KABARBURSA.COM – Merek otomotif JAECOO mencatatkan pertumbuhan penjualan global yang signifikan dengan menjadi mobil terlaris di Inggris pada periode Maret 2026.
Data penjualan menunjukkan JAECOO J7 membukukan lebih dari 10.000 unit hanya dalam satu bulan, dengan total 15.703 unit sejak awal tahun. Angka tersebut tercatat sekitar 70 persen lebih tinggi dibandingkan model pesaing terdekat, mencerminkan peningkatan daya saing di pasar otomotif global.
Secara keseluruhan, OMODA & JAECOO mencatat penjualan gabungan sebesar 61.254 unit pada Maret 2026. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi rekor bulanan tertinggi bagi kedua merek tersebut.
Kontribusi terbesar datang dari segmen kendaraan elektrifikasi yang mencapai 39.716 unit, atau melonjak hingga 471 persen.
Akumulasi penjualan global OMODA & JAECOO kini telah melampaui 960.000 unit dan diperkirakan segera menembus 1 juta unit dalam waktu dekat. Pertumbuhan ini menempatkan JAECOO sebagai salah satu merek otomotif dengan ekspansi tercepat di pasar internasional.
Di tengah tren tersebut, minat terhadap kendaraan elektrifikasi juga mulai terlihat di Indonesia. Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa kebutuhan konsumen tidak hanya mengarah pada teknologi baru, tetapi juga mempertimbangkan aspek kepraktisan.
“Kami melihat minat terhadap kendaraan elektrifikasi maupun NEV terus meningkat, namun pada saat yang sama konsumen juga mencari solusi yang tetap praktis dan relevan dengan kebutuhan mereka. Di sinilah teknologi seperti SHS (Super Hybrid System) menjadi semakin penting, karena mampu menghadirkan efisiensi sekaligus fleksibilitas dalam penggunaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong penerimaan produk di berbagai pasar. “SHS memungkinkan pengguna merasakan manfaat elektrifikasi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan. Ini yang membuat teknologi ini semakin dilihat sebagai langkah yang lebih realistis dalam perjalanan menuju kendaraan listrik sepenuhnya,” lanjutnya.
Teknologi SHS yang dikembangkan JAECOO mengombinasikan sistem tenaga listrik dan mesin konvensional dalam satu platform. Dalam kondisi tertentu, kendaraan dapat beroperasi lebih efisien menggunakan tenaga listrik, sementara mesin tetap berfungsi menjaga performa dan jarak tempuh.
Kemampuan tersebut telah diuji di lebih dari 16 negara dengan kondisi jalan dan cuaca yang beragam. Dalam pengujian itu, JAECOO J7 diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.300 kilometer.
Ekspansi bisnis juga terlihat dari penguatan jaringan distribusi di Indonesia. Saat ini, JAECOO telah mengoperasikan 32 dealer, termasuk pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan menargetkan penambahan 25 dealer baru. Secara keseluruhan, perusahaan membidik hingga 80 outlet di seluruh Indonesia pada akhir tahun.
Capaian di pasar Inggris menjadi salah satu indikator bahwa strategi elektrifikasi yang fleksibel mulai mendapatkan respons di berbagai negara, seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan yang efisien namun tetap adaptif terhadap kondisi penggunaan.(*)