KABARBURSA.COM – Chery Auto mengantongi 18.173 pesanan untuk sedan Fulwin A9 hanya dalam 72 jam sejak membuka masa pra-penjualan. Angka tersebut menjadi salah satu peluncuran model baru dengan respons tercepat di pasar kendaraan energi baru (NEV) China tahun ini.
Angka tersebut diumumkan Wakil Presiden Eksekutif Chery Auto, Li Xueyong, pada 13 Juli 2026. Melansir CarNewsChina, Fulwin A9 pertama kali diperkenalkan pada 9 Juli dengan menawarkan dua pilihan sistem penggerak, yakni battery electric vehicle (BEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Varian listrik murni dipasarkan pada kisaran 115.900 yuan hingga 135.900 yuan, atau sekitar Rp260 juta hingga Rp305 juta. Chery mengklaim, di rentang harga tersebut, Fulwin A9 sudah dibekali spesifikasi premium.
Harga Fulwin A9 juga menunjukkan semakin tipisnya selisih antara kendaraan listrik dan mobil bermesin konvensional di China. Dengan banderol mulai sekitar Rp260 juta, sedan tersebut masuk ke segmen yang selama ini ditempati sedan bermesin bensin kelas menengah.
Sekadar informasi, dalam beberapa tahun terakhir, produsen China terus menekan biaya produksi melalui integrasi rantai pasok, mulai dari pengembangan baterai, perangkat lunak, hingga komponen utama kendaraan.
Efisiensi tersebut membuat mereka mampu menawarkan spesifikasi yang sebelumnya hanya ditemukan pada kendaraan premium, tetapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Mengapa Fulwin A9 Langsung Diburu Konsumen?
Versi BEV menggunakan motor penggerak roda belakang bertenaga 178 kW atau setara 239 hp yang dipadukan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) Rhino E berkapasitas 70,11 kWh. Kombinasi tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 655 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.
Sementara varian PHEV mengombinasikan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai yang menawarkan jarak tempuh listrik murni hingga 175 kilometer berdasarkan standar WLTC. Chery mengklaim konsumsi bahan bakarnya mencapai 1,01 liter per 100 kilometer, dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam waktu 6,9 detik.
Strategi tersebut menunjukkan persaingan di pasar kendaraan listrik China tidak lagi hanya bertumpu pada penurunan harga, tetapi juga pada peningkatan nilai produk.
Dengan banderol setara mobil kelas menengah, Fulwin A9 sudah dibekali layar sentuh 15,6 inci beresolusi 2,5K, chip kokpit berbasis proses 3 nanometer, sistem audio 23 speaker, serta teknologi bantuan mengemudi Falcon yang mengandalkan 27 sensor, termasuk LiDAR, radar gelombang milimeter, kamera, dan sensor ultrasonik.
Persaingan semakin ketat karena fitur-fitur yang sebelumnya hanya tersedia pada kendaraan premium kini mulai ditawarkan pada segmen harga yang jauh lebih rendah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap produsen lain untuk menambah fitur atau menyesuaikan harga agar tetap kompetitif.
Strategi seperti ini semakin banyak diterapkan produsen otomotif China. Persaingan tidak lagi hanya diukur dari harga jual kendaraan, tetapi juga dari seberapa banyak fitur yang dapat ditawarkan pada rentang harga yang sama.
Akibatnya, produsen lain dituntut mempercepat pengembangan teknologi atau menyesuaikan harga agar tetap kompetitif. Tekanan tersebut tidak hanya dirasakan oleh sesama produsen China, tetapi juga merek-merek Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa yang masih mengandalkan keuntungan dari kendaraan bermesin pembakaran maupun kendaraan listrik generasi sebelumnya.
Apa Arti Kesuksesan Fulwin A9 bagi Persaingan Industri Otomotif?
Data China EV DataTracker menunjukkan penjualan domestik Chery mencapai 37.686 unit pada Juni 2026, naik 18,7 persen dibandingkan Mei. Namun, angka tersebut masih turun 26,7 persen dibandingkan Juni 2025, dengan pangsa pasar domestik bertahan di kisaran 2,3 persen.
Bagi Chery, peluncuran Fulwin A9 menjadi momentum untuk memperkuat daya saing di tengah kompetisi pasar kendaraan energi baru yang semakin padat. Produsen otomotif di China kini tidak hanya berlomba meningkatkan volume penjualan di berbagai negara di dunia, tetapi juga mempercepat pembaruan model agar tetap menarik minat konsumen yang memiliki semakin banyak pilihan.
Fulwin A9 juga menjadi bagian dari strategi Chery memperluas portofolio kendaraan energi baru di pasar domestik. Model ini dikembangkan dari platform yang sebelumnya melahirkan beberapa varian, termasuk versi wagon yang sempat diperkenalkan pada Beijing Auto Show.
Dengan memanfaatkan satu platform untuk beberapa model, produsen dapat menekan biaya riset, pengembangan, dan produksi sekaligus mempercepat peluncuran kendaraan baru. Pendekatan tersebut kini menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan produsen otomotif China untuk meningkatkan skala produksi di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Kontras antara lonjakan pesanan Fulwin A9 dan penurunan penjualan tahunan menunjukkan bahwa produsen otomotif China masih terus berlomba menghadirkan model baru untuk mempertahankan volume penjualan.(*)