Logo
>

Chip AI Serap Produksi Global, Harga Elektronik Berpotensi Naik

Lonjakan kebutuhan AI mendorong produsen chip fokus ke data center, memicu potensi kenaikan harga memori, gadget, server, dan kendaraan listrik.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Chip AI Serap Produksi Global, Harga Elektronik Berpotensi Naik
Ilustrasi perebutan chip untuk kebutuhan AI dan industri elektronik hingga otomotif. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai memicu perebutan pasokan chip memori global dan mendorong kenaikan harga komponen elektronik dunia hingga 2028.

Produsen chip seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology kini mengalihkan kapasitas produksi ke chip memori untuk data center AI karena permintaannya meningkat dan memiliki kontrak jangka panjang.

Kondisi tersebut membuat pasokan chip memori untuk perangkat konsumen seperti smartphone, laptop, televisi, router, hingga otomotif mulai mengetat.

Reuters pada 24 Mei 2026 melaporkan, perusahaan teknologi global mulai berebut pasokan memori AI dan menawarkan dukungan pendanaan kepada produsen chip untuk memperluas kapasitas produksi demi mengamankan pasokan.

Chip memori jenis high-bandwidth memory (HBM) menjadi salah satu komponen yang paling banyak dicari karena digunakan untuk mendukung GPU AI milik NVIDIA dan akselerator AI lainnya.

Selain HBM, tekanan pasokan juga terjadi pada server DRAM, DDR5, NAND Flash, dan enterprise SSD. Sementara itu, firma riset teknologi global, Gartner, memperkirakan pendapatan semikonduktor global naik 64 persen pada 2026 menjadi USD1,32 triliun.

Pendapatan industri memori diproyeksikan meningkat dari USD216,3 miliar pada 2025 menjadi USD633,3 miliar pada 2026 dan kembali naik menjadi USD748,1 miliar pada 2027.

Gartner juga memperkirakan harga tahunan DRAM naik 125 persen dan NAND Flash meningkat 234 persen sepanjang 2026.

Co-CEO Samsung Electronics, Jun Young-hyun, menyebut industri chip tengah memasuki “unprecedented supercycle” seiring meningkatnya investasi AI data center.

Sementara itu, CEO Apple, Tim Cook, mengatakan kenaikan harga memori mulai menekan profitabilitas perusahaan pada kuartal berjalan.

Reuters juga melaporkan penjualan smartphone dan PC global diperkirakan menyusut akibat krisis chip memori. Beberapa produsen seperti Xiaomi dan Realme mulai memperingatkan potensi kenaikan harga perangkat.

Di Indonesia, tekanan tersebut berpotensi muncul melalui kenaikan biaya impor komponen elektronik karena industri domestik masih bergantung pada rantai pasok luar negeri.

Sektor yang diperkirakan terdampak meliputi distributor gadget, produsen laptop dan PC, operator data center, cloud provider, telekomunikasi, otomotif, kendaraan listrik, hingga manufaktur elektronik ekspor.

Kebutuhan chip memori di industri kendaraan listrik juga meningkat seiring penggunaan sistem infotainment, kamera, sensor, advanced driver assistance systems (ADAS), battery management system, dan konektivitas kendaraan.

Di sisi lain, pemerintah mulai mendorong pengembangan industri semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip dan industri back-end semiconductor.

Kementerian Perindustrian sebelumnya menyebut ISS 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi global dan kapasitas industri semikonduktor nasional. Sementara itu, Danantara bersama Arm Holdings meluncurkan program pelatihan untuk menyiapkan hingga 15.000 talenta desain chip Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.