Logo
>

OASA Tiba-tiba Meledak, Proyek Sampah jadi Listrik Mulai Terbaca

Kolaborasi proyek waste-to-energy mulai terbentuk, OASA melonjak dengan lonjakan volume, BIPI ikut menguat di tengah transaksi besar.

Ditulis oleh Yunila Wati
OASA Tiba-tiba Meledak, Proyek Sampah jadi Listrik Mulai Terbaca
Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik PSEL Cipeucang milik OASA berhasil menjadi sentimen positif bagi kinerja saham. Harga melejit hingga lebih dari 6 persen. (Foto: dok Mahareksa Biru Energi)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan harga. Penguatan kolaborasi dengan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) pada proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy (WtE), yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis energi hijau di dalam negeri, menjadi salah satu pendorong.

kolaborasi ini terhubung langsung dengan pengembangan proyek PSEL Cipeucang di Tangerang Selatan, yang sebelumnya telah dimenangkan oleh perusahaan patungan PT Indoplas Tianying Energy. 

Entitas ini merupakan hasil kerja sama antara grup OASA dan China Tianying Inc., yang menjadi basis awal dalam membangun ekosistem bisnis pengolahan sampah menjadi energi. Dengan posisi tersebut, proyek ini tidak hanya menjadi proyek tunggal, tetapi merupakan bagian dari struktur bisnis yang lebih luas di sektor energi berbasis lingkungan.

Perkembangan terbaru memperlihatkan adanya langkah konkret dalam memperkuat hubungan antar kedua emiten. OASA melalui PT Indoplas Makmur Lestari melepas sebagian kepemilikan di PT Indoplas Energi Hijau kepada BIPI. 

Transaksi ini memang kecil secara nominal, hanya sebanyak 20 lembar saham dengan nilai Rp20 juta, namun secara struktur menunjukkan adanya pembukaan akses kepemilikan bagi BIPI dalam entitas yang terlibat langsung di proyek PSEL.

Di sisi lain, BIPI juga mengambil langkah yang lebih tegas dengan mengakuisisi 20 persen saham PT Maharaksa Energi Hijau senilai Rp500 juta dari grup OASA. Aksi ini mempertegas arah, di mana BIPI tidak hanya menjadi mitra pasif, tetapi mulai masuk ke dalam struktur kepemilikan bisnis energi hijau yang dikembangkan OASA. 

Dalam konteks ini, kedua transaksi tersebut membentuk hubungan dua arah yang saling terhubung, bukan sekadar kerja sama proyek biasa.

Struktur kolaborasi ini juga menciptakan satu pola yang menarik. OASA tetap berada pada posisi pengembang awal proyek, sementara BIPI mulai masuk sebagai mitra strategis dalam memperluas eksposur ke sektor energi berkelanjutan. 

Dengan tidak adanya hubungan afiliasi dan nilai transaksi yang tidak tergolong material, ruang kerja sama masih terbuka luas tanpa terikat oleh batasan struktural yang ketat.

Tentang PSEL Cipeucang

Dari sisi bisnis, proyek PSEL sendiri memiliki karakter yang berbeda dibandingkan proyek energi konvensional. Selain berfungsi sebagai solusi pengelolaan limbah, proyek ini juga menghasilkan listrik yang dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang. 

Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya berbasis proyek, tetapi juga mengarah pada pembentukan portofolio energi hijau yang terintegrasi.

Dalam kerangka yang lebih luas, langkah ini juga mencerminkan pergeseran arah bisnis kedua emiten. OASA memperkuat posisinya sebagai pengembang energi berbasis lingkungan, sementara BIPI memperluas portofolio investasinya ke sektor yang memiliki karakter recurring income.

Kombinasi ini membentuk struktur yang saling melengkapi, di mana satu pihak mengembangkan aset, sementara pihak lain memperkuat dari sisi investasi dan ekspansi.

Saham Melejit 6,59 Persen, Speculative Buy?

Masuk ke pergerakan saham, respons pasar terhadap kolaborasi ini terlihat cukup cepat. Saham OASA pada perdagangan Jumat, 10 April 2026, ditutup di level 356 atau naik 6,59 persen dengan volume mencapai 205,02 juta saham, jauh di atas rata-rata volume 138,61 juta saham. 

Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas yang signifikan, bukan hanya dari sisi harga tetapi juga partisipasi transaksi.

Data intraday juga memperlihatkan dinamika yang aktif, dengan harga sempat menyentuh level 386 sebelum kembali bergerak di kisaran penutupan. Nilai transaksi tercatat Rp75,2 miliar, mencerminkan aliran dana yang masuk dalam jumlah besar dalam satu sesi perdagangan. 

Dominasi volume pembelian menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan tersebut.

Dalam kerangka teknikal, posisi OASA saat ini berada dalam bagian dari wave C dari wave (B), yang menunjukkan bahwa pergerakan masih berada dalam fase lanjutan setelah koreksi sebelumnya. Area spec buy berada di kisaran 316–352. 

Sementara harga saat ini sudah bergerak sedikit di atas zona tersebut. Artinya, fase akumulasi mulai terlewati, namun belum sepenuhnya selesai.

Target Harga

Target harga berada di kisaran 410 hingga 428, dengan batas bawah di level 308 sebagai titik invalidasi. Dengan struktur harga yang masih didominasi volume pembelian, pergerakan OASA saat ini menunjukkan kecenderungan melanjutkan momentum, meskipun tetap berada dalam pola naik yang bertahap dan tidak agresif.

Di sisi BIPI, kenaikan yang terjadi relatif lebih moderat, namun nilai transaksi yang mencapai Rp225 miliar menunjukkan adanya aktivitas besar di belakang pergerakan tersebut. Ini menandakan bahwa perhatian pasar tidak hanya terfokus pada satu emiten, tetapi pada keseluruhan tema energi hijau yang mulai terbentuk melalui kolaborasi ini.

Jika ditarik dalam satu rangkaian, penguatan harga saham OASA dan BIPI tidak hanya dipicu oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh pembentukan struktur bisnis baru yang mulai terlihat. Kolaborasi pada proyek PSEL menjadi titik masuk, sementara pergerakan saham mencerminkan bagaimana pasar mulai merespons arah tersebut secara bertahap.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79