KABARBURSA.COM - Saham PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) menetapkan dividen jumbo sebesar Rp1.447 per saham untuk tahun buku 2025. Cum date dividen saham yang sepi transaksi ini jatuh pada 26 Mei 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 9 Juni 2026.
Meski nilai dividennya besar, pergerakan saham UNIC justru terlihat sangat sepi. Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, saham UNIC naik 250 poin atau 1,65 persen ke level 15.375 dengan nilai transaksi hanya Rp1,01 miliar dan frekuensi 200 kali.
Volume perdagangannya bahkan hanya 662 lot. Angka itu jauh lebih kecil dibanding mayoritas saham lapis dua lain yang aktif diperdagangkan di pasar reguler.
Melesat Agresif, tapi Asing Jual Rp256,59 juta
Pergerakan harga UNIC dalam beberapa hari terakhir sebenarnya cukup agresif. Dalam empat perdagangan sejak 20 Mei 2026, saham ini sudah melesat dari level 12.800 menjadi 15.375 atau naik sekitar 20 persen.
Kenaikan terbesar terjadi pada 21 Mei 2026 saat saham UNIC terbang 10,94 persen ke level 14.200. Setelah itu, saham ini masih melanjutkan penguatan bertahap hingga mendekati area 15.500.
Namun menariknya, penguatan harga tersebut tidak diikuti aliran dana asing. Data historis memperlihatkan asing justru lebih banyak melakukan penjualan dibanding pembelian.
Pada 21 Mei 2026, asing mencatat penjualan bersih Rp43,30 juta. Tekanan asing berlanjut pada 22 Mei 2026 dengan net sell Rp103,63 juta dan kembali terjadi pada 25 Mei 2026 sebesar Rp130,35 juta.
Hanya dua hari yang mencatat net buy asing, yakni 19 Mei 2026 sebesar Rp2,61 juta dan 20 Mei 2026 sebesar Rp18,08 juta. Jika ditotal dalam lima perdagangan terakhir, asing masih mencatat net sell sekitar Rp256,59 juta.
Broker summary juga menunjukkan distribusi yang cukup terasa. Pada 25 Mei 2026, broker Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) menjadi pembeli terbesar dengan nilai Rp175,4 juta di harga rata-rata 15.200.
Di sisi lain, broker CGS International Sekuritas Indonesia (YU) tercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai Rp124 juta di harga rata-rata 15.126. Broker DR juga melepas saham senilai Rp95,1 juta di harga rata-rata 15.095.
Teknikal Masih Strong Buy
Dari sisi teknikal, indikator saham UNIC sebenarnya masih sangat kuat. Rangkuman indikator teknikal menunjukkan status strong buy dengan enam indikator beli dan tidak ada sinyal jual.
Hampir seluruh moving average juga masih menunjukkan tren beli. MA5 berada di level 11.930, MA10 di 10.390, dan MA20 di 9.165, jauh di bawah harga saat ini yang sudah berada di area 15 ribuan.
Meski demikian, sejumlah indikator momentum mulai memasuki area jenuh beli. RSI berada di level 81,95 dan Stochastic RSI menyentuh level 100, yang biasanya menandakan saham sudah mengalami kenaikan cukup panas dalam waktu singkat.
Area resistance terdekat kini berada di kisaran 15.333 hingga 15.400 berdasarkan pivot point Fibonacci dan klasik. Sementara support jangka pendek berada di area 14.000 hingga 13.866.
Arah Saham Pasca Dividen
Pergerakan pasca dividen menjadi menarik karena saham dengan dividen besar sering mengalami dua pola berbeda. Jika pasar melihat yield masih menarik dan likuiditas mulai meningkat, harga bisa bertahan di atas area psikologis 15.000.
Bila tekanan profit taking muncul setelah cum date, saham ini berpotensi kembali menguji area support 14.000. Apalagi karakter perdagangan UNIC masih tergolong sangat tipis sehingga pergerakannya relatif mudah berubah hanya dengan transaksi bernilai kecil.
Di luar faktor teknikal, UNIC sendiri dikenal sebagai produsen Alkylbenzene (AB), bahan baku utama deterjen, dengan kapasitas produksi mencapai 270 ribu ton per tahun. Emiten ini juga menjadi satu-satunya produsen AB di Indonesia dengan basis bisnis kimia industri yang cukup mapan.(*)
SEO Description:
SEO Keywords:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.