KABARBURSA.COM – Setelah sempat mengalami tekanan beruntun sejak awal pekan, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akhirnya memantul tajam pada perdagangan terakhir pekan ini.
Saham melesat 14,52 persen atau naik 54 poin ke level 426 pada perdagangan terakhir, Jumat, 22 Mei 2026. Lonjakan tersebut terjadi setelah saham sempat tertekan hingga area 360 sebelum akhirnya ditutup di dekat level tertinggi harian.
Pergerakan itu langsung mengubah suasana perdagangan yang sebelumnya penuh tekanan jual menjadi lebih agresif di sisi pembelian.
Volume perdagangan ikut melonjak menjadi 1,11 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp45,35 miliar. Frekuensi transaksi tercatat 5.790 kali, meningkat dibanding sesi sebelumnya.
Empat Hari Merah Sebelum Akhirnya Meledak
Kenaikan tajam pada perdagangan terakhir sebenarnya terjadi setelah PSAB mengalami tekanan cukup brutal sejak awal pekan. Pada 18 Mei 2026, saham PSAB ditutup di level 466 setelah turun 6,80 persen. Tekanan berlanjut sehari setelahnya ketika saham kembali jatuh 11,59 persen menuju 412.
Situasi belum membaik pada 20 Mei dan 21 Mei. PSAB kembali melemah masing masing 5,34 persen dan 4,62 persen hingga akhirnya turun ke level 372. Artinya, sebelum rebound kemarin, saham ini sempat kehilangan hampir 20 persen hanya dalam empat hari perdagangan.
Tekanan tersebut memperlihatkan tingginya volatilitas PSAB dalam beberapa sesi terakhir. Meski begitu, pola menarik mulai muncul pada perdagangan terakhir.
Saham dibuka di area 368 lalu langsung bergerak naik tanpa sempat kembali menyentuh level pembukaan. Pergerakan seperti ini biasanya menunjukkan mulai munculnya keberanian buyer untuk menyerap tekanan jual sejak awal sesi.
PSAB bahkan ditutup tepat di level tertinggi harian 426. Di sini, buyer berhasil menguasai perdagangan hingga akhir sesi. Dan di saat yang sama, rata rata harga perdagangan harian juga naik ke level 409 dari posisi sebelumnya 381.
Kenaikan rata-rata transaksi itu mulai menunjukkan adanya pergeseran momentum jangka pendek.
Asing Masih Keluar, tapi Tekanan Mengecil
Meski harga saham melonjak tajam, data foreign flow memperlihatkan investor asing sebenarnya masih mencatat penjualan bersih.
Pada perdagangan 22 Mei, PSAB membukukan net foreign sell Rp5,31 miliar. Namun, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tekanan sebelumnya.
Pada 18 Mei, asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp11,88 miliar. Lalu pada 19 Mei sebesar Rp7,65 miliar. Tekanan jual asing mulai menurun pada 20 Mei menjadi Rp223,98 juta sebelum kembali meningkat ringan di 21 Mei sebesar Rp2,66 miliar.
Jika diakumulasi, total net foreign sell selama sepekan mencapai sekitar Rp27,7 miliar.
Meski masih mencatat arus keluar dana asing, pola pelemahannya mulai berbeda dibanding awal pekan. Karena pada perdagangan terakhir, buyer domestik terlihat jauh lebih agresif menyerap tekanan jual.
Area 400 Kini jadi Zona Perebutan Baru
Setelah berhasil kembali ke atas level 400, pasar mulai memantau apakah PSAB mampu menjaga area tersebut pada perdagangan Senin nanti. Karena sebelumnya area 400 sempat berubah menjadi tekanan jual kuat saat saham turun tajam dari 470 menuju 372.
Kini level tersebut justru mulai berubah menjadi area pertahanan buyer. MNC Sekuritas membuka area trading buy di 394 sampai 416. Zona itu diperkirakan menjadi wilayah konsolidasi utama untuk perdagangan jangka pendek berikutnya.
Jika PSAB mampu bertahan di atas 400 dengan volume yang tetap aktif, peluang menuju target 446 hingga 472 mulai terbuka. Level 472 sendiri menjadi area penting karena sebelumnya menjadi titik distribusi saat tekanan jual mulai membesar.
Namun volatilitas PSAB masih tergolong tinggi. Rentang pergerakan harian dalam sepekan terakhir cukup lebar dan memperlihatkan karakter saham yang agresif. Karena itu disiplin terhadap batas risiko tetap menjadi perhatian utama trader jangka pendek.
MNC Sekuritas menempatkan stoploss di bawah 384. Jika level tersebut ditembus kembali, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka karena saham berisiko kembali masuk fase tekanan jual.
Pasar juga mulai memperhatikan apakah lonjakan Kamis kemarin disertai akumulasi lanjutan atau hanya sekadar short rebound. Perdagangan awal pekan nanti kemungkinan menjadi penentu arah momentum berikutnya.
Kinerja 2025 Menguat Ditopang Ekspor Emas
Kinerja keuangan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sepanjang 2025 bergerak menguat. Pendapatan dan penjualan usaha tercatat sebesar USD288,75 juta, naik 22,35 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD236,01 juta.
Kenaikan pendapatan itu diikuti penurunan beban pokok penjualan menjadi USD118,57 juta dari USD122,23 juta.
Laba bruto PSAB meningkat menjadi USD170,18 juta pada 2025. Angka tersebut naik 49,57 persen dari posisi USD113,78 juta pada 2024. Dengan struktur tersebut, margin laba bruto ikut melebar karena kenaikan pendapatan tidak diikuti peningkatan beban pokok.
Dari sisi laba, PSAB membukukan laba sebelum pajak sebesar USD65,36 juta. Angka itu melonjak dari USD23,67 juta pada 2024. Setelah beban pajak sebesar USD12,40 juta, laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar USD52,96 juta, naik hampir tiga kali lipat dibandingkan USD17,68 juta pada tahun sebelumnya.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat tajam. Nilainya mencapai USD36,30 juta pada 2025, dibandingkan USD9,42 juta pada 2024. Sementara laba yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali naik menjadi USD16,67 juta dari USD8,26 juta.
Neraca PSAB bergerak lebih ramping pada akhir 2025. Total aset turun menjadi USD821,57 juta dari USD866,71 juta pada 2024. Penurunan aset terutama terjadi pada aset tidak lancar yang menyusut menjadi USD489,56 juta dari USD736,56 juta.
Di sisi lain, aset lancar justru meningkat menjadi USD332,01 juta dari USD130,15 juta. Salah satu pos besar yang muncul ialah aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sebesar USD234,36 juta.
Total liabilitas PSAB turun menjadi USD367,04 juta dari USD464,23 juta. Penurunan ini terutama berasal dari liabilitas jangka panjang yang berkurang menjadi USD184,85 juta dari USD300,97 juta.
Ekuitas PSAB meningkat menjadi USD454,53 juta dari USD402,48 juta. Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi USD339,35 juta, sementara kepentingan nonpengendali meningkat menjadi USD115,17 juta.
Dari sisi arus kas, kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD115,57 juta, naik dari USD89,64 juta pada 2024. Aktivitas investasi masih mencatat arus keluar bersih USD28,24 juta, sedangkan aktivitas pendanaan mencatat arus keluar bersih USD88,87 juta.
Pendapatan PSAB pada 2025 seluruhnya berasal dari penjualan pihak ketiga sebesar USD288,75 juta. Berdasarkan pelanggan, Metalor Technologies Singapore Pte Ltd menjadi pembeli terbesar dengan nilai USD272,33 juta atau 94 persen dari total penjualan. Sisa pendapatan berasal dari Beijing Fuhaihua Import and Export Corp Ltd sebesar USD16,41 juta dan Kewangsa Group Sdn Bhd sebesar USD15.802.
Struktur pendapatan juga memperlihatkan dominasi ekspor emas. Pada 2025, pendapatan ekspor emas mencapai USD288,75 juta, sedangkan pada 2024 pendapatan terdiri dari ekspor USD220,18 juta dan domestik USD15,83 juta.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.