KABARBURSA.COM — Akses menunaikan zakat kini makin dekat ke genggaman. PT Bank BCA Syariah bersama Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI memperkuat kolaborasi dalam penyaluran dana sosial keagamaan sekaligus memperluas jalur digital bagi masyarakat.
Langkah ini ditandai dengan penyerahan dana zakat nasabah dan infak perusahaan, bersamaan dengan peluncuran fitur donasi dalam aplikasi mobile banking BSya. Fitur tersebut membuka akses bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara lebih praktis melalui platform digital.
Di tengah dorongan digitalisasi layanan keuangan, pendekatan ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga upaya memperluas jangkauan distribusi dana sosial berbasis syariah.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menekankan instrumen zakat dan infak memiliki peran yang lebih luas dari sekadar kewajiban keagamaan.
“Zakat, infak, dan sedekah merupakan sarana untuk saling mendukung dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama. Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, kami berupaya mendekatkan masyarakat pada penghimpunan dana yang memberikan dampak nyata bagi para mustahik,” ujar Yuli, dikutip dari laman resmi BAZNAS, Selasa, 7 April 2026.
Selama ini, kerja sama antara BCA Syariah dan BAZNAS telah berjalan konsisten. Hingga 2025, penyaluran dana zakat tercatat telah menjangkau 82 mustahik pelaku usaha mikro. Bantuan tersebut difokuskan untuk memperkuat usaha kecil sekaligus mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Penyaluran dana yang kembali dilakukan dalam kesempatan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan penerima, seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengumpulan dana sosial.
Di sisi lain, BAZNAS melihat integrasi layanan digital ini sebagai langkah yang relevan dengan perubahan perilaku masyarakat.
“Ini merupakan sebuah inovasi layanan digital dan kami sangat bersyukur karena masyarakat semakin mudah untuk membayar zakat fitrah, serta infak dan sedekah dengan lebih praktis langsung dari mobile banking BSya by BCA Syariah,” kata Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid.
Peluncuran fitur donasi dalam aplikasi BSya menjadi bagian dari strategi jangka panjang BCA Syariah dalam memperkuat layanan berbasis digital. Nasabah kini dapat menyalurkan dana sosial secara langsung dari perangkat mobile dengan proses yang lebih sederhana dan terintegrasi.
Di tengah potensi zakat nasional yang masih besar, kemudahan akses menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan penghimpunan dana. BCA Syariah melihat digitalisasi sebagai jembatan untuk mempercepat proses tersebut.
“Kami ingin menjadi sahabat berkah bagi nasabah dan semakin memudahkan berbagi kebaikan. Dengan fitur ini, kami berharap partisipasi masyarakat dalam berzakat semakin meningkat, sehingga potensi zakat di Indonesia dapat terhimpun dan tersalurkan secara lebih optimal,” kata Yuli.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana lembaga keuangan syariah mulai memadukan fungsi bisnis dan sosial dalam satu ekosistem layanan. Bukan hanya soal transaksi, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan untuk memperluas dampak ekonomi berbasis solidaritas.
Kinerja BCA Syariah Naik, Ekspansi dan Digital Jalan Bareng
Di tengah dorongan digitalisasi dan penguatan fungsi sosial tersebut, kinerja bisnis BCA Syariah juga menunjukkan tren yang sejalan. Pertumbuhan yang tercatat sepanjang 2025 memperlihatkan bagaimana ekspansi layanan diiringi dengan peningkatan kepercayaan masyarakat.
Sepanjang tahun buku 2025, BCA Syariah membukukan kinerja yang solid. Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada aset, tetapi juga pembiayaan dan laba bersih, yang sama-sama bergerak naik dengan kualitas yang tetap terjaga.
Total aset tercatat tumbuh 15,4 persen secara tahunan menjadi Rp19,2 triliun. Di saat yang sama, laba bersih ikut meningkat dengan laju yang setara menjadi Rp212 miliar.
Yuli menilai capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan perbankan syariah.
“BCA Syariah pada tahun 2025 tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total asset. Pertumbuhan didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas. Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat,” ujar Yuli, dikutip dari laman resmi BCA Syariah.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, laju pertumbuhan bahkan melampaui kenaikan aset. Sepanjang 2025, pembiayaan meningkat 23,1 persen menjadi Rp13,2 triliun. Fokus pembiayaan diarahkan ke sektor produktif, baik untuk kebutuhan komersial maupun konsumer seperti pembiayaan rumah dan emas.
Meski ekspansi berlangsung agresif, perusahaan tetap menjaga kualitas portofolio. Hal ini tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau NPF gross yang berada di level 1,57 persen, relatif rendah untuk ukuran pertumbuhan yang cukup tinggi.
Di sisi pendanaan, penghimpunan dana masyarakat juga menunjukkan penguatan. Dana pihak ketiga tumbuh 17,1 persen menjadi Rp15,4 triliun. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan dana murah atau CASA yang meningkat 25,7 persen hingga mencapai Rp6,3 triliun.
Perubahan perilaku nasabah yang semakin digital turut mendorong arah strategi perusahaan. BCA Syariah memperluas layanan elektronik melalui penguatan fitur pada mobile banking BSya dan internet banking BIQ.
Berbagai fitur baru diperkenalkan, mulai dari pembiayaan emas, deposito digital, QRIS, setor tunai tanpa kartu, hingga layanan keagamaan seperti kurban dan zakat. Sementara untuk segmen bisnis, layanan BIQ dilengkapi dengan dashboard keuangan dan integrasi sistem transaksi.
“Digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah, serta mengembangkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan perbankan syariah, termasuk menjaga kinerja dan kemampuan sistem ITnya, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah,” jelas Yuli.
Tak berhenti di layanan dan bisnis, BCA Syariah juga tetap mendorong pemberdayaan sektor riil. Melalui program WEpreneur, perseroan memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM, khususnya perempuan. Sepanjang 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 3.000 peserta melalui pelatihan dan pendampingan.
Ke depan, perusahaan menyiapkan langkah lanjutan dengan memperkuat struktur pendanaan, menjaga kualitas pembiayaan, serta terus mengembangkan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Di saat yang sama, upaya ini diharapkan dapat memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.