Logo
>

Dua Hari Bursa Masih Outflow tapi Top Broker Asing Tetap Belanja Saham ini

Asing seperti UBS, Maybank, JP Morgan, hingga CGS masih aktif mengoleksi saham berikut di tengah derasnya outflow pasar.

Ditulis oleh Syahrianto
Dua Hari Bursa Masih Outflow tapi Top Broker Asing Tetap Belanja Saham ini
Aktivitas broker asing masih terlihat agresif mengoleksi sejumlah saham unggulan di tengah tekanan outflow pasar domestik. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Di tengah tekanan jual investor asing yang masih membayangi pasar saham domestik, sejumlah broker global justru tercatat aktif mengoleksi saham-saham tertentu dalam dua hari perdagangan, Senin, 25 Mei dan Selasa, 26 Mei 2026. 

Aksi tersebut terlihat dari aktivitas beberapa sekuritas asing besar seperti UBS Sekuritas Indonesia (AK), Maybank Sekuritas Indonesia (ZP), J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK), CGS International Sekuritas Indonesia (YU), hingga CLSA Sekuritas Indonesia (KZ).

Data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com menunjukkan AK menjadi broker dengan nilai transaksi terbesar mencapai Rp7,2 triliun. 

Namun di balik tingginya transaksi tersebut, AK justru mencatat net sell sebesar Rp471 miliar dengan nilai beli Rp3,4 triliun dan nilai jual Rp3,9 triliun.

Meski mencatat net sell, AK terlihat aktif mengoleksi sejumlah saham perbankan dan blue chip. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi koleksi terbesar dengan nilai pembelian Rp165,8 miliar di harga rata-rata Rp4.196 per saham. 

Selain itu, AK juga memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp141,7 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp112,2 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp38,3 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp27,3 miliar.

Sementara itu, ZP justru menjadi salah satu broker dengan tekanan distribusi terbesar. ZP mencatat net sell mencapai Rp1,3 triliun dengan nilai beli Rp1,8 triliun dan nilai jual Rp3,1 triliun.

Di tengah tekanan jual tersebut, ZP masih aktif mengoleksi saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp162,3 miliar. Selain itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga dibeli Rp102,6 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38,5 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp28,2 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp26,4 miliar.

Broker asing lain yang cukup agresif adalah J.P. Morgan. Broker ini mencatat net buy Rp606,5 miliar dengan nilai pembelian Rp1,9 triliun dan nilai jual Rp1,3 triliun.

Saham BBCA menjadi incaran utama BK dengan nilai pembelian mencapai Rp441,4 miliar. Selain itu, BK juga masuk ke saham ANTM Rp58,2 miliar, BREN Rp47,1 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp38,7 miliar, dan BMRI Rp38 miliar.

CGS International juga tercatat membukukan net buy Rp454,7 miliar. Nilai pembelian broker ini mencapai Rp1,5 triliun dengan nilai jual sekitar Rp1 triliun.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi koleksi terbesar YU dengan nilai pembelian Rp335,1 miliar. Selain itu, YU juga mengoleksi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp63,7 miliar, AMMN Rp55 miliar, BBNI Rp47 miliar, dan BBRI Rp46,9 miliar.

Di sisi lain, CLSA Sekuritas Indonesia justru mencatat tekanan distribusi cukup besar dengan net sell sekitar Rp1,3 triliun. Nilai pembelian broker ini tercatat Rp566,6 miliar, sedangkan nilai jual mencapai Rp1,9 triliun.

Meski demikian, KZ masih terlihat mengoleksi beberapa saham defensif dan konsumsi. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi pembelian terbesar senilai Rp73,4 miliar, diikuti BMRI Rp53,2 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp13,7 miliar, BBRI Rp11,1 miliar, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp10,1 miliar.

Asing Masih Banyak Bawa Uang Keluar

Di balik aksi koleksi sejumlah saham tersebut, arus dana asing secara keseluruhan masih menunjukkan tekanan keluar dari pasar domestik. 

Aktivitas broker asing besar belum mampu mengubah arah foreign flow yang masih dominan negatif dalam dua hari perdagangan terakhir.

ZP dan KZ menjadi dua broker dengan net sell terbesar, masing-masing mencapai sekitar Rp1,3 triliun. UBS alias AK juga masih mencatat distribusi Rp471 miliar.

Data tersebut memperlihatkan investor asing masih cenderung selektif. Aksi beli hanya terkonsentrasi pada saham-saham tertentu, terutama sektor perbankan besar, komoditas, dan beberapa saham berbasis energi maupun logam.

Sementara itu, tingginya nilai transaksi broker asing juga menunjukkan volatilitas pasar masih sangat aktif. Stockbit Sekuritas Digital (XL) bahkan mencatat total volume transaksi terbesar mencapai 19,3 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 2,2 juta kali.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.