KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) terkait pengembangan masing-masing entitas anak usaha di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan BEI setelah Calculus Investment Pte. Ltd resmi menjadi pengendali baru STAR usai membeli 1,5 miliar saham dari pengendali sebelumnya yakni PT Kencana Selaras Sejahtera pada 20 November 2025. Pembelian saham itu setara dengan 32,19 persen di harga Rp88 per lembar.
Setelah peralihan pengendali, nama Perseroan juga berubah dari PT Buana Artha Anugerah Tbk menjadi PT Calculus Global Ventures Tbk.
Menjawab pertanyaan BEI, Perseroan menegaskan akan tetap berfokus sebagai perusahaan investasi dengan mengembangkan entitas anak melalui pengelolaan portofolio yang optimal serta secara selektif memanfaatkan peluang usaha yang potensial.
Realisasi strategi tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan. Dalam jangka pendek, Perseroan memfokuskan pada optimalisasi pengelolaan portofolio investasi yang telah ada.
"Dalam jangka menengah hingga panjang, Perseroan secara selektif melakukan kajian dan realisasi peluang usaha yang potensial sesuai dengan strategi dan profil risiko Perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis, 19 Februari 2026.
Manajemen STAR menyampaikan, strategi yang diusung tersebut memiliki beberapa risiko. Antara lain seperti penurunan nilai investasi akibat kondisi pasar dan ekonomi, kesalahan dalam pemilihan peluang investasi, serta risiko likuiditas.
Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan investasi melalui kajian kelayakan (due diligence) yang komprehensif, diversifikasi portofolio investasi, serta pemantauan kinerja investasi secara berkala.
Di sisi lain, Perseroan mengaku belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi lainnya dalam periode 12 bulan ke depan. Namun begitu, manajemen membeberkan terdapat beberapa opsi pengembangan melalui diversifikasi investasi ke bidang usaha lain sehubungan dengan perubahan pengendali.
Akan tetapi, hingga saat ini rencana tersebut masih berada dalam tahap penjajakan dan kajian awal, sehingga belum terdapat keputusan atau realisasi akuisisi entitas anak baik pada bidang usaha yang sama maupun berbeda.
"Setiap rencana pengembangan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai dengan hasil kajian dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis manajemen. (*)