KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memasok material konstruksi untuk proyek New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Nilai kontrak yang diperoleh perseroan mencapai Rp153 miliar dan proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2027.
Proyek NPEA merupakan akses baru yang menghubungkan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal One (NPCT 1) dengan Jalan Tol Cibitung-Cilincing. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung kelancaran arus logistik sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas truk kontainer di kawasan pesisir utara Jakarta.
Dalam keterbukaan yang disampaikan perusahaan, Senin, 6 Juli 2026, WIKA Beton menjelaskan nilai kontrak tersebut terbagi ke dalam dua paket pekerjaan. Paket NPEA-1 bernilai Rp85 miliar, sedangkan paket NPEA-2 sebesar Rp68 miliar.
Untuk mendukung pembangunan proyek tersebut, WIKA Beton memasok berbagai material konstruksi, antara lain tiang pancang, balok jembatan, half slab, dan beton siap pakai (ready mix).
Perseroan menilai pembangunan NPEA sejalan dengan rencana peningkatan kapasitas bongkar muat Terminal Kalibaru yang terus berkembang. Dengan meningkatnya mobilitas angkutan barang bertonase besar, dibutuhkan infrastruktur jalan yang mampu menopang beban kendaraan berat secara berkelanjutan.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk, Kuntjara, mengatakan spesifikasi teknis proyek tersebut sesuai dengan kemampuan produk yang dimiliki perseroan.
"Mengingat jalur logistik ini akan dilintasi kendaraan berat secara terus-menerus, standar kualitas tinggi pada seluruh produk WIKA Beton akan memastikan prasarana ini memiliki durabilitas jangka panjang," kata Kuntjara dalam pernyataan tertulis Senin, 6 Juli 2026.
Ia menambahkan, perseroan juga menerapkan strategi distribusi material agar pasokan ke lokasi proyek berjalan efisien. "Kami juga menerapkan strategi manajemen distribusi material yang terukur sehingga distribusi produk tetap optimal dengan pemanfaatan fasilitas pabrik di Bogor dan Batching Plant Ancol yang dekat dengan lokasi proyek," ujarnya.
Menurut perseroan, keterlibatan dalam proyek tersebut menjadi bagian dari penyediaan material konstruksi untuk pembangunan infrastruktur transportasi dan logistik. WIKA Beton juga menilai proyek ini dapat mendukung sinergi antar-BUMN dalam pengembangan konektivitas logistik nasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan.
Kontrak dari Program Sekolah Rakyat
Diberitakan sebelumnya, WTON memperoleh tambahan kontrak melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam proyek tersebut, emiten beton pracetak ini membukukan nilai pasokan sebesar Rp75,9 miliar untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai daerah.
Kontrak tersebut memperkuat portofolio proyek WIKA Beton di tengah percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan yang sedang dijalankan pemerintah. Selain menambah sumber pendapatan, keterlibatan dalam program ini juga mempertegas peran perseroan sebagai pemasok material konstruksi pada berbagai proyek strategis nasional.
Untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat, WIKA Beton memasok sejumlah produk beton pracetak, meliputi tiang pancang kotak sebagai fondasi bangunan, u-ditch untuk sistem drainase, serta hollow core slab yang digunakan sebagai pelat lantai bangunan bertingkat.
Penggunaan beton pracetak dinilai mampu mempercepat proses pembangunan karena komponen diproduksi lebih dahulu di fasilitas manufaktur sebelum dikirim ke lokasi proyek untuk dipasang.
Perseroan menilai metode tersebut sejalan dengan target pemerintah yang ingin mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah. Upaya tersebut juga didukung jaringan 13 pabrik WIKA Beton yang tersebar di berbagai daerah sehingga distribusi produk dapat dilakukan lebih efisien.
Percepatan pembangunan menjadi salah satu fokus utama pemerintah mengingat target pembangunan mencapai 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Program tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 500 ribu peserta didiksekaligus memperluas akses pendidikan dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengatakan partisipasi perseroan dalam proyek tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional.
"Kami memandang proyek ini sebagai bentuk dedikasi korporasi WIKA Beton dalam menyediakan sarana belajar yang layak demi masa depan generasi penerus bangsa," ujar Kuntjara dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurutnya, keterlibatan perseroan tidak semata-mata berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui pembangunan fasilitas pendidikan.
Kuntjara menambahkan bahwa proyek tersebut juga selaras dengan komitmen perusahaan dalam mengembangkan produk konstruksi yang memperhatikan aspek keberlanjutan.
"Komitmen ini sejalan dengan produk pracetak kami yang mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan, dari pemanfaatan material hingga proses produksi," katanya.
Ia berharap kontribusi WIKA Beton dalam program tersebut mampu memberikan nilai tambah, baik bagi perusahaan maupun masyarakat.
"Oleh karena itu, kontribusi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kinerja finansial WIKA Beton, tetapi juga bagi masyarakat luas," ujar Kuntjara.
Masuknya WIKA Beton dalam rantai pasok program Sekolah Rakyat mencerminkan mulai bergulirnya peluang bisnis dari proyek prioritas pemerintah bagi sektor konstruksi dan industri bahan bangunan. Tidak hanya kontraktor utama, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut juga membuka kesempatan bagi produsen beton pracetak, pemasok material konstruksi, hingga perusahaan logistik yang mendukung proses pembangunan.
Sejalan dengan pelaksanaan proyek tersebut, WIKA Beton juga menegaskan komitmennya terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas dan tujuan kesembilan terkait pembangunan infrastruktur yang tangguh. Perseroan menilai pembangunan sarana pendidikan yang lebih cepat dan efisien dapat menjadi fondasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih kompetitif pada masa mendatang.
Sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), WIKA Beton merupakan bagian dari ekosistem BUMN yang saat ini berada dalam pengelolaan strategis Danantara Indonesia.
Dengan target pembangunan Sekolah Rakyat yang masih berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, peluang tambahan kontrak dari program tersebut dinilai masih terbuka bagi pelaku industri konstruksi nasional. Bagi WIKA Beton, pasokan beton pracetak senilai Rp75,9 miliar menjadi salah satu indikasi awal bahwa proyek prioritas pemerintahan Prabowo mulai menciptakan peluang usaha bagi emiten di sektor konstruksi dan bahan bangunan. (*)