Logo
>

Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Ramadan usai Bukukan Laba Rp180,19 Miliar

Program gratis masuk 18 Februari–18 Maret 2026 digelar di tengah penurunan pendapatan dan margin, sementara saham PJAA bergerak fluktuatif hingga sesi II dengan tekanan di area Rp580–Rp600.

Ditulis oleh Yunila Wati
Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Ramadan usai Bukukan Laba Rp180,19 Miliar
Ancol Taman Impian menggelar sejumlah program menarik selama Ramadan 1447 Hijriah. Foto: Dok PJAA.

KABARBURSA.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), kembali menggratiskan tiket masuk selama bulan Ramadan. Program tersebut berlaku mulai 18 Februari hingga 18 Maret 2026.

Humas Ancol Taman Impian Daniel Windriatmoko, dalam keterangannya, Rabu, 18 Februari 2026, mengatakan akses masuk gratis berlaku mulai pukul 17.00 sampai 23.00 WIB. Ketentuan program gratis masuk Ancol Ramadhan, sebagai berikut:

  • Pengunjung wajib melakukan reservasi tiket gratis di www.ancol.com
  • Reservasi tiket gratis dimulai pada 16 Februari hingga 18 Maret 2026, dengan pilihan kunjungan tiket gratis pada 18 Februari hingga 18 Maret 2026.

Tidak hanya itu, Ancol juga menggelar kegiatan edukatif Islami di Samudra Ancol dan Jakarta Bird Land, bertajuk Ramadhan Happy Journey: Storytelling & Animal Adventure, yang diselenggarakan pada 28 Februari 2026.

Mengusung konsep edutainment, Ramadhan Happy Journey menghadirkan beberapa kegiatan menarik, seperti Parade Satwa & Sahabat Samudra, Storytelling tema Islami, Iftar Nabawi, Games Islami dan Doorprize.

Laba Naik Tipis 1,35 Persen

Berbagai program Ramadan yang digelar PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, tidak terlepas dari kinerja keuangan yang stabil.

Dalam laporan keuangannya, PJAA membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp180,19 miliar atau Rp113 per saham pada tahun buku 2025. Angka ini naik 1,35 persen dibandingkan laba Rp177,79 miliar atau Rp111 per saham pada 2024. 

Kenaikan laba bersih terjadi di tengah tekanan pada sisi pendapatan dan laba operasional.

Pendapatan bersih PJAA sepanjang 2025 tercatat Rp1,12 triliun, turun 11,42 persen dari Rp1,26 triliun pada 2024. Penurunan terutama berasal dari segmen utama, yakni penjualan tiket wahana wisata dan pintu gerbang kawasan Ancol yang turun 18,68 persen menjadi Rp737,70 miliar dari Rp907,18 miliar. 

Kontribusi segmen ini tetap menjadi penopang terbesar terhadap total pendapatan, meski mengalami kontraksi dua digit.

Pendapatan hotel dan restoran juga turun 10,8 persen menjadi Rp68,54 miliar dari Rp76,84 miliar pada tahun sebelumnya. Sebaliknya, pendapatan usaha lainnya tumbuh 14,17 persen menjadi Rp316,95 miliar dari Rp277,59 miliar pada 2024. 

Dengan komposisi tersebut, struktur pendapatan 2025 menunjukkan pergeseran kontribusi, di mana porsi usaha lainnya meningkat relatif terhadap total pendapatan.

Seiring turunnya pendapatan, beban pokok dan beban langsung tercatat naik menjadi Rp609,54 miliar pada 2025, dibanding Rp599,12 miliar pada 2024. Secara nominal, beban tersebut tidak turun signifikan dibanding penurunan pendapatan. 

Dampaknya, laba kotor turun 23,26 persen menjadi Rp511,66 miliar dari Rp666,77 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan laba kotor mencerminkan penyempitan margin kotor. Dengan pendapatan Rp1,12 triliun dan laba kotor Rp511,66 miliar, margin kotor 2025 berada di kisaran 45,7 persen, lebih rendah dibanding margin 2024 yang sekitar 52,9 persen dari pendapatan Rp1,26 triliun dan laba kotor Rp666,77 miliar. 

Perubahan ini menggambarkan tekanan pada struktur biaya relatif terhadap pendapatan.

Beban Umum dan Administrasi Naik

Di level operasional, beban umum dan administrasi naik 4,76 persen menjadi Rp274,15 miliar dari Rp261,67 miliar. Beban lain-lain meningkat 173,19 persen menjadi Rp114,73 miliar dari Rp41,99 miliar pada 2024. 

Kombinasi penurunan laba kotor dan kenaikan beban tersebut membuat laba usaha turun 12,75 persen menjadi Rp324,85 miliar dibanding Rp372,36 miliar pada 2024.

Meski laba usaha turun dua digit, laba bersih tetap tumbuh tipis 1,35 persen. Hal ini menunjukkan adanya faktor di luar laba usaha yang menopang hasil akhir tahun buku 2025. 

Data yang tersedia menunjukkan perbedaan antara penurunan laba usaha dan kenaikan laba bersih, tanpa rincian tambahan pada pos di bawah laba usaha.

Dari sisi keuangan, total aset PJAA per akhir 2025 sebesar Rp3,63 triliun, naik 1,16 persen dari Rp3,59 triliun pada 2024. Liabilitas tercatat Rp1,77 triliun dan ekuitas Rp1,86 triliun, sehingga struktur permodalan relatif seimbang dengan rasio liabilitas terhadap aset di kisaran 48–49 persen. 

Kenaikan aset yang terbatas menunjukkan ekspansi neraca yang moderat selama periode pelaporan.

Secara keseluruhan, kinerja 2025 mencatatkan penurunan pendapatan dan laba operasional, penyempitan margin kotor, serta kenaikan beban usaha dan beban lain-lain. 

Namun laba bersih tetap mencatat pertumbuhan tipis dibanding tahun sebelumnya, dengan posisi aset dan ekuitas yang relatif stabil pada akhir periode pelaporan.

Pergerakan Saham Masih dalam Tekanan

Berbicara tentang pergerakan saham intraday, PJAA pada perdagangan hari ini bergerak menguat hingga sesi II. Hingga pukul 13.20 WIB, PJAA berada di level Rp560, naik Rp10 atau 1,82 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp550.

Sepanjang hari ini, saham PJAA dibuka di level Rp590 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp600. Namun dalam perjalanannya harga turun hingga menyentuh level terendah Rp560, yang sekaligus menjadi posisi terakhir yang tercatat. 

Rata-rata harga (average) berada di Rp579 dengan nilai transaksi Rp682,8 juta dan volume 11.790 lot. Pergerakan dari pembukaan Rp590 ke posisi Rp560 menunjukkan adanya tekanan setelah sempat menguji area Rp600. 

Dengan harga terakhir berada di bawah harga pembukaan dan juga di bawah rata-rata transaksi Rp579, pergerakan intraday mencerminkan fase pelemahan dari level tertinggi hari ini menuju area bawah rentang perdagangan.

Dari sisi orderbook, total antrean bid tercatat 11.137 lot dengan frekuensi 147 kali, sedangkan antrean offer sebesar 10.052 lot dengan frekuensi 127 kali. Secara kuantitas lot, sisi bid lebih tebal dibanding sisi offer pada level yang tercatat.

Pada lapisan harga terdekat, bid tertinggi berada di Rp565 dengan antrean 27 lot, sementara offer terdekat berada di Rp570 dengan 58 lot. Spread antara bid dan offer terdekat berada di Rp5. 

Sementara di sisi offer, distribusi antrean terlihat bertingkat dari Rp575 (84 lot), Rp580 (991 lot), Rp585 (209 lot), Rp590 (726 lot), Rp595 (762 lot), hingga Rp615 (154 lot). Pada harga Rp580 terlihat antrean 991 lot yang menjadi salah satu lapisan tebal di sisi jual.

Komposisi total antrean menunjukkan keseimbangan relatif antara sisi beli dan jual, dengan sedikit keunggulan volume pada sisi bid. Namun pada harga atas, terdapat beberapa lapisan offer yang cukup tebal di kisaran Rp580–Rp595, yang secara teknis menjadi area suplai terdekat apabila harga kembali bergerak naik.

Dengan harga terakhir berada di Rp560, area Rp560–Rp565 menjadi zona uji terdekat pada sisi bawah dan atas intraday. Sementara itu, area Rp580–Rp600 tercatat sebagai rentang yang sudah diuji pada sesi perdagangan hari ini, dengan Rp600 sebagai level tertinggi yang sempat dicapai sebelum terjadi penurunan kembali menuju Rp560 hingga sesi II.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79