIKA Beton menjadi sebuah amanah besar. Fokus kami ke depan adalah memastikan pertumbuhan bisnis yang tangguh, mendorong inovasi berkelanjutan, serta terus menjaga kualitas dan penyelesaian berbagai proyek strategis secara optimal," ujar Kuntjara dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 13 Juli 2026.
Selain menyetujui perubahan susunan pengurus, RUPSLB juga menyepakati perubahan Peraturan Dana Pensiun yang mencakup perubahan rumusan dasar perhitungan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP). Pemegang saham turut memberikan kewenangan kepada pemegang saham mayoritas untuk menyetujui perubahan peraturan Dana Pensiun WIKA PPIP yang berdampak pada perubahan pendanaan maupun besaran manfaat pensiun.
Perseroan menilai keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan sekaligus memperkuat fondasi internal perusahaan.
WIKA Beton berharap mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional secara berkelanjutan.
WTON Jaga Porsi Saham Publik
WTON mempertahankan porsi saham beredar bebas (free float) sebesar 38,73 persen hingga penutupan periode registrasi efek Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
WTON menilai komposisi tersebut dapat mendukung likuiditas perdagangan saham sekaligus menjaga aksesibilitas investor di pasar modal.
Berdasarkan laporan bulanan perseroan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 60 persen. Sementara itu, kepemilikan publik mencapai 35,01 persen dan sisanya sebesar 4 persen dipegang Koperasi Karya Mitra Satya (KKMS).
Tingkat free float saham WTON sebesar 38,73 persen berada di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator pasar modal. Kondisi ini mencerminkan ketersediaan saham yang memadai untuk diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga dapat mendukung likuiditas transaksi serta membantu menjaga efisiensi pembentukan harga saham.
Dengan porsi saham publik yang cukup besar, pihak WTON menyatakan bahwa investor ritel maupun institusi dinilai memiliki ruang lebih dalam melakukan transaksi tanpa memicu gejolak harga yang signifikan.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Harry menyatakan, bertahannya proporsi saham publik di level 38,73 persen diklaim menjadi indikator kesehatan likuiditas saham WTON di pasar sekunder.
"Manajemen menegaskan kelancaran sirkulasi saham publik tersebut berjalan selaras dengan pemenuhan hak-hak investor minoritas serta komitmen penegakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance)," kata Harry dalam keterangannya yang dikutip, Rabu, 8 Juli 2026.
Lebih lanjut, perseroan meyakini struktur kepemilikan saham yang seimbang akan mendukung stabilitas perdagangan saham dalam jangka panjang.
WTON juga menilai pengelolaan free float yang konsisten menjadi salah satu faktor untuk memperkuat daya tarik investasi sekaligus mendukung ekspansi bisnis perusahaan di industri beton pracetak nasional.
WTON Dapat Pasokan Rp75,9 Miliar untuk Program Sekolah Rakyat
Di sisi lain, WTON mendapatkan tambahan pekerjaan dari program Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
WIKA Beton mencatat nilai pasokan sebesar Rp75,9 miliar untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.
Nilai tersebut menambah portofolio proyek WIKA Beton di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan.
Bagi WIKA Beton, keterlibatan perusahaan dalam program Sekolah Rakyat dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pemasok material konstruksi untuk proyek-proyek strategis nasional.
Dalam proyek ini, WIKA Beton memasok sejumlah produk beton pracetak yang mencakup tiang pancang kotak untuk fondasi bangunan sekolah, u-ditch untuk sistem drainase, serta hollow core slab yang digunakan sebagai pelat lantai bangunan bertingkat.
Pemakaian beton pracetak WIKA Beton diklaim dapat mempercepat proses konstruksi karena sebagian besar komponen diproduksi terlebih dahulu di pabrik sebelum dikirim ke lokasi proyek.
Perseroan menilai metode tersebut sejalan dengan target pemerintah yang ingin mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Dukungan WIKA Beton juga ditopang oleh 13 pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia sehingga memudahkan distribusi produk dan mempercepat pelaksanaan pekerjaan.
Kecepatan pembangunan menjadi faktor penting mengingat pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Program tersebut diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 500 ribu peserta didik dan diharapkan menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengatakan keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional.
"Kami memandang proyek ini sebagai bentuk dedikasi korporasi WIKA Beton dalam menyediakan sarana belajar yang layak demi masa depan generasi penerus bangsa," ujar Kuntjara dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut dia, proyek tersebut tidak hanya dipandang sebagai pencapaian bisnis semata, melainkan juga bagian dari tanggung jawab korporasi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui pembangunan sarana pendidikan.