KABARBURSA.COM – Saham Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) sedang menarik diperhatikan. Di saat harganya terkoreksi, struktur pemegang sahamnya berubah, dan secara teknikal mulai mendekati zona buy on weakness.
Pada perdagangan terakhir, BULL turun 4,84 persen ke level 472 dan tekanan jual mulai terlihat lebih dominan.
Dari dokumen laporan bulanan April 2026, jumlah saham BULL yang ditempatkan dan disetor penuh tercatat 15.494.436.593 saham. Komposisi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5 persen naik dari 4.720.438.186 saham atau 30,47 persen pada Maret 2026 menjadi 5.522.246.680 saham atau 35,64 persen pada April 2026.
Artinya, porsi pemegang saham besar bertambah 801.808.494 saham dalam sebulan.
Perubahan itu otomatis membuat porsi pemegang saham di bawah 5 persen turun. Pada Maret 2026, kelompok ini masih memegang 10.773.998.407 saham atau 69,53 persen.
Per April 2026, porsinya menyusut menjadi 9.972.189.913 saham atau 64,36 persen. Jumlah pemegang saham juga turun dari 31.331 pihak menjadi 31.090 pihak.
Free float BULL memang masih cukup besar, tetapi arahnya menyempit. Dengan porsi pemegang saham di bawah 5 persen sebesar 64,36 persen, saham ini masih punya ruang likuiditas yang luas di pasar.
Namun, kenaikan kepemilikan pemegang saham besar menunjukkan sebagian saham mulai bergerak ke tangan yang lebih terkonsentrasi.
Dalam daftar pemegang saham di atas 5 persen, PT Delta Royal Sejahtera tercatat memiliki 2.251.898.042 saham atau 14,5336 persen. Fortune Street Limited menggenggam 1.408.585.144 saham atau 9,0909 persen. Total kepemilikan dua pihak ini mencapai 3.660.483.186 saham atau 23,6245 persen.
Teknikal dan Strategi Perdagangan
Secara teknikal, koreksi BULL ke 472 membuat saham ini mulai mendekati area buy on weakness di 438–464. MNC Sekuritas memperkirakan posisi BULL saat ini berada di bagian akhir wave (1) dari wave [C], sehingga ruang koreksi masih perlu diwaspadai sebelum peluang pantulan terbuka.
Untuk perdagangan Senin, 11 Mei 2026, area 464 menjadi level pertama yang perlu dipantau. Jika BULL bergerak turun mendekati 464 hingga 438 namun tekanan jual mulai mereda, area itu menjadi zona akumulasi bertahap sesuai strategi buy on weakness.
Namun, jika saham langsung jatuh menembus 432, skenario teknikal menjadi batal karena level tersebut menjadi batas stop loss.
Target kenaikan terdekat berada di 505. Jika momentum beli kembali masuk dan harga mampu bertahan di atas 500, target berikutnya berada di 545. Dengan posisi terakhir di 472, target pertama menyiratkan ruang kenaikan sekitar 6,99 persen, sedangkan target kedua sekitar 15,47 persen.
Rekomendasi untuk BULL masih buy on weakness, bukan kejar harga. Strateginya lebih aman dilakukan bertahap di area 438–464, dengan disiplin stop loss di bawah 432. Selama area itu tidak jebol, BULL masih punya ruang untuk menguji pantulan teknikal menuju 505–545.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.