KABARBURSA.COM - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat sebesar 1 persen pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026.
Penguatan indeks utama AS itu terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump mengumumkan penundaan serangan ke infrastruktur energi milik Iran.
Menutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 631,00 poin atau 1,38 persen menjadi 46.208,47. S&P 500 (SPX) turut mengut 74,52 poin ke level 6.581,00 dan Nasdaq Composite (IXIC) memperoleh 299,15 poin, atau di level 21.946,76.
Sebelum ditutup menguat, saham-saham AS sempat mengalami penurunan di awal sesi setelah ancaman serangan terhadap jaringan listrik Israel dan Iran.
"Kita tidak pernah tahu siapa yang harus dipercaya, tetapi tampaknya Trump sedang mencoba memulai diskusi dengan seseorang di Iran untuk menyelesaikan perang meskipun Iran membantah keras," ujar Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York.
Menurut Ghriskey, hal tersebut telah menyebabkan optimisme yang signifikan pada harga saham per kemarin, dengan pasar naik tajam meskipun turun dari level tertingginya karena bantahan Iran.
Di samping pengumiman Trump yang menyatakan menunda penyerangan, namun Parlemen Iran dalam media sosial mengaku tidak ada pembicaraan yang diadakan dengan AS.
Bob Doll, kepala investasi di Crossmark Global Investments memandang volatilitas kemungkinan akan berlanjut dan semuanya bergantung pada harga minyak. Ia menilai Tidak ada hal lain yang benar-benar penting bagi orang-orang dalam jangka pendek.
"Jadi, ketika harga minyak turun, saham naik dan sebaliknya. Apa yang paling naik kemarin bukanlah suatu kejutan. Itu adalah hal-hal yang sensitif terhadap ekonomi," kata dia.
Perlu diketahui, harga minyak mengalami penurunan sekitar 10 persen pada perdangan Senin, 23 Maret 2026. Minyak mentah Brent turun USD11,64, atau 10,4 persen menjadi USD100,55 per barel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS kehilangan USD9,66, atau 9,8 persen ke level USD88,57.
Di Nasdaq, sebanyak 3.546 saham naik dan 1.229 saham turun, dengan jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 2,89 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 7 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 8 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatatkan 34 rekor tertinggi baru dan 154 rekor terendah baru.
Di bursa AS, sekitar 20,94 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan sebesar 20,68 miliar untuk 20 sesi terakhir. (*)