INFOGRAFIS Janji Dagang RI–AS Realistis
KABARBURSA,COM - Indonesia dinilai berada di persimpangan strategis setelah menyepakati perjanjian dagang dengan Amerika Serikat pada 19 Februari 2026 yang memangkas tarif produk nasional dari 32 persen menjadi 19 persen, namun disertai komitmen peningkatan impor komoditas pertanian seperti gandum dari 1,1 juta ton menjadi 2 juta ton, kedelai dari 2,2 juta ton menjadi 3,5 juta ton, serta lonjakan pembelian bungkil kedelai hingga 3,8 juta ton per tahun, yang oleh pelaku pasar dipandang berpotensi melampaui kapasitas serapan domestik mengingat konsumsi kedelai nasional hanya berada di kisaran 2,7–2,9 juta ton per tahun, sementara pemerintah juga telah menunjuk Perum Berdikari sebagai importir tunggal biji-bijian pakan mulai 2026 untuk menyerap pasokan, di tengah kekhawatiran bahwa realisasi komitmen impor yang ambisius tanpa penyesuaian kebutuhan riil dan dinamika harga global dapat menekan rantai pasok domestik serta stabilitas keuangan badan usaha yang mendapat penugasan.