KABARBURSA.COM – Bank Mandiri memperluas program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui Mandiri Bakti Kesehatan dan Literasi UMKM Pasar Ngasem, Yogyakarta.
TJSL Bank Mandiri tersebut menjadi bagian dari rangkaian ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 dan perayaan HUT ke-28 perusahaan.
Program Mandiri Bakti Kesehatan dan Literasi UMKM Pasar Ngasem difokuskan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, penguatan literasi keuangan pelaku usaha mikro, serta pelestarian warisan budaya Yogyakarta melalui digitalisasi manuskrip kuno.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan, inisiatif tersebut merupakan komitmen perseroan berkode saham BMRI tersebut untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui Mandiri Bakti Kesehatan dan Literasi UMKM Pasar Ngasem, Bank Mandiri ingin memperkuat akses kesehatan, meningkatkan literasi keuangan, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selama ini turut menjaga dan melestarikan warisan budaya Yogyakarta,” ujar Adhika dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu, 24 Juni 2026.
Untuk mendukung layanan kesehatan, Bank Mandiri menggelar layanan Mini General Check Up bagi 1.650 Abdi Dalem di Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta pada 19–20 Juni 2026.
Pemeriksaan yang diberikan meliputi cek kolesterol, gula darah, asam urat, tekanan darah, hingga kesehatan mata.
Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan alat kesehatan dan perlengkapan medis untuk mendukung layanan kesehatan di lingkungan keraton.
Perseroan turut menyelenggarakan khitanan massal untuk 280 anak dari wilayah sekitar Prambanan serta keluarga Abdi Dalem Keraton. Selain memperoleh layanan khitan gratis, peserta menerima bantuan tas sekolah dan perlengkapan menulis untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menggelar program Literasi UMKM Pasar Ngasem yang menyasar para pedagang pasar tradisional. Program tersebut memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan digital, penggunaan transaksi non-tunai, dan peningkatan literasi keuangan untuk memperkuat daya saing usaha mikro dan kecil (UMK).
Sebagai dukungan tambahan, perseroan menyalurkan bantuan perangkat kebersihan serta pengecatan sarana umum untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat dan produktif.
Selain bidang kesehatan dan ekonomi, Bank Mandiri turut mendukung pelestarian budaya melalui program digitalisasi manuskrip kuno di Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman.
Program bertajuk “Pustaka Luhur, Akses untuk Semua” ini mencakup proses digitalisasi, alih aksara, dan alih bahasa naskah kuno yang menjadi bagian dari khazanah budaya Kadipaten Pakualaman.
Lewat inisiatif tersebut, Bank Mandiri mendorong agar berbagai manuskrip yang memuat sejarah, tata pemerintahan, seni, sastra, dan nilai-nilai budaya Jawa terdokumentasikan dengan baik. Sehingga warisan budaya tersebut bisa lebih mudah diakses oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, sampai masyarakat luas.
Program tersebut melengkapi berbagai kegiatan TJSL Bank Mandiri dalam penyelenggaraan MJM 2026 yang berlangsung Minggu, 21 Juni lalu.
Sebelumnya, perseroan telah menjalankan program Mandiri Sahabat Desa melalui perbaikan jalan, pembangunan batas desa, dan aksi bersih desa di 28 desa yang dilalui rute lomba, serta menyalurkan 2.800 paket sembako kepada masyarakat sekitar. (Info-bks/*)