KABARBURSA.COM – Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk atau ADMR melesat pada sesi pertama perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Saham emiten batu bara metalurgi grup Adaro tersebut naik 55 poin atau 3,72 persen ke level Rp1.535.
Kenaikan itu langsung menarik perhatian pasar setelah ADMR cukup lama bergerak di bawah tekanan jual. Volume antrean bid juga terlihat tebal sejak awal perdagangan.
Data orderbook menunjukkan antrean beli di level Rp1.500 mencapai 10.365 lot dengan frekuensi 282 kali. Bid besar juga terlihat di area Rp1.530 sebanyak 8.545 lot dan Rp1.535 sebanyak 3.214 lot.
Meski begitu, pasar belum sepenuhnya percaya tekanan jual telah selesai. Kenaikan cepat pada sesi pertama justru terjadi ketika hampir seluruh indikator moving average masih menunjukkan sinyal jual kuat.
Sinyal Teknikal Didominasi Tekanan Distribusi
Data teknikal memperlihatkan seluruh indikator moving average utama masih berada dalam posisi jual. MA5 berada di level 1.493 dengan status jual.
MA10 tercatat di 1.654 dan MA20 berada di 1.762. Keduanya juga masih menunjukkan sinyal jual.
Tekanan bahkan terlihat lebih panjang ketika MA50 dan MA100 sama sama masih berada jauh di atas harga saat ini. MA50 tercatat di area 1.856 sementara MA100 berada di 1.851.
Kondisi tersebut menunjukkan tren turun menengah belum benar-benar berubah. Kenaikan hari ini lebih banyak dibaca sebagai rebound teknikal dibanding pembalikan tren penuh.
Area Rp1.500 jadi Pertempuran Penting
Level Rp1.500 kini berubah menjadi area psikologis utama ADMR. Saham berhasil bergerak di atas area tersebut pada sesi pertama perdagangan dan membuat pelaku pasar mulai mengamati apakah harga mampu bertahan hingga penutupan.
Jika mampu menjaga posisi di atas Rp1.500, peluang penguatan menuju target Rp1.520 hingga Rp1.560 masih terbuka. Area tersebut juga berdekatan dengan resistance pivot teknikal.
Data pivot point menunjukkan resistance pertama atau R1 berada di area 1.518. Resistance kedua atau R2 tercatat di area 1.576.
Menariknya, harga ADMR saat ini sudah berada di atas pivot utama 1.378. Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa momentum rebound jangka pendek mulai terbentuk.
Meski demikian, pasar tetap membaca adanya tekanan distribusi di area atas. Antrean offer mulai menebal di rentang Rp1.550 hingga Rp1.580.
Offer di level Rp1.560 mencapai 2.615 lot. Tekanan jual juga terlihat di Rp1.565 dan Rp1.570 yang masing masing memiliki antrean cukup besar.
Pola seperti itu biasanya menunjukkan trader jangka pendek mulai bersiap melepas saham ketika harga mendekati resistance penting.
Strategi Trading ADMR Hari Ini
Dalam kondisi seperti sekarang, strategi Bahana Sekuritas ialah pendekatan accumulate buy bertahap selama harga mampu bertahan di atas area Rp1.500.
Area stop loss mulai dipasang di bawah Rp1.400. Level tersebut menjadi batas penting karena jika ditembus, tekanan jual berpotensi kembali membesar.
Target jangka pendek pertama berada di area Rp1.520. Jika resistance tersebut berhasil dilewati dengan volume besar, peluang menuju Rp1.560 mulai terbuka.
Trader jangka pendek biasanya akan lebih fokus pada kekuatan volume dan ketebalan antrean bid offer. Jika bid mulai menipis saat harga naik, pasar kemungkinan membaca rebound mulai kehilangan tenaga.
Sebaliknya, jika antrean beli tetap tebal sambil harga bergerak stabil di atas Rp1.500, peluang penguatan lanjutan masih cukup terbuka.
Pasar kini menunggu apakah ADMR mampu menjaga momentum penguatan hingga penutupan perdagangan. Karena meski harga sudah melonjak pada sesi pertama, struktur teknikal yang masih dominan jual membuat saham ini tetap berada dalam zona rawan tarik ulur antara trader rebound dan pelaku distribusi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.