Logo
>

Asing Masuk Deras ke BUVA, Mulai Ada Peluang Rebound?

BUVA masih bergerak liar setelah anjlok dari area Rp1.000 ke Rp675 dalam sepekan. Di tengah tekanan distribusi besar, asing justru sempat masuk agresif hingga puluhan miliar rupiah.

Ditulis oleh Yunila Wati
Asing Masuk Deras ke BUVA, Mulai Ada Peluang Rebound?
BUVA diserbu asing saat harga rontok. Masuknya dana asing yang cukup deras berpeluang rebound pada saham tersebut. (Foto: dok Bukit Uluwatu)

KABARBURSA.COM – Hingga sesi pertama perdagangan Senin, 25 Mei 2026, saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk atau BUVA bergerak sangat volatil. Saham emiten pariwisata dan perhotelan ini turun 6,25 persen ke level Rp675 setelah dibuka di Rp730.

Tekanan harga hari ini memperpanjang fase koreksi tajam BUVA dalam sepekan terakhir. Dalam lima hari perdagangan, saham sudah turun dari area Rp995 menuju Rp675.

Meski harga terus tertekan, pola transaksi asing justru melakukan pembelian agresif. Data perdagangan memperlihatkan asing mulai aktif masuk ke BUVA sejak 18 Mei 2026. Pada hari tersebut, saham turun 4,78 persen ke level Rp995 tetapi asing masih mencatat net foreign buy Rp6,99 miliar.

Pembelian asing meningkat drastis pada 20 Mei 2026. Saat saham turun ke Rp815, asing mencatat net buy Rp15,36 miliar.

Puncak akumulasi terjadi pada 21 Mei 2026 ketika BUVA anjlok sangat dalam. Saham jatuh 14,72 persen atau turun 120 poin ke level Rp695.

Nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp210,50 miliar dengan volume perdagangan 2,91 juta lot dan frekuensi 27,35 ribu kali. Meski harga longsor tajam, asing justru memborong saham senilai Rp59,55 miliar.

Penjualan asing hanya tercatat Rp25,13 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy Rp34,42 miliar. Angka tersebut menjadi pembelian bersih asing terbesar dalam sepekan terakhir.

Pola tersebut kembali berlanjut pada 22 Mei 2026. BUVA memang rebound 3,60 persen ke level Rp720, tetapi asing masih mencatat net buy Rp14,82 miliar.

Total pembelian asing mencapai Rp91,93 miliar sementara penjualan berada di Rp77,11 miliar. Nilai transaksi harian juga melonjak menjadi Rp267,87 miliar.

Harga Bergerak Brutal

Meski asing sempat aktif melakukan pembelian, tekanan distribusi di BUVA masih terlihat sangat besar. Harga saham bergerak brutal hanya dalam beberapa sesi perdagangan.

Pada 18 Mei 2026, saham masih berada di area Rp995. Sehari berikutnya, harga langsung longsor 14,07 persen ke Rp855.

Koreksi belum berhenti. Pada 20 Mei 2026, saham turun lagi ke Rp815 sebelum akhirnya runtuh ke Rp695 sehari kemudian.

Pada 19 Mei 2026 saham bergerak dari level tertinggi Rp1.010 hingga menyentuh Rp850 dalam satu sesi. Range ekstrem tersebut menunjukkan tekanan jual berlangsung agresif sepanjang perdagangan.

Meski begitu, rebound pada 22 Mei 2026 mulai memberi sinyal bahwa tekanan bawah mulai sedikit mereda. Saham berhasil naik ke Rp720 setelah sebelumnya menyentuh area rendah Rp615.

Hari ini tekanan jual kembali muncul. BUVA turun ke Rp675 dengan volume perdagangan 801,62 ribu lot dan frekuensi 12,52 ribu kali.

Namun pasar mulai memperhatikan area Rp695 hingga Rp705 yang mulai berubah menjadi zona pertarungan baru antara buyer dan seller.

Bullish Marubozu 

Semesta Sunrise dalam analisis teknikalnya menyoroti pembentukan pola bullish marubozu setelah saham sempat mengalami reject di area support bawah. Pola tersebut biasanya muncul ketika buyer mulai mengambil alih kendali setelah tekanan jual besar.

Dalam pendekatan trading jangka pendek, area buy on weakness mulai dipetakan di rentang Rp705 hingga Rp695. Area tersebut dianggap sebagai support penting setelah saham berhasil memantul dari tekanan ekstrem sebelumnya.

Stop loss mulai dipasang di bawah Rp680. Jika area tersebut ditembus, pasar kemungkinan membaca distribusi belum selesai dan tekanan jual berpotensi kembali membesar.

Target rebound jangka pendek diperkirakan berada di area Rp800 hingga Rp850. Area tersebut sekaligus menjadi resistance penting setelah kejatuhan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Meski peluang rebound mulai terbuka, pasar masih sangat berhati hati membaca BUVA. Volatilitas saham masih sangat tinggi dan perubahan arah harga bisa terjadi sangat cepat.

Trader cepat biasanya lebih nyaman memanfaatkan momentum pantulan teknikal seperti ini. Sebaliknya, investor menengah cenderung menunggu konfirmasi tambahan berupa stabilitas harga dan penurunan tekanan distribusi.

Pasar kini menunggu apakah area Rp695 benar benar mampu menjadi pijakan rebound baru bagi BUVA. Pergerakan asing, kekuatan volume transaksi, dan kemampuan harga bertahan di atas support menjadi faktor yang akan menentukan arah saham dalam beberapa hari ke depan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79