KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mempertahankan porsi saham beredar bebas (free float) sebesar 38,73 persen hingga penutupan periode registrasi efek Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
WTON menilai komposisi tersebut dapat mendukung likuiditas perdagangan saham sekaligus menjaga aksesibilitas investor di pasar modal.
Berdasarkan laporan bulanan perseroan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 60 persen. Sementara itu, kepemilikan publik mencapai 35,01 persen dan sisanya sebesar 4 persen dipegang Koperasi Karya Mitra Satya (KKMS).
Tingkat free float saham WTON sebesar 38,73 persen berada di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator pasar modal. Kondisi ini mencerminkan ketersediaan saham yang memadai untuk diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga dapat mendukung likuiditas transaksi serta membantu menjaga efisiensi pembentukan harga saham.
Dengan porsi saham publik yang cukup besar, pihak WTON menyatakan bahwa investor ritel maupun institusi dinilai memiliki ruang lebih dalam melakukan transaksi tanpa memicu gejolak harga yang signifikan.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Harry menyatakan, bertahannya proporsi saham publik di level 38,73 persen diklaim menjadi indikator kesehatan likuiditas saham WTON di pasar sekunder.
"Manajemen menegaskan kelancaran sirkulasi saham publik tersebut berjalan selaras dengan pemenuhan hak-hak investor minoritas serta komitmen penegakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance)," kata Harry dalam keterangannya yang dikutip, Rabu, 8 Juli 2026.
Lebih lanjut, perseroan meyakini struktur kepemilikan saham yang seimbang akan mendukung stabilitas perdagangan saham dalam jangka panjang.
WTON juga menilai pengelolaan free float yang konsisten menjadi salah satu faktor untuk memperkuat daya tarik investasi sekaligus mendukung ekspansi bisnis perusahaan di industri beton pracetak nasional.
WTON Dapat Pasokan Rp75,9 Miliar untuk Program Sekolah Rakyat
Sebelumnya diberitakan, Wijaya Karya Beton atau WTON mendapatkan tambahan pekerjaan dari program Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
WIKA Beton mencatat nilai pasokan sebesar Rp75,9 miliar untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.
Nilai tersebut menambah portofolio proyek WIKA Beton di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan.
Bagi WIKA Beton, keterlibatan perusahaan dalam program Sekolah Rakyat dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pemasok material konstruksi untuk proyek-proyek strategis nasional.
Dalam proyek ini, WIKA Beton memasok sejumlah produk beton pracetak yang mencakup tiang pancang kotak untuk fondasi bangunan sekolah, u-ditch untuk sistem drainase, serta hollow core slab yang digunakan sebagai pelat lantai bangunan bertingkat.
Pemakaian beton pracetak WIKA Beton diklaim dapat mempercepat proses konstruksi karena sebagian besar komponen diproduksi terlebih dahulu di pabrik sebelum dikirim ke lokasi proyek.
Perseroan menilai metode tersebut sejalan dengan target pemerintah yang ingin mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Dukungan WIKA Beton juga ditopang oleh 13 pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia sehingga memudahkan distribusi produk dan mempercepat pelaksanaan pekerjaan.
Kecepatan pembangunan menjadi faktor penting mengingat pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Program tersebut diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 500 ribu peserta didik dan diharapkan menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengatakan keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional.
"Kami memandang proyek ini sebagai bentuk dedikasi korporasi WIKA Beton dalam menyediakan sarana belajar yang layak demi masa depan generasi penerus bangsa," ujar Kuntjara dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut dia, proyek tersebut tidak hanya dipandang sebagai pencapaian bisnis semata, melainkan juga bagian dari tanggung jawab korporasi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui pembangunan sarana pendidikan.
Kuntjara menegaskan kontribusi tersebut juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk konstruksi yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
"Komitmen ini sejalan dengan produk pracetak kami yang mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan, dari pemanfaatan material hingga proses produksi," sebutnya.
Ia berharap keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut dapat memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat luas.
"Oleh karena itu, kontribusi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kinerja finansial WIKA Beton, tetapi juga bagi masyarakat luas," ujar Kuntjara.
Masuknya WIKA Beton ke dalam rantai pasok program Sekolah Rakyat menunjukkan proyek-proyek prioritas pemerintah dapat memberi peluang bisnis bagi sektor konstruksi dan industri bahan bangunan.
Selain kontraktor utama, pembangunan sekolah tersebut juga membuka ruang pekerjaan bagi produsen beton pracetak, pemasok material, hingga perusahaan logistik yang terlibat dalam proses pembangunan.
Sejalan dengan proyek tersebut, WIKA Beton juga menegaskan komitmen terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 mengenai pendidikan berkualitas dan poin 9 terkait pembangunan infrastruktur yang tangguh.
Perseroan menyatakan pembangunan fasilitas pendidikan yang cepat dan efisien dapat menjadi fondasi bagi lahirnya sumber daya manusia yang lebih kompetitif di masa depan.(*)