Market Watch

13 Jul 2026

BKDP 135 +31,07%
LAND 79 +25,40%
VKTR 650 +25,00%
ATAP 555 +24,44%
OASA 310 +24,00%
KIOS 108 +22,73%
MHKI 140 +17,65%
SMLE 127 +17,59%
SQMI 61 +15,09%
KONI 3.300 +13,79%
AGII 3.240 +11,72%
BIPP 70 +11,11%
GPSO 314 +10,56%
RODA 65 +10,17%
SAGE 33 +10,00%
KKES 67 +9,84%
UDNG 1.380 +9,52%
MAPB 920 +9,52%
AIMS 448 +9,27%
ISAP 24 +9,09%
NANO 24 +9,09%
VERN 160 +8,84%
TAMA 168 +8,39%
BNBR 93 +8,14%
BKDP 135 +31,07%
LAND 79 +25,40%
VKTR 650 +25,00%
ATAP 555 +24,44%
OASA 310 +24,00%
KIOS 108 +22,73%
MHKI 140 +17,65%
SMLE 127 +17,59%
SQMI 61 +15,09%
KONI 3.300 +13,79%
AGII 3.240 +11,72%
BIPP 70 +11,11%
GPSO 314 +10,56%
RODA 65 +10,17%
SAGE 33 +10,00%
KKES 67 +9,84%
UDNG 1.380 +9,52%
MAPB 920 +9,52%
AIMS 448 +9,27%
ISAP 24 +9,09%
NANO 24 +9,09%
VERN 160 +8,84%
TAMA 168 +8,39%
BNBR 93 +8,14%
Otomotif 15 Jul 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Syahrianto

Geely Jual 1,42 Juta Mobil per Semester I 2026, Ekspor Melesat 158 Persen

Raksasa otomotif asal China Geely Auto Group membukukan penjualan global mencapai 1.422.958 unit yang ditopang oleh lonjakan ekspor kendaraan energi baru.

Geely Auto Group cetak rekor penjualan global 1,42 juta unit di semester I-2026. Simak lonjakan ekspor NEV dan capaian wholesales di Indonesia di sini.

Geely Auto Group mencatatkan rekor pertumbuhan ekspor global yang signifikan sepanjang semester I-2026 dengan model andalan yang mulai mendominasi pasar Eropa dan kawasan Asia Tenggara. (Foto: Dok. Geely Auto)
Geely Auto Group mencatatkan rekor pertumbuhan ekspor global yang signifikan sepanjang semester I-2026 dengan model andalan yang mulai mendominasi pasar Eropa dan kawasan Asia Tenggara. (Foto: Dok. Geely Auto)

Daftar Isi

  1. 01 EV Global Tembus 2 Juta Unit, Eropa Salip Pertumbuhan China
  2. 02 Mengapa Penjualan Mobil Listrik di China Mulai Melambat?

KABARBURSA.COM – Geely Auto Group membukukan penjualan global 1.422.958 unit sepanjang semester I atau Januari-Juni 2026.

Penjualan Geely pada periode tersebut ditopang ekspor yang mencapai 474.228 unit, naik 158 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan telah melampaui total ekspor Geely sepanjang 2025.

Dalam keterangan resminya, kinerja grup otomotif asal China tersebut terjadi seiring langkah ekspansi ke berbagai negara, serta meningkatnya permintaan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).

Sepanjang semester pertama 2026, penjualan NEV di pasar global mencapai 277.189 unit, naik 585 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi NEV mencapai 59 persen dari total ekspor Geely.

Momentum itu juga membawa Geely mencetak rekor baru pada Juni 2026. Untuk pertama kalinya, penjualan ekspor perusahaan menembus 100.000 unit dalam satu bulan.

Sementara di pasar Eropa, Geely mempercepat ekspansi dengan memasuki tujuh pasar baru termasuk Jerman, Spanyol, Belanda, dan Prancis dalam 45 hari. 

Langkah tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah grup diler di Portugal, Austria, dan Swiss guna memperluas pemasaran Geely EX5 dan Geely Starray EM-i di lebih dari 20 negara Eropa.

Di kawasan lain, Geely Starray EM-i meraih predikat sebagai SUV Plug-in Hybrid (PHEV) terlaris di Australia pada Mei 2026.

Sementara Geely EX2 juga dilaporkan mencatat pertumbuhan positif di sejumlah pasar, dengan Brasil menjadi salah satu negara yang menunjukkan perkembangan tercepat.

Untuk menopang ekspansi global, Geely berupaya memperkuat rantai pasok melalui pengembangan jaringan distribusi suku cadang menjadi 13 pusat logistik global.

Geely Auto Group juga mempercepat lokalisasi produksi di sejumlah pasar strategis, termasuk Brasil dan Indonesia.

Sejauh ini, Geely didukung lebih dari 2.000 jaringan penjualan dan layanan purna jual yang tersebar di lebih dari 100 negara. Langkah ini merupakan strategi untuk memperkuat daya saing dan memberikan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar.

Sementara di Indonesia, Geely hingga Juni 2026 membukukan distribusi dari dealer ke konsumen (wholesales) sebanyak 8.424 unit.

Perolehan tersebut menempatkan Geely sebagai tiga besar merek otomotif asal China dengan penjualan tertinggi di Indonesia.

Di pasar domestik, EX2 menjadi model terlaris Geely dengan wholesales 1.618 unit pada Juni 2026. Secara kumulatif, penjualan Geely EX2 selama Januari-Juni 2026 telah mencapai 6.582 unit.

EV Global Tembus 2 Juta Unit, Eropa Salip Pertumbuhan China

Penjualan mobil listrik global pada Juni 2026 naik 7 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

China EV Home melaporkan, penjualan mobi listrik di dunia sepanjang Juni lalu membukukan 2 juta unit. Angka ini juga terhitung tumbuh 11 persen dibandingkan Mei 2026. 

Capaian tersebut sekaligus menandai pertumbuhan penjualan secara bulanan selama empat bulan berturut-turut.

Data Benchmark Mineral Intelligence (BMI) mengungkapkan, penjualan mobil listrik global sepanjang semester I-2026 mencapai 9,6 juta unit, tumbuh 2 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Meski pasar global masih mencatatkan pertumbuhan, laju penjualan di masing-masing kawasan menunjukkan tren yang bervariasi. Eropa  menjadi wilayah dengan pertumbuhan paling cepat, sementara China mulai melambat dan Amerika Utara masih menghadapi tekanan.

China tetap mempertahankan status sebagai pasar mobil listrik terbesar di dunia. Pada Juni 2026, penjualan EV di negara tersebut mencapai sekitar 1 juta unit, atau sekitar separuh dari total penjualan global. Namun, angka tersebut turun 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika dihitung secara kumulatif, penjualan kendaraan listrik di China selama Januari-Juni 2026 mencapai sekitar 4,9 juta unit, turun 14 persen secara tahunan. 

Meski permintaan domestik melemah, produsen otomotif China justru mempercepat ekspansi ke pasar internasional.

Data BMI mencatat ekspor kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) China pada Juni hampir menyentuh 500.000 unit. Jumlah ini menjadi rekor bulanan tertinggi.

Mengapa Penjualan Mobil Listrik di China Mulai Melambat?

Produsen seperti BYD, Geely, dan SAIC Motor terus memperluas penetrasi ke pasar Eropa, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara melalui peluncuran model baru serta penguatan jaringan distribusi lokal.

Langkah tersebut mencerminkan perubahan strategi produsen otomotif China dalam beberapa tahun terakhir. Ketika pertumbuhan pasar domestik mulai melambat dan persaingan harga semakin ketat, ekspansi ke luar negeri menjadi salah satu cara untuk mempertahankan volume penjualan sekaligus meningkatkan skala produksi.

Bagi banyak produsen, pasar internasional kini tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama.

Selain meningkatkan ekspor, sejumlah perusahaan juga mulai membangun fasilitas perakitan di berbagai negara untuk mendekatkan produksi dengan pasar tujuan.

Strategi tersebut dinilai dapat mengurangi biaya logistik, mempercepat distribusi kendaraan, sekaligus meminimalkan dampak kebijakan tarif impor yang diterapkan sejumlah negara terhadap kendaraan listrik buatan China.

Sementara itu, Eropa mencatatkan pertumbuhan paling agresif. Penjualan kendaraan listrik di kawasan tersebut mencapai 530.000 unit pada Juni 2026, atau melonjak 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan naik 28 persen dibandingkan bulan Mei 2026.

Angka tersebut menjadi rekor penjualan bulanan baru di kawasan Benua Biru. Sepanjang semester I 2026, penjualan Electric Vehicle (EV) di Eropa mencapai 2,5 juta unit, meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah negara seperti Prancis, Denmark, Spanyol, dan Portugal bahkan mencetak rekor penjualan EV bulanan tertinggi. Pertumbuhan tersebut didorong insentif pembelian kendaraan listrik, regulasi emisi yang semakin ketat, kebijakan subsidi pemerintah, serta kenaikan harga minyak dunia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait